6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Aromaterapi sudah banyak diakui khasiatnya, terutama untuk meredakan stres bahkan mengembalikan suasana hati. Terlepas manfaatnya bagi tubuh, penggunaan aromaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan Anda jika digunakan secara tidak benar. Baca terus untuk mengetahui efek samping aromaterapi.

Meski alami, bukan berarti aromaterapi pasti aman

Banyak studi yang mendukung manfaat essential oil atau minyak esensial dan menunjukkan bahwa minyak tersebut memiliki efek positif seperti mengurangi rasa sakit, kecemasan, peningkatan memori dan banyak lagi.

Namun, menurut Brent A. Bauer, MD, internal medicine doctor dan direktur Mayo Clinic Complementary and Integrative Medicine Program mengatakan jika digunakan secara tidak benar, ada konsekuensi yang berbahaya dari minyak esensial. Pasalnya, sesehat apapun sebuah zat, selain efek menguntungkan, tentu ada efek negatif yang bisa ditimbulkan. Itu sebabnya, entah itu obat, herbal, atau minyak esensial, semua harus digunakan sesuai dengan aturannya.

Efek samping aromaterapi yang mungkin terjadi

Berikut ini beberapa efek samping aromaterapi yang harus Anda waspadai:

1. Keracunan pada anak-anak jika tertelan

Ada banyak minyak esensial yang seharusnya tidak pernah digunakan dalam aromaterapi karena berpotensi beracun. Pasalnya, beberapa minyak esensial sangat pekat dan memiliki berbagai tingkat toksisitas jika tidak digunakan dengan benar. Bahkan, beberapa minyak tumbuhan aromatik, termasuk minyak esensial bisa menjadi racun apabila ditelan.

Berdasarkan data yang ada, telah banyak kasus anak-anak yang keracunan karena menelan minyak esensial. Karena itulah, bagi orangtua yang menggunakan minyak aromaterapi, simpan minyak-minyakan tersebut dengan baik dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

2. Bikin kulit lebih mudah terbakar matahari

Beberapa minyak esensial yang digunakan dalam aromaterapi meningkatkan sensitivitas kulit terhadap paparan matahari secara langsung dan dalam waktu yang lama. Anda seharusnya tidak menggunakan minyak aromaterapi seperti akar angelica, bergamot, jinten, lemon ataupun jeruk pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari. Pasalnya, kulit Anda akan lebih rentan terbakar sinar matahari.

Selain itu, beberapa zat dalam minyak esensial mungkin akan lebih berisiko bagi wanita hamil. Itu sebabnya, jika Anda hamil dan ingin menggunakan aromaterapi, baiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk menghindari efek sampingnya.

3. Iritasi kulit

Salah satu efek samping samping aromaterapi yang paling umum adalah iritasi kulit atau reaksi alergi. Hal ini akan menyebabkan munculnya ruam, gatal dan sensasi panas. Namun iritasi kulit ini bisa bervariasi, tergantung seberapa sensitif kulit seseorang. Oleh sebab itu, Anda harus melakukan tes terlebih dahulu sebelum menggunakan minyak tersebut lebih banyak di kulit Anda.

Caranya, oleskan sedikit minyak aromaterapi di kulit untuk melihat reaksi yang ditimbulkan. Jika setelah dioleskan muncul kemerahan, gatal, dan rasa panas di kulit, sebaiknya Anda menghentikan pemakaian aromaterapi oles. 

4. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Uap minyak esensial aromaterapi memang bisa mengurangi stres, namun menurut studi yang dipublikasikan oleh The European Journal of Preventive Cardiology, hal ini bisa saja membahayakan kesehatan Anda.

Studi yang melibatkan 100 pekerja spa di Taipei ini, meminta partisipan menghirup aromaterapi sembari memonitor tekanan darah dan detak jantung mereka. Hasilnya, ditemukan peningkatan tekanan darah serta detak jantung pada partisipan setelah mereka menghirup aromaterapi selama 2 jam. Hal ini membuktikan bahwa terlalu lama menghirup aromaterapi bisa saja meningkatkan risiko rusaknya jantung Anda secara perlahan.

5. Asma

Kandungan Volatile Organic Compound (VOC), bahan organik yang mudah menguap dari bentuk cairan yang terkandung dalam aromaterapi, akan berdampak terhadap peningkatkan risiko inflamasi di tubuh, mengganggu fungsi sistem saraf dan dapat menimbulkan reaksi alergi saluran pernafasan. Karena itulah, Anda yang mengidap penyakit asma serta rentan terhadap perdarahan hidung atau disebut dengan mimisan, harus berhati-hati menggunakannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang diminati banyak orang. Tapi, apakah Anda tahu apa saja manfaat yoga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Latihan Kelenturan, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit