backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Vitamin K Selama Kehamilan

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Vitamin K Selama Kehamilan

Tak hanya folat dan vitamin D yang jadi vitamin penting selama kehamilan. Ada pula vitamin K yang tidak boleh untuk ibu hamil lewatkan.

Lantas, apa pentingnya vitamin K selama masa kehamilan? Bagaimana Anda bisa memenuhi kebutuhan zat gizi ini? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Apa manfaat vitamin K untuk ibu hamil?

Vitamin K adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Jenis vitamin ini terbagi ke dalam dua bentuk, yaitu phylloquinone (vitamin K1) dan menaquinone (vitamin K2).

Umumnya, kedua jenis vitamin K ini perlu Anda dapatkan dari asupan makanan. Meski begitu, beberapa bakteri usus dalam tubuh manusia juga bisa memproduksi menaquinone.

Baik phylloquinone dan menaquinone, keduanya sama-sama punya peran penting bagi tubuh.

Vitamin ini membantu menghasilkan protein-protein yang dibutuhkan oleh tubuh untuk proses pembekuan darah, pembentukan tulang, dan fungsi vital lainnya.

Berdasarkan cara kerjanya tersebut, berikut adalah sejumlah manfaat vitamin K untuk ibu hamil.

1. Mencegah perdarahan berlebih

hamil 7 bulan

Perdarahan saat hamil termasuk kondisi yang umum terjadi. Hal ini bisa menjadi tanda keguguran, infeksi, kehamilan ektopik, hingga kelahiran prematur.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports (2018) menyebut bahwa kekurangan vitamin K dapat menyebabkan perdarahan berlebih pada ibu hamil dan bayi baru lahir.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu mencegah kekurangan vitamin K dengan mencukupi kebutuhan hariannya.

2. Menjaga kesehatan tulang

Masalah pada tulang memang jarang terjadi pada ibu hamil. Namun, bukan berarti Anda dapat mengabaikan kesehatan tulang selama kehamilan.

Memenuhi kebutuhan vitamin K bisa membantu menjaga kesehatan ibu hamil dan janin, dalam hal ini mendukung perkembangan tulang yang sehat.

Hal ini karena vitamin K terlibat dalam produksi osteokalsin, yaitu protein yang berperan dalam pembentukan tulang dan mencegah pengeroposan tulang.

3. Menjaga kesehatan jantung

Dikutip dari laman Harvard School of Public Health, vitamin K terlibat dalam produksi matrix Gla proteins (MGP) yang membantu mencegah pengerasan arteri jantung.

Kekurangan vitamin K bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Itu sebabnya, ibu hamil harus memenuhi asupan vitamin K untuk mencegah masalah tersebut.

Jantung bekerja lebih keras saat hamil, sebab ini bisa meningkatkan risiko masalah baru terkait jantung, seperti hipertensi gestasional hingga preeklampsia.

Berapa kebutuhan vitamin K selama kehamilan?

Kebutuhan vitamin K tidak meningkat selama kehamilan. Artinya, kebutuhan vitamin K sebelum dan selama kehamilan tetaplah sama.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan RI pada 2019, wanita berusia 19–29 tahun membutuhkan 55 mikrogram (mcg) vitamin K per hari.

Selama tahapan kehamilan, baik pada trimester pertama, kedua, maupun ketiga, ibu hamil tidak membutuhkan tambahan asupan vitamin K.

Hal ini berbeda dengan asupan folat dan vitamin C selama kehamilan yang harus ditingkatkan.

Anda perlu menambah asupan folat hingga 200 mcg per hari, sedangkan penambahan vitamin C sebesar 10 mcg per hari dibandingkan dengan sebelum hamil.

Apa saja sumber vitamin K untuk ibu hamil?

makanan yang dilarang saat hamil muda

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin K harian, Anda bisa mengonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil. Namun, perlu diketahui bahwa sumber vitamin K1 dan K2 itu berbeda.

Asupan vitamin K1 bisa diperoleh dari sayuran berdaun hijau, yakni kangkung, bayam, brokoli, kubis, kale, atau selada.

Selain itu, minyak kedelai, minyak canola, dan buah-buahan, seperti buah delima, bluberi, dan anggur, juga bisa menjadi sumber vitamin K1 yang baik untuk ibu hamil.

Sementara itu, ibu hamil bisa memperoleh asupan vitamin K2 dari produk hewani dan makanan fermentasi, misalnya daging, keju, telur, hati sapi, dan tempe.

Meski begitu, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi daging dan minyak nabati terlalu banyak. Hal ini karena daging mengandung lemak jenuh yang tinggi.

Mengonsumsi terlalu banyak lemak saat hamil berpotensi meningkatkan kadar kolesterol serta meningkatkan berat badan secara berlebihan.

Suplemen vitamin K umumnya tidak dibutuhkan oleh ibu hamil, terkecuali pada kondisi tertentu.

Untuk mengetahui apakah Anda perlu meminum suplemen vitamin K selama kehamilan serta dosisnya, sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter kandungan Anda.

Kesimpulan

  • Vitamin K terdiri dari dua bentuk, yakni vitamin K1 dan vitamin K2.
  • Beberapa manfaat vitamin K untuk ibu hamil yaitu mencegah perdarahan, menjaga kesehatan tulang, dan mendukung kerja jantung.
  • Kebutuhan vitamin K selama masa kehamilan ialah sekitar 55 mikrogram (mcg) per hari.
  • Ibu hamil umumnya bisa memenuhi asupan vitamin ini lewat makanan, seperti sayuran hijau, daging, telur, hati sapi, dan produk fermentasi kedelai.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan