Ingin Cepat Hamil? Begini Cara Tahu Kapan Anda Sedang Ovulasi

Oleh

Anda sedang menjalani program hamil dan ingin segera mendapatkan momongan? Ada beberapa hal yang mempengaruhi seorang wanita cepat hamil atau tidak. Salah satu yang Anda dan pasangan bisa lakukan adalah dengan mengetahui masa subur agar pembuahan lebih tepat. Melansir dari WebMD, waktu terbaik untuk berhubungan seksual adalah lima hari sebelum masa subur dimulai. Di masa ini, sperma akan bertahan di dalam tubuh lebih lama dan lebih cepat mencapai sel telur. Lalu apa itu masa subur bagaimana cara mengetahui masa subur?

Apa itu masa ovulasi?

Melansir dari Americanpregnancy, ovulasi adalah proses ketika sel telur yang sudah matang dilepaskan dari ovarium atau indung telur, kemudian didorong menuju tuba falopi, dan siap untuk dibuahi. Setiap bulan akan ada sel telur matang di dalam salah satu ovarium Anda.

Saat sudah matang, sel telur dilepaskan oleh ovarium kemudian masuk tuba falopi dan menunggu sperma. Jika tidak terjadi konsepsi, lapisan rahim akan luruh atau yang dikenal sebagai menstruasi.

Masa ovulasi atau disebut juga dengan masa subur, merupakan proses alamiah yang akan terjadi pada setiap wanita – yang sehat, tanpa ada gangguan kesehatan reproduksi – dan diatur oleh bagian otak yang disebut dengan hipotalamus.

Hipotalamus bertanggung jawab untuk menghasilkan hormon-hormon reproduksi wanita, yaitu luteizining hormone (LH) dan folicle-stmulating hormone (FSH).

Dalam proses ovulasi, tedapat beberapa tahap yang perlu Anda ketahui, yaitu:

Periovulaatori atau tahapan folikular

merupakan tahapan di mana lapisan sel-sel telur mulai dilapisi dengan lendir dan bersiap untuk bergerak keluar menuju rahim. Sementara itu, rahim sudah mulai siap untuk menerima telur, sehingga dinding-dinding rahim menebal.

Ovulasi

Pada tahap ini, terdapat enzim khusus yang dimiliki tubuh yang bertugas untuk membentuk lubang yang memudahkan sel telur bergerak melalui tuba falopi – saluran yang menghubungkan indung telur ke rahim. Kemudian, telur yang matang akan masuk ke dalam saluran dan melewatinya hingga mencapai rahim. Dalam tahap ini, biasanya terjadi pembuahan. Pembuahan terjadi di tuba falopi dan berlangsung sekitar 24 hingga 48 jam.

Postovulatori atau tahapan luteal

Jika telur yang sudah berhasil dibuahi oleh sperma, maka telur tersebut akan langsung ditanam tubuh di dinding-dinding rahim dengan bantuan hormon LH. Namun apabila tidak terjadi pembuahan sama sekali ketika telur berada di tuba falopi, maka telur dan dinding rahim yang sudah menebal akan meluruh.

Dinding rahim penuh dengan pembuluh-pembuluh darah, sehingga jika dinding tersebut meluruh akan keluar darah dari vagina dan saat itulah Anda mengalami haid.

Normalnya, siklus haid wanita berlangsung sekitar 28 hingga 32 hari. Awal siklus dapat dihitung dari hari pertama haid. Sementara, tahapan ovulasi sendiri terjadi ketika hari ke 10 hingga 19 dari siklus haid yang terjadi.

Bagaimana cara menghitung masa subur?

Ada beberapa cara untuk mengetahui dan mendeteksi masa ovulasi atau masa subur pada seorang wanita. Umumnya, masa subur wanita adalah 12-16 hari sebelum masa haid berikutnya. Jadi, rata-rata wanita mengalami masa subur antara hari ke-10 sampai hari ke-17 setelah hari pertama menstruasi terakhir. Berikut beberapa cara menghitung masa ovulasi:

1. Menggunakan kalendar yang Anda miliki

Menggunakan kalendar adalah cara yang paling mudah dan dapat Anda lakukan sendiri, meskipun memang perhitungannya tidak selalu tepat. Lalu bagaimana caranya?

