backup og meta
Kategori

3

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

4 Permen Antimual yang Aman untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 30/01/2023

4 Permen Antimual yang Aman untuk Ibu Hamil

Ada beragam cara yang bisa dilakukan ibu hamil untuk meredakan mual dan muntah, misalnya makan permen. Apa saja permen anti mual yang direkomendasikan untuk ibu hamil? Bagaimana juga dengan keamanannya selama kehamilan? Simak terlebih dahulu penjelasannya berikut ini.

Ragam permen anti mual untuk ibu hamil

Sangat wajar bila ibu hamil merasakan morning sickness yang ditandai dengan rasa mual dan muntah. Sesuai dengan namanya, gejala ini sering kali muncul pada pagi hari.

Morning sickness umumnya terjadi pada trimester pertama. Pada periode ini, hormon estrogen dan progesteron sedang meningkat sehingga menjadi pemicu mual saat hamil.

Salah satu cara paling mudah untuk mengatasi mual dan muntah yakni dengan makan permen.

Bukan sembarang permen, berikut ini merupakan beberapa pilihan permen anti mual untuk ibu hamil yang dapat Anda konsumsi saat morning sickness melanda tiba-tiba.

1. Permen jahe

manfaat jahe bagi kesehatan

Jahe telah terbukti ampuh dan aman untuk meredakan mual saat hamil. Rimpang ini juga hadir dalam berbagai bentuk olahan, salah satunya permen jahe.

Manfaat jahe untuk meredakan mual pada ibu hamil dipercaya berasal dari kandungan senyawa gingerol dan shogaol di dalamnya. Cara kerja kedua senyawa ini mirip dengan obat antimual.

Meski tergolong aman untuk kebanyakan orang, ibu hamil sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan jahe sebagai obat mual alami.

Ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah rendah dan gula darah rendah, perlu lebih berberhati-hati saat mengonsumsi rempah ini.

2. Permen mint

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Family Medicine and Primary Care (2019) menemukan bahwa aroma mint membantu menurunkan tingkat keparahan mual dan muntah pada ibu hamil.

Selain dalam bentuk daun segar, permen mint untuk ibu hamil juga punya efek antimual. Aroma segar mint bisa membantu menenangkan saluran pencernaan sehingga gejala mual dan muntah berkurang.

Akan tetapi, Anda yang mengidap penyakit refluks asam lambung (GERD) perlu berhati-hati bila makan permen mint saat hamil.

Efek mint juga mampu melemaskan otot sfingter esofagus bagian bawah yang membuat asam lambung mengalir naik menuju kerongkongan.

3. Permen tamarind

gambar manfaat asam jawa

Permen tamarind juga dapat Anda jadikan pilihan permen anti mual yang aman untuk ibu hamil.

Tamarind alias asam jawa punya cita rasa masam yang disukai ibu hamil. Bahan alami ini juga dipercaya mengandung senyawa yang membantu menenangkan perut.

Senyawa alami dalam asam jawa dipercaya membantu meredakan gejala mual dan muntah akibat morning sickness, terutama pada trimester pertama kehamilan.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada studi yang membahas mengenai manfaat asam jawa untuk mengatasi keluhan pada ibu hamil tersebut.

4. Permen lemon dan madu

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Iranian Red Crescent Medical Journal (2014) menemukan bahwa aroma lemon membantu meredakan gejala mual dan muntah selama kehamilan.

Kelompok ibu hamil yang diberikan aroma lemon mengalami gejala mual dan muntah 9% lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok lain yang diberikan plasebo.

Tambahan madu juga membantu menetralkan tingkat keasaman yang tinggi dalam lemon.

Selain itu, pemberian madu untuk ibu hamil juga bermanfaat untuk mengurangi perut begah serta meredakan batuk dan sakit tenggorokan yang diakibatkan morning sickness.

Makan permen saat hamil, apa yang harus diperhatikan?

mual muntah saat hamil

Meski cukup aman dan membantu meredakan gejala, permen anti mual untuk ibu hamil pada dasarnya tinggi akan kandungan gula.

Para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan kelebihan gula saat hamil dapat berdampak buruk untuk perkembangan otak janin.

Hasil riset ini menunjukkan bahwa bayi yang terlahir dari ibu yang mengonsumsi gula berlebihan lebih berisiko mengalami penurunan kemampuan berpikir di masa mendatang.

Di samping itu, konsumsi gula berlebih juga berkaitan dengan diabetes gestasional yang dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan janin.

Sesekali makan permen untuk meredakan mual dan muntah sebenarnya tidak begitu masalah.

Anda juga dapat melakukan beberapa perubahan gaya hidup untuk mencegah dan mengatasi morning sickness seperti berikut ini.

  • Makan dalam porsi kecil atau camilan setiap 1–2 jam supaya perut tidak kosong.
  • Pilih makanan sehat untuk ibu hamil yang kaya akan protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
  • Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, pisang, dan sayuran hijau.
  • Hindari makanan yang terlalu berlemak, berminyak, atau pedas.
  • Minum lebih banyak air untuk mencegah dehidrasi.
  • Lebih banyak istirahat dan jangan memaksakan diri untuk terus beraktivitas.
  • Bangun dari tempat tidur secara perlahan untuk menghindari pusing dan mual.

Apabila gejala mual dan muntah tidak mereda atau malah bertambah parah, kondisi ini mungkin menandakan masalah kehamilan yang disebut hiperemesis gravidarum.

Efek gangguan ini lebih parah daripada morning sickness biasa. Hiperemesis gravidarum dapat membuat ibu hamil mengalami dehidrasi dan penurunan berat badan secara drastis.

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan guna menghindari komplikasi serius yang dapat membahayakan ibu hamil dan janin.

Kesimpulan

  • Permen anti mual untuk ibu hamil mengandung bahan alami untuk meredakan morning sickness, seperti jahe, daun mint, asam jawa, lemon, dan madu.
  • Ibu hamil sebaiknya tidak terlalu sering makan permen demi menghindari komplikasi akibat asupan gula berlebih selama kehamilan.
  • Jika gejala tidak kunjung membaik atau bertambah parah, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 30/01/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan