Apa yang Terjadi Saat Air Ketuban Pecah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Cairan ketuban adalah air yang mengelilingi bayi di dalam rahim. Membran atau lapisan jaringan yang menjaga air ketuban disebut sebagai kantung ketuban. Sering kali, kantung ketuban pecah selama persalinan. Terkadang kantung ini pecah sebelum waktunya melahirkan, disebut sebagai ketuban pecah dini (KPD). Kebanyakan wanita akan melahirkan kurang dari 24 jam setelah kantung ketuban pecah, namun ada juga yang mengalami ketuban pecah sebelum kehamilan minggu ke-37, dan ini biasa disebut sebagai ketuban pecah dini preterm (KPDP).

Pecahnya ketuban sebelum waktunya dapat menyebabkan dampak yang serius bagi Anda dan bayi, jadi Anda harus berhati-hati selama kehamilan. Namun, apa yang akan terjadi saat kantung ketuban pecah? Apa yang harus Anda lakukan? Lihatlah selengkapnya di bawah ini.

Apa saja ciri kantung ketuban pecah?

Selama kehamilan, kantung ketuban memiliki peran besar dalam melindungi bayi, namun ketika kantung tersebut pecah, air ketuban akan keluar. Keluarnya air ketuban ditandai dengan sensasi basah pada vagina atau perineum. Cairan dapat keluar secara konstan atau berselang, dan dengan perlahan atau menyembur. Warna air ketuban biasanya berwarna kuning jernih atau pucat. Ketika air ketuban yang bocor keluar secara perlahan, para wanita terkadang menganggapnya sebagai urin. Jadi, jika Anda melihat ada cairan yang keluar, tampunglah sebagian dengan menggunakan benda apapun. Lihatlah dengan seksama dan menciumnya. Air ketuban biasanya bening dan tidak berbau seperti urin (bau air ketuban jauh lebih manis).

Apa yang terjadi jika kantung ketuban pecah?

Di rumah sakit, tes sederhana dapat dilakukan untuk mengecek jika ketuban Anda telah pecah. Perawat akan memeriksa leher rahim Anda untuk melihat apakah telah melunak dan membesar. Dan inilah yang akan terjadi jika ketuban pecah dalam waktu tertentu, yaitu:

1. Setelah 37 minggu

Jika ketuban pecah saat kehamilan Anda berada di minggu ke-37, maka bayi Anda telah siap dikeluarkan. Sehingga, Anda harus bersiap untuk melahirkan. Semakin lama waktu yang dibutuhkan dalam proses kelahiran, maka semakin besar kesempatan Anda mendapatkan infeksi. Anda bisa menunggu sementara waktu sebelum mengejan dengan kekuatan sendiri atau diinduksi. Wanita yang melahirkan dalam waktu 24 jam setelah ketuban pecah cenderung untuk mendapatkan infeksi. Jadi, jika persalinan tidak dapat dimulai dengan kekuatan sendiri, maka lebih baik diinduksi.

2. Antara 34 dan 37 minggu

Jika Anda mengalami pecah ketuban antara 34 dan 37 minggu, maka perawat akan cenderung menyarankan Anda untuk diinduksi. Hal ini lebih aman untuk bayi yang akan lahir beberapa minggu lebih awal daripada Anda terkena infeksi.

3. Sebelum 34 minggu

Jika ketuban rusak sebelum 34 minggu, ini tergolong kondisi yang lebih serius. Ketika tidak ada tanda-tanda infeksi, perawat mungkin mencoba untuk menahan Anda melahirkan dan membuat Anda beristirahat. Obat-obatan steroid diberikan untuk membantu paru-paru bayi tumbuh dengan cepat. Bayi akan tumbuh dengan baik jika paru-parunya memiliki waktu untuk berkembang sebelum dilahirkan.

Anda juga akan menerima antibiotik untuk membantu mencegah infeksi. Anda dan bayi Anda akan diawasi dengan ketat di rumah sakit. Perawat dapat melakukan tes untuk memeriksa paru-paru bayi. Ketika paru-paru telah tumbuh dengan cukup, maka perawat akan menginduksi persalinan.

Apa yang menyebabkan ketuban pecah dini?

Jika kantung ketuban pecah sebelum umur kehamilan 37 minggu, ini bisa dipicu oleh:

  • Riwayat ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya.
  • Radang selaput janin (infeksi intra-amnion).
  • Perdarahan vagina selama trimester kedua dan ketiga.
  • Merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang selama kehamilan.
  • Gizi buruk.
  • Ukuran serviks pendek.

Potensi komplikasi ketika Anda mengalami ketuban pecah dini adalah infeksi pada ibu atau janin, solusio plasenta (ketika plasenta kulit jatuh dari dinding rahim sebelum persalinan), dan masalah tali pusat. Bayi juga berisiko komplikasi akibat kelahiran prematur.

Kapan pecah ketuban harus dikhawatirkan?

Pecahnya kantung ketuban memang hal alami yang akan terjadi pada tubuh wanita hamil. Namun, beberapa kondisi di bawah ini adalah yang paling berbahaya dan harus meminta pertolongan medis segera, yaitu:

  • Air ketuban bocor kurang dari 37 minggu.
  • Air ketuban berbau busuk, berwarna kehijauan atau kehitaman, atau bernoda dengan banyak darah.
  • Tidak ada kontraksi dalam 24 jam setelah ketuban pecah.

Ketiga hal tersebut dapat membuat Anda dan bayi Anda berada dalam bahaya, jadi janganlah menganggap sepele berbagai kondisi yang terjadi pada Anda.

 

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 menit baca

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

    Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 4 menit baca
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca