home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Cara Menjaga Kehamilan Tetap Sehat Meski Sudah Berusia 40 Tahun

7 Cara Menjaga Kehamilan Tetap Sehat Meski Sudah Berusia 40 Tahun

Bukan tak mungkin hamil di usi 40 tahun, tapi mungkin prosesnya tidak semudah wanita yang hamil di usia yang lebih muda. Sebab, hamil di usia tua membuat Anda lebih meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Meski demikian, tak berarti Anda lantas pesimis dan menyerah begitu saja. Anda tetap memungkinkan untuk menjalani kehamilan dan melahirkan anak secara sehat walau usia sudah berkepala empat, asalkan Anda mengikuti tips menjaga kehamilan yang sehat berikut ini.

Cara menjaga kehamilan tetap sehat di usia yang tak lagi muda

Walaupun kemungkinan hamil masih ada, kesempatan untuk hamil di usia 40 tahun hanyalah 5 persen saja. Selain itu, wanita yang hamil di usia 40 tahun ke atas lebih berisiko terkena komplikasi kehamilan, di antaranya diabetes gestasional, preeklampsia, plasenta previa, bayi lahir prematur dan berat badan rendah (BBLR), bayi lahir dengan operasi caesar, keguguran atau kematian saat lahir.

Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kehamilan di usia yang tidak lagi muda, di antaranya sebagai berikut:

1. Melakukan pemeriksaan kehamilan rutin atau antenatal care (ANC)

Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Ini bertujuan agar ibu hamil mampu menghadapi persalinan, masa nifas, pemberian ASI eksklusif, dan mengembalikan kesehatan reproduksinya dengan baik.

Pemeriksaan ini dapat berupa pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, dan USG untuk mengetahui masalah yang dapat muncul selama kehamilan. Anda dapat mendiskusikan berbagai hal seputar kehamilan Anda kepada bidan atau dokter, termasuk cara menjaga kehamilan, rencana melahirkan, atau segala kekhawatiran yang memenuhi kepala Anda. Biasanya, pemeriksaan ini harus dilakukan setiap bulan tapi tanyakan lagi pada dokter Anda kapan jadwal yang tepat untuk melakukan semua tes tersebut.

Konsultasikan juga bila Anda memiliki masalah diabetes atau tiroid yang mungkin akan memengaruhi kehamilan Anda beserta cara mengatasinya. Dengan begitu, Anda dapat menjalani kehamilan dengan lebih aman dan lancar.

2. Minum suplemen khusus

Ketika memasuki masa kehamilan, maka kebutuhan gizi ibu meningkat. Banyak ibu yang tidak bisa memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik, sehingga terancam kekurangan vitamin dan mineral. Tentunya akan memengaruhi kesehatan janin maupun ibu.

Maka itu ibu hamil, apalagi yang hamil di usia 40 tahun, memerlukan suplemen khusus agar kebutuhan gizinya tercukupi dengan baik. Suplemen tambahan yang diberikan yaitu yang mengandung asam folat, zat besi, dan kalsium. Suplemen ini bermanfaat untuk mencegah beberapa cacat lahir terkait dengan sumsum tulang belakang dan otak, salah satunya spina bifida.

Bila Anda mengidap penyakit tertentu dan mengonsumsi obat-obatan, baiknya konsultasikan dulu pada dokter apakah Anda boleh lanjut minum obat tersebut atau tidak. Sebab, tidak semua obat dapat dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil.

3. Istirahat yang cukup

Menurut Barbara O’Brien, M.D., seorang spesialis perinatal genetik di Women and Infants’ Hospital of Rhode Island, wanita yang hamil di usia 40 tahun harus lebih peka terhadap tubuhnya. Seperti dilansir dari Fit Pregnancy, wanita usia 40 tahun justru lebih bersemangat dalam beraktivitas, sehingga mereka cenderung ingin terus melakukan semua halnya sendiri.

Maka, Anda perlu mengistirahatkan tubuh Anda sesering mungkin dan tidak memaksakan diri. Simpan tenaga Anda dengan istirahat yang cukup untuk menjaga kehamilan Anda di usia yang tak lagi muda.

vitamin untuk ibu hamil

4. Makan makanan yang bergizi

Selama hamil, makanan dan nutrisi harus terjaga dengan baik. Asupan makanan yang tidak tepat dapat membuat gizi ibu hamil tidak tercukupi dan nantinya bisa berdampak pada kesehatan janin.

Oleh karena itu, penuhi asupan nutrisi Anda dengan makan makanan yang bergizi, terutama yang mengandung tinggi asam folat seperti sayuran hijau, jeruk, sereal, atau produk makanan lain yang telah diperkaya mineral ini. Banyaklah mengonsumsi sayur dan buah untuk menjaga kebutuhan serat harian dan hindari makanan cepat saji untuk sementara waktu.

Bila Anda penyuka makanan laut atau seafood, baiknya Anda lebih berhati-hati. Sebab, beberapa makanan laut mengandung merkuri yang dapat menyebabkan bayi cacat lahir, misalnya ikan hiu, king makerel, atau ikan todak. Makanan laut yang diperbolehkan untuk ibu hamil di antaranya salmon, udang, dan tuna. Namun, konsultasikan dulu pada dokter agar Anda tidak salah langkah.

5. Kendalikan berat badan

Beberapa dokter menganjurkan ibu hamil untuk menaikkan berat badannya hingga beberapa kilogram selama kehamilan. Anjuran ini tentunya disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu dan janin agar tidak meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Karena itu, konsultasikan pada dokter mengenai angka berat badan yang disarankan sesuai dengan kondisi Anda.

6. Hindari pola hidup tak sehat

Sudah menjadi kewajiban para ibu hamil untuk menjaga pola hidup yang sehat, terutama Anda yang menjalani kehamilan di usia yang berisiko tinggi. Hindari berbagai pola hidup tak sehat seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol, termasuk juga suami dan keluarga Anda.

Meskipun Anda tidak merokok tetapi suami atau anggota keluarga lainnya merokok, ini tetap saja membuat Anda menjadi perokok pasif yang dapat membahayakan kesehatan Anda dan bayi. Jadi, mintalah suami Anda berhenti merokok, atau setidaknya tidak merokok di sekitar Anda.

7. Melakukan vaksin

Idealnya, vaksinasi harus didapatkan sebelum Anda mulai merencanakan kehamilan. Pasalnya, kondisi hamil membuat sistem kekebalan tubuh cenderung menurun sehingga rentan terkena berbagai penyakit menular. Nah, di sinilah peran penting imunisasi saat hamil untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan bayi Anda kelak.

Namun bila Anda terlambat mendapatkan vaksin sebelum hamil, Anda bisa melakukan vaksinasi saat hamil. Hal ini sudah terbukti aman bagi tumbuh kembang bayi dalam kandungan Anda. Vaksin yang aman untuk ibu hamil di antaranya hepatitis B, flu, dan tetanus diphteria pertusis (Tdap). Segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan vaksin yang sesuai.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Healthy Pregnancy in Women Over 40. http://www.healthguidance.org/entry/11097/1/Healthy-Pregnancy-in-Women-Over-40.html. Accessed 1/3/2018.

Pregnant At 40: Here Are 15 Things You Need to Know. https://www.babygaga.com/pregnant-at-40-here-are-15-things-you-need-to-know/. Accessed 1/3/2018.

The Later-In-Life Pregnancy. https://www.fitpregnancy.com/pregnancy/getting-pregnant/later-life-pregnancy. Accessed 1/3/2018.

Being Pregnant After 40. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/being-pregnant-after-40. Accessed 1/3/2018.

Is It Safe to Get Vaccinations During Pregnancy? https://www.webmd.com/baby/pregnancy-is-it-safe-to-get-vaccinations#1/. Accessed 1/3/2018.


Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 06/03/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x