Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bolehkah Ibu Hamil Berolahraga untuk Menurunkan Berat Badan?

Bolehkah Ibu Hamil Berolahraga untuk Menurunkan Berat Badan?

Hamil bukanlah hambatan untuk tetap aktif bergerak. Anda bisa melakukan berbagai jenis latihan dan olahraga selama gerakan-gerakan yang dilakukan aman bagi kesehatan diri dan janin. Lantas, bagaimana jika ibu hamil ingin melakukan olahraga dengan tujuan menurunkan berat badan? Apakah aman dilakukan atau justru berisiko untuk ibu dan bayi dalam kandungan?

Bolehkah ibu hamil olahraga untuk menurunkan berat badan?

berat badan ideal hamil

Sebelum dan selama masa kehamilan, ibu hamil perlu menambah berat badan untuk menyokong pertumbuhan janin.

Asalkan kenaikan berat badan sesuai dengan ketentuan, hal ini tergolong sehat dan ibu hamil tidak perlu cemas akan berat badan yang bertambah.

Namun, ibu hamil yang mengalami kelebihan berat badan justru perlu melakukan hal sebaliknya.

Mereka harus menurunkan berat badan secara bertahap untuk mencegah komplikasi kehamilan seperti hipertensi, diabetes, hingga persalinan prematur.

Ada dua cara yang bisa dilakukan ibu hamil untuk menurunkan berat badan, yakni dengan mengurangi asupan kalori dan melakukan olahraga.

Upaya ini dilakukan hingga ibu hamil mencapai berat badan yang seharusnya. Artinya, olahraga untuk menurunkan berat badan saat hamil diperbolehkan selama dalam batas aman.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu sebelum memulai program penurunan berat badan.

Dokter akan membantu menentukan target berat badan, menyesuaikan pola makan, serta memantau perkembangan janin selama program berlangsung.

Jangan asal berolahraga berat tanpa meminta pertimbangan dokter karena hal ini bisa membahayakan Anda dan janin dalam kandungan.

Ketentuan olahraga untuk menurunkan berat badan selama kehamilan

olahraga untuk pcos

Banyak ibu hamil enggan berolahraga karena takut membahayakan janinnya. Olahraga seperti sit-up atau latihan beban saat hamil memang berbahaya.

Akan tetapi, masih banyak jenis olahraga yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan saat hamil dengan lebih aman.

Melansir laman Kids Health, olahraga penurun berat badan yang aman bagi ibu hamil antara lain berjalan kaki, berenang, bersepeda statis, jogging, yoga, senam hamil, dan sedikit berdansa.

Banyak ahli menyarankan olahraga jalan kaki karena mudah dan tingkat kesulitannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Rutinlah berolahraga selama 30 menit sehari dan lakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Jika berolahraga tanpa henti selama 30 menit terasa berat untuk Anda, cobalah berikan jeda setiap 10 menit sekali.

Selama berolahraga, kenali tanda-tanda yang muncul pada tubuh Anda. Keberadaan janin biasanya membuat ibu hamil lebih mudah pusing dan hilang keseimbangan.

Perut yang membesar juga dapat mendorong paru-paru dan membuat Anda sulit bernapas. Segera hentikan kegiatan olahraga apabila Anda mengalami gejala tersebut.

Anda juga perlu berhenti sejenak jika mengalami peningkatan denyut jantung secara drastis, kelelahan, nyeri punggung atau panggul, serta kepala berkunang-kunang.

Melakukan olahraga untuk menurunkan berat badan sejatinya aman bagi ibu hamil. Namun, jangan pernah melakukannya secara berlebihan.

Olahraga berlebihan, apalagi pada cuaca panas, bisa membuat tubuh Anda dan janin mengalami kepanasan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat.

Jenis olahraga yang perlu dihindari

latihan angkat beban untuk pemula

Meskipun tubuh Anda terasa bugar saat menjalani olahraga apa pun, tetap ada jenis olahraga yang perlu dihindari ibu hamil. Jenis-jenis olahraga tersebut yaitu:

  • Olahraga dengan risiko jatuh yang tinggi seperti skating, bersepeda di luar rumah, dan olahraga permainan seperti basket.
  • Olahraga yang membuat tubuh harus berbaring telentang dalam waktu lama.
  • Olahraga yang banyak melibatkan gerakan perut.
  • Olahraga yang banyak melibatkan lompatan serta gerakan ke atas dan ke bawah.
  • Olahraga yang membuat Anda harus mengubah arah gerak dengan cepat.

Intinya, olahraga yang dilakukan untuk menurunkan berat badan saat hamil tidak boleh sampai membahayakan kondisi ibu maupun janin.

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani rutinitas olahraga apa pun. Kemudian, jalani kegiatan olahraga sesuai ketentuan dan jangan berlebihan.

Perlahan tapi pasti, rutinitas olahraga yang Anda lakukan akan memberikan hasil yang memuaskan.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Safely Lose Weight During Pregnancy. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-to-lose-weight-safely#1 Diakses pada 1 Oktober 2019.

Can I safely lose weight during pregnancy? https://www.medicalnewstoday.com/articles/324658.php Diakses pada 1 Oktober 2019.

Exercising During Pregnancy. https://kidshealth.org/en/parents/exercising-pregnancy.html Diakses pada 1 Oktober 2019.

Can You Lose Weight With Exercise While Pregnant? https://www.livestrong.com/article/304056-can-you-lose-weight-with-exercise-while-pregnant/ Diakses pada 1 Oktober 2019.

Exercises to Avoid During Pregnancy. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/exercise-safety Diakses pada 1 Oktober 2019.

Exercises To Do and Avoid During Pregnancy. https://healthengine.com.au/info/exercises-to-do-and-avoid-during-pregnancy Diakses pada 1 Oktober 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team