Pijat pada Ibu Hamil Aman atau Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat hamil, badan bisa terasa kaku, pegal-pegal, dan tak nyaman. Anda mungkin jadi ingin dipijat supaya tubuh lebih rileks dan tidak terasa tegang. Akan tetapi, sebenarnya, bolehkah melakukan pijat kehamilan pada ibu hamil? Simak dulu penjelasan di artikel ini!

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Apakah boleh melakukan pijat pada ibu hamil?

Pada masa kehamilan, biasanya ada saja keluhan yang dirasakan ibu hamil.

Ketika tubuh sedang beradaptasi, rasanya melakukan pijat kehamilan dapat membantu mengatasi perubahan yang terjadi.

Termasuk untuk meredakan rasa tidak nyaman disaat Anda tidak boleh mengonsumsi obat pereda nyeri.

Dikutip dari Health Direct, pijat saat kehamilan atau prenatal boleh dilakukan. Hal ini untuk mengurangi stres, pembengkakan pada kaki dan tangan, hingga meredakan nyeri otot.

Sebenarnya, melakukan pijat kehamilan boleh dilakukan kapan saja pada setiap trimester kehamilan.

Akan tetapi, dikutip dari American Pregnancy Association, sebagian besar fasilitas pijat menolak untuk memijat ibu hamil muda atau pada trimester pertama usia kehamilan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya risiko keguguran. Maka dari itu, sebaiknya pijat ibu hamil dilakukan pada trimester kedua atau trimester ketiga.

Perlu diingat juga, ibu hamil yang kehamilannya berisiko atau belum mendapat izin dari dokter kandungan sebaiknya tidak melakukan pijat terlebih dahulu.

Pasalnya, belum ada cukup penelitian yang bisa membuktikan dipijat saat hamil sepenuhnya aman dan bebas risiko.

Begitu juga ketika Anda mempunyai kondisi kesehatan seperti di bawah ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter:

Apa saja manfaat pijat pada ibu hamil?

Sebenarnya, belum banyak penelitian pendukung yang membuktikan manfaat pijat pada ibu hamil bagi kesehatan.

Akan tetapi, sejauh ini manfaat yang bisa dirasakan saat ibu hamil diurut adalah sebagai berikut:

  • Mengurangi tingkat stres dan rasa cemas.
  • Mengendurkan otot yang tegang.
  • Meningkatkan aliran darah.
  • Memperbaiki sistem limfatik atau getah bening.
  • Membantu agar tidur menjadi lebih nyenyak.

Selain manfaat yang sudah disebutkan di atas, ada pula manfaat lainnya dari pijat saat hamil.

Salah satunya adalah membantu meningkatkan kadar endorfin, oksitosin, serotonin, dan dopamin yang memengaruhi tingkat kebahagiaan.

Pijat kehamilan tergolong efektif untuk membantu mengatasi rasa sakit dan meningkatkan pengalaman emosional saat proses melahirkan.

Berbeda dengan pijat kehamilan yang biasa, ada pula pijat perineum yang merupakan persiapan untuk melahirkan secara normal.

Panduan aman pijat untuk ibu hamil

Apabila sudah berkonsultasi dengan dokter, hal selanjutnya yang perlu Anda pastikan adalah memilih tempat pijat yang sudah tersertifikasi.

Ini dilakukan agar Anda ditangani oleh pemijat profesional untuk menghindari terjadinya cedera serta komplikasi.

Terapis atau pemijat yang sudah bersertifikasi tahu mengenai posisi serta titik pijat yang aman di masa kehamilan.

Pijat swedia merupakan metode pijat yang disarankan selama kehamilan karena dapat mengatasi ketidaknyamanan akibat perubahan hormon.

Metode pijat ini bertujuan untuk mengendurkan ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah melalui tekanan yang ringan pada otot.

Persiapan pijat pada ibu hamil

Sebelum pijat dimulai, terapis akan menanyakan mengenai kebiasaan serta gaya hidup yang Anda lakukan di masa kehamilan.

Lalu, Anda akan diminta untuk berbaring di atas meja pijat yang sudah dirancang khusus.

Apabila diperlukan, Anda juga bisa menggunakan bantal khusus agar terasa lebih nyaman.

Saat memijat, terapis akan menggunakan krim atau minyak khusus agar pijatan terasa lembut.

Posisi pijat yang aman saat hamil

Tentunya, terapis juga perlu mengetahui posisi apa saja yang aman saat melakukan pijat pada ibu hamil. Hal ini karena ukuran perut yang berbeda dengan orang biasa.

Posisi yang direkomendasikan saat pijat kehamilan adalah duduk, berbaring miring, atau setengah berbaring.

Saat memijat, ada pula terapis yang menghindari area perut maupun punggung karena lebih sensitif. Walaupun memang belum ada pula bukti apakah memijat perut saat hamil adalah hal yang berbahaya.

Pada trimester ketiga, Anda juga tidak disarankan untuk terlalu lama berbaring secara telentang, termasuk saat dipijat.

Hal ini karena rahim bisa menekan tulang belakang dan pembuluh darah utama sehingga aliran darah pada bayi berkurang.

Adakah jenis pijat ibu hamil yang harus dihindari?

Ada beberapa jenis pijat yang saat ini tersedia untuk ibu hamil. Jika Anda ingin melakukan pijat di masa kehamilan, sebaiknya hindari pijat tradisional.

Hal ini karena pada pijat tradisional (diurut), terapis akan menekan kuat-kuat dengan ujung ibu jari.

Tekanan seperti ini lebih berisiko menyebabkan rasa nyeri atau pindahnya gumpalan darah ke bagian tubuh yang memerlukan aliran darah yang lancar.

Hati-hati juga kalau Anda ingin melakukan pijat refleksi. Biasanya tekanan yang diberikan akan fokus pada bagian kaki.

Pasalnya, beberapa titik di pergelangan kaki dan betis bisa memicu kontraksi.

Walaupun usia kehamilan Anda sudah dekat dengan jadwal melahirkan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis pijat

Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
pengertian micellar water adalah

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit