backup og meta
Kategori

1

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Bolehkah Ibu Minum Obat Diet Saat Hamil?

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 07/09/2023

Bolehkah Ibu Minum Obat Diet Saat Hamil?

Kenaikan berat badan yang drastis saat hamil tak jarang bikin banyak wanita khawatir. Hal ini terkadang membuat mereka mencoba minum obat diet atau pelangsing. Lalu, apakah aman minum obat diet untuk ibu hamil? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Apakah aman minum obat diet untuk ibu hamil?

diet keto saat hamil

Pada dasarnya, mengonsumsi obat pelangsing saat hamil sangat tidak dianjurkan. Mengapa begitu? Penyebabnya karena obat diet di pasaran umumnya mengandung stimulan.

Stimulan bekerja dengan meningkatkan detak jantung sehingga akan ada lebih banyak kalori yang terbakar. Sayangnya, hal ini bukanlah pilihan yang aman untuk si jabang bayi.

Selama kehamilan, tubuh ibu bekerja lebih keras untuk menyuplai energi dan zat gizi yang dibutuhkan oleh janin dalam kandungan. 

Asupan energi dan zat gizi yang cukup sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan janin, termasuk organ-organ vital dan penambahan berat badannya.

Oleh karena itu, tubuh ibu hamil membutuhkan lebih banyak asupan kalori, vitamin, dan mineral dibandingkan dengan yang biasa mereka konsumsi sebelum kehamilan.

Tubuh ibu pun akan melakukan penyesuaian dengan kehamilan itu sendiri. Salah satu caranya dengan meningkatkan cadangan lemak baik yang diperlukan untuk masa ASI eksklusif nanti.

Diet saat hamil dengan obat pelangsing justru punya efek yang bertolak belakang. Obat ini akan memangkas kebutuhan gizi tambahan yang seharusnya Anda dapatkan selama kehamilan.

Selain itu, obat pelangsing tidak jarang membuat nafsu makan Anda menurun. Bahkan, bahan aktif dan kandungan lain di dalamnya belum terjamin aman bila dikonsumsi saat hamil.

Bahaya minum obat diet dan pelangsing saat hamil

Selama kehamilan, Anda perlu berhati-hati saat minum obat atau suplemen. Pasalnya, apa pun yang Anda konsumsi bisa berefek pada tubuh Anda dan janin.

Berikut ini adalah berbagai dampak buruk yang bisa terjadi bila Anda melakukan diet saat hamil dengan minum obat pelangsing.

1. Tekanan darah tinggi

hipertensi jas putih, white jacket hypertension, white jacket syndrome

Hipertensi saat hamil dapat mengurangi aliran darah ke plasenta. Ini akan mengurangi oksigen dan zat gizi ke tubuh janin yang berakibat pada rendahnya berat badan bayi saat lahir.

Peningkatan tekanan darah dan denyut nadi juga dapat membuat Anda berisiko mengalami preeklampsia. Hal inilah yang dapat membahayakan ibu dan janin.

2. Keguguran dan kelahiran prematur

Minum obat pelangsing saat hamil dapat memberikan efek stimulan yang menyebabkan hipertensi. Kenaikan tekanan darah inilah yang bisa memicu keguguran dan kelahiran prematur.

Di samping itu, konsumsi obat diet juga rentan membuat ibu hamil kurang gizi. Hal ini membuat ibu gampang sakit dan berisiko mengalami anemia yang memengaruhi perkembangan janin.

3. Kerusakan hati

Meski jarang terjadi, penggunaan produk pelangsing yang mengandung ekstrak teh hijau (green tea extract) telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko kerusakan hati.

Sebuah studi dalam Journal of Dietary Supplements (2022) menemukan konsumsi ekstrak teh hijau dalam jangka panjang dan dosis besar bisa menimbulkan kerusakan hati pada orang dengan variasi genetik tertentu.

4. Dehidrasi

Bahaya Dehidrasi Pada Ibu Hamil

Selain sebagai stimulan, kafein yang terdapat dalam obat pelangsing juga memiliki efek diuretik. Zat diuretik dapat merangsang pengeluaran cairan tubuh secara berlebihan melalui urine.

Berkurangnya cairan tubuh dapat menyebabkan dehidrasi pada ibu hamil. Kondisi ini bisa menyebabkan kram otot, infeksi saluran kemih, hingga kelahiran prematur saat hamil.

5. Bibir sumbing

Kombinasi phentermine dan topiramate kerap digunakan dalam obat pelangsing.

Menurut sebuah studi dalam jurnal Neurology (2018), minum obat pelangsing yang mengandung kedua zat tersebut saat hamil muda bisa menyebabkan bibir sumbing pada janin.

Paparan topiramate pada trimester pertama dapat mengganggu perkembangan struktur wajah janin. Oleh sebab itu, hindari obat ini bila Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil.

Bagaimana cara melakukan diet sehat saat hamil?

Anda tidak dianjurkan melakukan diet saat hamil untuk menurunkan berat badan. Kenaikan berat badan sendiri merupakan hal yang wajar terjadi selama kehamilan.

Daripada minum obat diet untuk ibu hamil, ada baiknya Anda berfokus menjaga kenaikan berat badan dengan mengatur pola makan sehat dan bergizi seimbang.

Diet yang sehat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, yakni dengan mengonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat.

Ibu juga perlu mendapatkan asupan asam folat, kalsium, dan zat besi untuk mendukung proses tumbuh-kembang janin dalam kandungan.

Nah, bila Anda khawatir memiliki berat badan berlebih selama hamil, cobalah untuk menghitung dengan kalkulator kenaikan berat badan ibu hamil yang tersedia di Hello Sehat.

Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan maupun mengonsumsi obat dan suplemen apa pun selama kehamilan.

Kesimpulan

  • Konsumsi obat diet (pelangsing) untuk ibu hamil sangat tidak dianjurkan karena tidak aman bagi ibu dan janin.
  • Kandungan dalam obat ini memiliki efek stimulan yang meningkatkan detak jantung sehingga menyebabkan lebih banyak kalori terbakar.
  • Beberapa efek berbahaya akibat minum obat diet saat hamil di antaranya kerusakan hati, keguguran, kelahiran prematur, hingga meningkatnya risiko cacat lahir.
  • Jika Anda khawatir mengalami kegemukan saat hamil, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui kenaikan berat badan yang aman dan metode diet yang tepat selama kehamilan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 07/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan