Pilih Bidan Atau Dokter Kandungan, Jika Ingin Merencanakan Kehamilan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Apakah Anda sedang berencana untuk memiliki momongan dalam waktu dekat? Jika ya, tentu akan ada banyak hal yang harus dipersiapkan dengan matang. Langkah awal yang harus Anda tempuh biasanya menentukan praktisi kesehatan mana yang kompeten untuk mewujudkan impian Anda. Entah itu bidan atau dokter kandungan. Siapa, ya, yang sebaiknya dipilih?

Pahami dulu perbedaan keduanya

Banyak orang yang beranggapan kalau bidan dan dokter kandungan adalah dua profesi serupa. Ya, sama-sama ahli dalam masalah kehamilan dan kandungan, kerap kali membuat bidan dan dokter kandungan disamakan. Padahal, baik bidan atau dokter kandungan memiliki banyak perbedaan khusus yang mungkin belum Anda pahami.

Bidan

Perbedaan paling mendasar dari bidan dan dokter kandungan, yakni latar belakang pendidikannya. Bidan adalah seseorang yang telah menempuh program pendidikan profesi kebidanan, yang biasanya tersedia dalam jenjang pendidikan D3 maupun D4 kebidanan. Waktu yang dibutuhkan seseorang sampai resmi menjadi seorang bidan kurang lebih selama 3-4 tahun.

Namun tidak berhenti sampai di situ. Jika ingin membuka praktik sendiri, bidan harus memiliki sertifikat kompetensi sebagai bukti bahwa kemampuan yang dimilikinya telah mumpuni untuk menunjang pekerjaannya.

Sedari awal pendidikan, bidan memang sudah langsung diperkenalkan mengenai dunia kesehatan dan kandungan. Berbekal keahlian yang dimilikinya, membuat bidan dipercaya sebagai tenaga kesehatan yang tidak hanya siap sedia untuk membantu menangani kehamilan saja. Kelompok usia mulai dari bayi hingga wanita dewasa pun bisa memeriksakan kesehatannya pada bidan.

Menurut M. Christina Johnson, CNM, selaku direktur di American College of Nurse-Midwifes (ACNM) Amerika Serikat, bahwa bidan umumnya cenderung ahli untuk menangani keluhan yang masih normal terjadi selama masa kehamilan. Peralatan yang dimiliki bidan biasanya hanya khusus menangani tindakan program kehamilan yang masih umum, bukan yang sudah kompleks.

Dokter kandungan

Sedangkan dokter kandungan adalah seorang tenaga medis yang memiliki kemampuan khusus untuk menyediakan dan melayani perawatan seputar kehamilan, kandungan, dan persalinan. Sekilas memang tampak mirip dengan bidan. Namun lagi-lagi, baik bidan atau dokter kandungan mengenyam latar belakang pendidikan yang berbeda.

Sebelum menjadi seorang spesialis kandungan, dokter kandungan harus menempuh 3,5-4 tahun pendidikan sarjana kedokteran terlebih dahulu. Setelah lulus, butuh waktu sekitar 2 tahun untuk menjalani koasisten (koas) yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan ujian kompetensi dokter sebagai tahapan sebelum dilantik menjadi dokter umum.

Jika semua tahapan telah selesai, dokter umum baru diizinkan untuk mengambil spesialis kandungan (obstetri dan ginekologi/ ob-gyn) yang kurang lebih berlangsung selama 4 tahun. Itu sebabnya, dokter biasanya memiliki kompetensi yang lebih tinggi untuk menangani keluhan seputar kehamilan dan proses persalinan, dijelaskan oleh Jennifer Niebyl, M.D., selaku dosen kebidanan dan kandungan dari University of Iowa di Amerika Serikat.

pemeriksaan kehamilan

Pilih bidan atau dokter kandungan untuk mempersiapkan program hamil?

Nyatanya meski terlihat memiliki tugas yang sama, tapi kedua tenaga kesehatan ini memiliki kompetensi dan keahlian yang cukup berbeda. Tak terkecuali dalam membuat persiapan kehamilan jangka panjang. Jika ini yang sedang Anda rencanakan, baik bidan atau dokter kandungan sama-sama bisa jadi pilihan yang tepat.

Akan tetapi, ada catatan khusus yang harus Anda pahami. Begini, karena wewenang dan kompetensi bidan yang tidak sama dengan dokter kandungan, maka biasanya bidan hanya mampu melakukan sebatas konsultasi maupun pemeriksaan dasar di awal saja.

Apabila nantinya Anda membutuhkan tahapan pemeriksaan kesehatan yang lebih mendalam, seperti pemberian obat, pemeriksaan USG, maupun tindakan lanjutan lainnya, maka dokter spesialis kandungan adalah jawaban yang tepat. Sebab biasanya sebelum merencanakan program hamil, kondisi tubuh Anda dan pasangan akan diperiksa secara menyeluruh – meliputi seluruh organ reproduksi bagian dalam.

Jika nantinya ditemukan ada masalah, entah itu posisi rahim miring, rahim terbalik, ataupun kondisi abnormal lainnya dalam sistem reproduksi, maka dokter yang punya wewenang lebih untuk membantu Anda dalam mengatasi masalah ini. Berdasarkan hasil tersebut, dokter dapat menentukan program kehamilan mana yang paling sesuai untuk Anda dan pasangan.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca