4 Jenis Kontrasepsi yang Paling Umum untuk Pria, Beserta Plus Minusnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/06/2020
Bagikan sekarang

Kondom selama ini dipandang sebagai satu-satunya kontrasepsi untuk pria yang ampuh mencegah kehamilan. Tapi tahukah Anda bahwa ternyata tersedia banyak pilihan KB untuk pria selain kondom? Berikut adalah informasi sejumlah metode kontrasepsi pria beserta kelebihan dan kekurangannya.

Jenis-jenis KB untuk pria

1. Ejakulasi di luar

Senggama terputus (coitus interruptus), atau yang lebih dikenal dengan metode ejakulasi di luar atau “keluar di luar”, adalah bentuk kontrasepsi pria yang tertua di dunia dan masih sering dipraktikkan hingga saat ini. Sekitar 35 juta pasangan di seluruh dunia bergantung pada teknik ini untuk pencegahan kehamilan darurat.

Saat berhubungan seks, pria akan menarik penisnya keluar dari dalam vagina ketika ia merasa akan ejakulasi atau sebelum mencapainya. Ejakulasi akan dilakukan terpisah, di luar dan menjauhi vagina, dengan sangat berhati-hati agar air mani tidak menetes atau tumpah ke vulva wanita.

Apa kelebihan dari metode ini?

Penerapan metode ini bebas hormon dan praktis, juga tidak membutuhkan biaya sama sekali. Ejakulasi di luar efektif apabila ada komitmen bersama dari kedua pihak.

Apa kekurangan dari metode ini?

Menggunakan metode senggama terputus membutuhkan kemahiran pengendalian diri. Ejakulasi adalah refleks spontan dan tak ada pria di dunia ini yang benar-benar bisa memastikan kapan ia akan orgasme dan ejakulasi. Oleh karena itu, Anda tak benar-benar dapat memperkirakan secara akurat di menit atau detik keberapa Anda harus tarik-keluar.

Menurut Planned Parenthood, 4 dari 100 wanita akan hamil dari partner pria yang selalu menggunakan metode senggama terputus. Artinya, peluang hamil Anda adalah empat persen dari metode ini. Persentase ini cukup tinggi dibandingkan dengan tingkat kegagalan kondom yang hanya dua persen jika digunakan secara tepat. Metode ini juga tidak mencegah penularan penyakit menular seksual meskipun tidak terjadi kehamilan.

2. Kondom

Setelah ejakulasi di luar, kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi modern yang tertua dalam sejarah. Catatan sejarah melaporkan bahwa kondom tertua yang pernah ditemukan berasal dari tahun 1642, namun penggunaanya itu sendiri sudah dimulai sejak 12.000 tahun lalu.

Apa kelebihan dari metode ini?

Cara pakai kondom cukup sederhana dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar. Kondom juga banyak tersedia dan mudah dicari di pasaran. Jika digunakan dengan benar saat melakukan hubungan seksual, efektivitas kondom mencapai 98 persen. Selain mencegah kehamilan, kondom juga melindungi Anda dari penyakit kelamin yang menular.

Apa kekurangan dari metode ini?

Efektif tidaknya kondom untuk mencegah kehamilan ditentukan dari ukuran yang pas dan cara pemakaiannya (dan pelepasannya) yang benar. Ukuran yang terlalu besar berisiko longgar dan terlepas, terlalu sempit berisiko mudah sobek. Memakainya terlambat di tengah-tengah sesi bercinta dapat meningkatkan risiko hamil di luar rencana, terlalu cepat juga tidak akan efektif.

Banyak pula kesimpangsiuran tentang cara pakai kondom yang sebenarnya keliru, seperti memakai kondom dobel atau kondom dipakai untuk dua kali penetrasi, yang dapat meningkatkan risiko kehamilan dan penularan penyakit.

3. Suntik hormon

Suntik KB untuk pria tergolong sebagai kontrasepsi modern yang baru digarap dalam beberapa tahun belakangan ini. Suntik KB pria ini berisi hormon testosteron sintetis dan progestin (hormon wanita sintetis), untuk disuntikkan setiap 8 minggu sekali. Tujuan dari suntik KB pria adalah untuk menurunkan kadar testosteron alami dalam tubuh pria untuk menekan proses pematangan sperma-sperma muda.

Apa kelebihan dari metode ini?

