home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini 4 Tahap Pemeriksaan Leopold Sebelum Proses Persalinan

Ini 4 Tahap Pemeriksaan Leopold Sebelum Proses Persalinan

Pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan ibu hamil secara rutin dengan waktu yang sudah ditentukan dokter. Begitu juga saat ibu sudah berada di akhir masa kehamilan. Salah satunya pemeriksaan yang perlu dilakukan ialah Leopold. Berikut penjelasan tahapan pemeriksaan Leopold sebelum proses persalinan.

Apa itu pemeriksaan Leopold?

pemeriksaan leopold

Manuver Leopold adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mencari tahu posisi janin di dalam kandungan dalam empat tahap. Pemeriksaan ini dilakukan dokter dengan meraba rahim melalui perut ibu.

Dikutip dari sebuah studi yang berjudul Leopold Maneuvers, pemeriksaan ini berasal dari ahli kandungan dan ginekolog Jerman, yaitu Christian Gerhard Leopold.

Ini tergolong tindakan medis atau pemeriksaan lanjutan yang mudah dilakukan karena tidak perlu memasukkan alat tertentu ke dalam tubuh.

Akurasi dari pemeriksaan Leopold yang dilakukan pada trimester ketiga kehamilan adalah sekitar 63% – 88%.

Dapat dikatakan bahwa hasil pemeriksaan yang akurat juga dipengaruhi dari berbagai faktor termasuk pengalaman dokter. Maka dari itu, pemeriksaan ini juga dibarengi dengan USG supaya hasilnya lebih akurat.

Namun terkadang, pemeriksaan Leopold ini sulit dilakukan pada ibu hamil dengan kondisi obesitas atau air ketuban yang terlalu banyak (polihidramnion).

Bagaimana posisi paling umum bayi menjelang persalinan?

Menjelang akhir kehamilan, bayi di dalam kandungan dengan sendirinya akan mulai bergerak ke posisi lahir. Biasanya, bayi akan membalikkan tubuh sehingga posisi kepala menghadap ke bawah.

Dimulai dari situ, pelan-pelan bayi akan mulai bergerak semakin ke bawah dan bersiap melewati jalan lahir.

Dikutip dari Cleveland Clinic, menjelang proses persalinan, biasanya posisi kepala bayi menghadap ke bawah sudah siap masuk ke panggul.

Selanjutnya, bayi akan menghadap ke area punggung ibu dengan dagu yang menempel di dada.

Kebanyakan bayi akan berada di posisi ini pada minggu ke-32 hingga masuk ke minggu ke-36 masa kehamilan.

Maka dari itu, diperlukan pemeriksan kehamilan seperti Leopold agar Anda, pasangan, dan dokter bisa mendiskusikan rencana persalinan dengan tepat.

Bagaimana tahapan pemeriksaan Leopold?

pemeriksaan leopold

Pemeriksaan kehamilan,termasuk Leopold, terkadang bisa membuat ibu hamil merasa tidak nyaman.

Maka dari itu, perawat atau dokter sebaiknya memastikan bahwa ibu sudah berada di posisi yang tepat dan merasa rileks.

Berikut persiapan yang akan dilakukan dokter sebelum melakukan pemeriksaan Leopold, seperti:

  • Setelah mencuci tangan, dokter akan menjelaskan langkah-langkah dari pemeriksaan Leopold.
  • Apabila ibu hamil sudah menyetujui, Anda disarankan untuk buang air kecil agar mempermudah dokter merasakan janin.
  • Dokter akan mempersiapkan peralatan seperti pita pengukur serta stetoskop.
  • Ibu akan diminta untuk tidur telentang, lalu bagian kepala akan ditinggikan sedikit.
  • Dokter juga akan menyediakan bantal serta handuk kecil disamping kiri tubuh ibu.
  • Tahapan terakhir, dokter akan mulai memeriksa serta meraba perut ibu.

Tahapan pemeriksaan Leopold

Setelah persiapan, dokter akan langsung melakukan pemeriksaan Leopold. Berikut tahapan dari pemeriksaan.

Tahap 1

Hal pertama yang akan dilakukan dokter adalah menaruh kedua tangan di atas perut ibu. Dokter akan mencari area atas rahim (fundus) untuk menentukan posisi tertinggi janin.

Apabila kepala atau bokong bayi berada di fundus, maka janin berada di posisi vertikal.

Pada tahap Leopold ini, kebanyakan dokter akan merasakan bokong bayi. Ketika bayi di dalam kandungan tidak berada di posisi ini, kemungkinan besar janin berada di posisi transversal (melintang).

Tahap 2

Setelah tahap Leopold pertama, dokter akan memindahkan kedua tangan pada setiap sisi perut lainnya seperti area pusar.

Ini dilakukan agar dokter bisa menentukan area punggung atau tulang belakang bayi.

Tidak hanya itu saja, pada tahap ini juga dokter akan mencari tahu bayi di dalam kandungan sedang berada di posisi kanan atau kiri.

Tahap 3

Pada tahap pemeriksaan ketiga Leopold, dokter akan menggunakan ibu jari dan jari tangan lainnya dan memeriksan bagian bawah perut.

Ini dilakukan untuk memastikan bagian tubuh bayi mana yang berada di bawah rahim. Sebagai contoh, apabila terasa keras maka ada kemungkinan itu merupakan area kepala bayi.

Selain itu, pada tahap ini juga dokter bisa menilai berat janin serta volume air ketuban.

Tahap 4

Pada tahap pemeriksaan Leopold yang terakhir, dokter akan berpindah posisi menghadap panggul ibu.

Lalu, kedua telapak tangan dokter akan ditaruh pada kedua sisi perut bagian bawah. Setelah itu, ujung jari akan menekan area sepanjang jalan lahir.

Ini dilakukan untuk memastikan apakah kepala bayi masih di area perut atau sudah sampai jalan lahir.

Setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan, akan ada pemeriksaan lanjutan secara keseluruhan seperti mengukur tekanan darah hingga detak jantung bayi.

Tidak hanya itu saja, dokter juga akan melakukan USG kehamilan lanjutan untuk melihat perkembangan bayi.

Permeriksaan serta berkonsultasi mengenai kehamilan adalah hal yang penting dan perlu dilakukan secara rutin.

Ini bertujuan agar Anda tetap bisa memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kandungan.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Metode kalkulasi

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Superville, S., & Siccardi, M. (2020). Leopold Maneuvers. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560814/

Leopold’s Maneuvers. (2021). Retrieved 2 February 2021, from http://perinatology.com/Reference/glossary/L/Leopolds.htm

PMC, E. (2021). Europe PMC. Retrieved 2 February 2021, from https://europepmc.org/article/med/31462118

Positions Of Baby In Womb. (2021). Retrieved 2 February 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9677-fetal-positions-for-birth

Baby positions in the womb before birth. (2019). Retrieved 2 February 2021, from https://www.nct.org.uk/labour-birth/getting-ready-for-birth/baby-positions-womb-birth

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Atifa Adlina pada 3 minggu lalu
x