  • Catat jadwal haid Anda setiap bulan dengan menandai kalendar. Mulailah menandai hari pertama haid hingga hari terakhir. Lakukan hal ini dalam beberapa bulan, sehingga Anda mengetahui pola dari haid Anda. Semakin banyak siklus haid yang Anda catat, maka semakin akurat perhitungan yang Anda lakukan.
  • Jika sudah memiliki data siklus haid sebelumnya, maka carilah siklus haid atau menstruasi terpendek yang Anda alami. Siklus haid dihitung dari hari pertama Anda mengalami haid dan berakhir pada hari terakhir sebelum Anda mengalami haid selanjutnya.

Cara mudah untuk mengetahui kapan masa subur dan tanggal ovulasi Anda selanjutnya adalah dengan menggunakan Kalkulator Masa Subur berikut ini, cukup klik gambar di bawah ini:

2. Mengetahui kapan vagina berlendir

Selain menggunakan kalendar, Anda juga bisa mengetahui masa ovulasi Anda dengan mengecek lendir yang dikeluarkan dari rahim melalui vagina. Secara alamiah, tubuh mengeluarkan lendir agar sel telur mudah bergerak menuju rahim. Anda masih tetap harus menggunakan kalendar dan catatan untuk mengetahui waktu di mana Anda mengalami haid, vagina menjadi kering, atau vagina mengeluarkan lendir yang lengket dan cukup banyak.

Catat dan tandai kapan saja vagina Anda berlendir, lakukan selama beberapa bulan. Setelah itu, akan terlihat pola yang terbentuk dari catatan yang sudah dibuat. Masa ovulasi atau subur terjadi ketika lendir yang dikeluarkan cukup banyak, bahkan tidak sedikit membuat Anda tidak nyaman.

3. Mengetahui suhu tubuh

Terkesan rumit, tapi ini bisa Anda coba. Suhu tubuh menjadi alarm tersendiri untuk masa ovulasi karena akan meningkat ketika sedang masa subur. Melansir dari WebMD, suhu tubuh meningkat karena melepas hormon estrogen. Ketika hormon estrogen sedang tinggi, indung telur Anda siap melepaskan sel telur dan mengeluarkan hormon progesteron dan hormon lain. Inilah yang membuat suhu tubuh Anda meningkat.

Anda bisa mengukur tubuh memakai termometer dan ukur suhu badan setiap hari. Oleh karena itu, Anda bisa memeriksa suhu tubuh dan kemudian mencatatnya setiap hari dalam beberapa bulan. Idealnya, pengukuran suhu badan dilakukan 5 jam setelah atau sebelum bangun tidur. Apabila suhu tubuh meningkat pada bulan selanjutnya, maka diperkirakan masa ovulasi Anda sudah dekat. 

4. Perut Terasa Sakit

Merasakan masa ovulasi mungkin agak sulit terdeteksi dan terkadang Anda tidak menyadari kalau sedang dalam masa ovulasi. Pernah merasa sakit perut ketika menjelang masa ovulasi? Itu adalah tanda kalau masa ovulasi atau masa subur Anda sudah selesai. Jadi, bila Anda sedang berusaha untuk hamil, jangan tunggu sampai rasa sakit itu datang.

5. Rasa Sakit di Perut Bawah

Bila Anda merasakan perut bagian bawah sakit hanya di satu sisi, itu adalah tanda bahwa organ reproduksi sedang berovulasi. Rasa sakit ini bisa berlangsung beberapa menit, bahkan jam. Terkadang ditandai juga dengan bercak darah dari vagina, dan rasa mual yang singkat.

Setelah Masa Subur, Apa yang Terjadi dengan Tubuh?

Bagi Anda yang sudah berusaha hamil dengan menghitung masa ovulasi, tentu ingin mengetahui apakah yang terjadi setelah itu? Banyak wanita yang merasakan tanda kehamilan, tapi ada juga yang tidak menyadari tanda apapun. Terkadang tanda kehamilan juga mirip dengan masa ovulasi atau pra menstruasi. Berikut beberapa hal yang terjadi setelah masa ovulasi, melansir dari Medical News Today:

  1. 7 Hari Setelah Masa Ovulasi

Setelah indung telur melepaskan sel telur, itu adalah fase luteal atau tahap akhir masa menstruasi. Selama fase ini, tubuh wanita mengeluarkan hormon progesteron lebih banyak. Hormon ini sangat mendukung untuk kehamilan dan sangat tinggi ketika 6-8 hari setelah pembuahan atau ovulasi. Di masa ini, ada beberapa tanda kehamilan yang bisa dirasakan, seperti:

  • Rasa mual
  • Payudara lebih kencang
  • Puting lebih sensitif
  • Lebih mudah merasa lapar
  • Sakit kepala

2. 7-10 Hari Setelah Ovulasi

Ketika sel telur bertemu dengan sperma dan pembuahan sudah berhasil, tidak jarang Anda akan mengalami pendarahan ringan seperti sedang menstruasi -tapi alirannya tidak terlalu deras- dan hanya berlangsung 2-3 hari. Anda bisa langsung memeriksa dengan menggunakan tes kehamilan untuk hasil lebih akurat. Bila negatif, ada dua kemungkinan, pertama keguguran atau pendarahan disebabkan oleh hal lain.

3. 11-14 Hari Setelah Ovulasi

Beberapa hari setelah pembuahan, hCG atau kualitas urin akan meningkat karena kehamilan. Fase ini kadang tidak disadari oleh para wanita karena tanda-tandanya mirip dengan menstruasi. Bila Anda lebih peka dengan perubahan tubuh Anda, maka akan lebih mudah untuk menyadari hal tersebut adalah tanda kehamilan, bukan menstruasi seperti biasanya.

Masalah Seputar Masa Subur

Ada beberapa alasan yang membuat wanita mengalami masalah masa ovulasi atau masa subur, yaitu:

Masalah Berat Badan

Melansir dari Livescience, beberapa alasannya adalah tuba falopi yang ditutup karena penyakit radang panggul, operasi kehamilan ektopik atau di luar kandungan. American Society for Reproductive Medicine menjelaskan bahwa wanita yang memiliki berat badan rendah atau underweight cenderung memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Begitu pula dengan wanita dengan berat badan berlebih bahkan obesitas.

PCOS atau Polycystic Ovarian Syndrome

Medical News Today menyebutkan bahwa PCOS atau Polycystic Ovarian Syndrome merupakan penyebab utama ketidaksuburan pada wanita. adalah kondisi pembesaran ovarium yang disertai kista kecil berisi cairan. Ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan mengganggu kesuburan atau masa ovulasi. Gejala lain dari PCOS ini adalah resistensi insulin, obesitas, pertumbuhan rambut yang tidak normal, juga jerawat.

Disfungsi Hipotalamus

Kondisi ini terjadi ketika hormon yang merangsang ovulasi terganggu. Penyebab disfungsi hipotalamus adalah stres fisik atau emosional berlebihan, berat badan sangat rendah atau justru tinggi. Olahraga terlalu berlebihan juga bisa merangsang disfungsi hipotalamus.

Insufisiensi Ovarium Prematur

Ini terjadi ketika produksi sel telur berhenti sebelum waktunya karena penurunan hormon estrogen. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh penyakit autoimun, kelainan genetik, atau racun lingkungan. Biasanya, ini terjadi pada wanita sebelum usia 40 tahun.

Kelebihan Prolaktin atau Hiperprolaktinemia

Kondisi ini dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan atau kelainan kelenjar hipofisis, kelenjar yang produsen hormon tertentu yang bertindak sebagai pengendali beberbagai aspek tubuh manusia, kemudian membuat jumlah prolaktin wanita berlebihan. Kelebihan prolaktin ini bisa menurunkan hormon estrogen. Meski begitu, kasus ini sangat jarang terjadi dan terbilang kasus langka.

Baca Juga:

Sumber