Terapi hormon adalah terapi yang dinilai cukup aman dan efektif untuk dilakukan, karena bersifat sementara atau bisa kembali ke keadaan semula, karena tidak menyebabkan kemandulan permanen seperti pada vasektomi. Metode kontrasepsi ini akan menjadi jalan keluar bagi pasangan di mana pihak perempuannya tidak bisa melakukan kontrasepsi sendiri karena alasan kesehatan tertentu.

Apa kekurangan dari metode ini?

Sampai sejauh ini, suntik KB untuk pria masih bersifat eksperimental terbatas. Maka biaya untuk mendapatkannya pun cukup mahal. Selain itu, layaknya pil KB wanita, suntik KB pria juga harus tepat waktu agar efektivitas kontrasepsi tetap terjaga. Beberapa penelitian menyebutkan cara hormonal ini juga dapat memengaruhi nafsu seks pria.

Metode kontrasepsi dengan hormon tidak bisa melindungi dari penularan penyakit seksual.

4. Vasektomi

Vasektomi adalah pilihan kontrasepsi permanen. Untuk melakukan vasektomi, dokter bedah akan melubangi buah zakar Anda untuk menarik saluran vas (saluran penyalur sperma), memotongnya, dan kemudian mengikat kedua ujungnya sebelum menutup kembali buah zakar Anda dengan jahitan. Proses ini menyebabkan sperma tidak bisa bercampur lagi dengan air mani.

Apa kelebihan dari metode ini?

Apabila pasangan sudah yakin tidak ingin punya anak atau tidak ingin menambah keturunan lagi, vasektomi merupakan cara paling efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan. Lebih dari 99 persen kasus vasektomi terjamin efektif untuk mencegah kehamilan.

Vasektomi tidak akan menurunkan kadar testosteron, mengganggu gairah seks, kemampuan untuk ereksi, orgasme, maupun ejakulasi sehingga Anda masih bisa berhubungan seks seperti biasa tanpa khawatir kebobolan.

Apa kekurangan dari metode ini?

Vasektomi adalah prosedur operasi, sehingga dapat muncul beberapa komplikasi dan efek samping umum, misalnya perdarahan, infeksi, dan rasa tidak nyaman setelah tindakan tersebut dilakukan. Namun hal ini dapat ditangani dengan mudah.

Anda juga harus tetap menggunakan metode kontrasepsi lain sampai tiga bulan setelah vasektomi, karena masih mungkin ada sisa-sisa sperma yang mengapung di sekitar ujung bukaan vas yang dapat menyebabkan kehamilan (mungkin kecil peluangnya, namun tidak mustahil). Vasektomi tidak dapat melindungi Anda dari penyakit seks menular.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

KB dari Bahan Alami Bisa Mencegah Kehamilan, Fakta atau Mitos?

Lemon, pepaya, dan daun kelor dipercaya dapat mencegah kehamilan secara alami. Namun, benarkah bahan tersebut bisa dijadikan KB alami, atau itu hanya mitos?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Tips Memilih Alat Kontrasepsi Paling Aman untuk Wanita Pengidap Radang Usus (IBD)

Wanita dengan radang usus tidak bisa asal pakai alat kontrasepsi. Lalu, apa kontrasepsi yang aman untuk wanita dengan kondisi radang usus?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Setelah Vasektomi Dilakukan, Kapan Saya Bisa Kembali Berhubungan Seks?

Prosedur vasektomi memang melibatkan operasi terhadap organ kelamin pria. Nah, kapan ya waktu yang tepat untuk berhubungan seks setelah vasektomi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

7 Manfaat Kesehatan Pil KB, Selain untuk Mencegah Kehamilan

Ternyata tak cuma untuk mencegah kehamilan, masih ada manfaat kesehatan pil KB lainnya yang menguntungkan wanita. Apa saja, ya? Segera cek di sini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Direkomendasikan untuk Anda

bolehkah suntik kb saat puasa

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
vasektomi dan tubektomi

Vasektomi dan Tubektomi, Sterilisasi untuk Mencegah Kehamilan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/03/2020
kb non hormonal

Pilihan Kontrasepsi Non Hormonal yang Bisa Anda Gunakan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12/03/2020
kb mencegah kehamilan secara alami

KB Alami, Mencegah Kehamilan Tanpa Alat Kontrasepsi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 05/03/2020