Perbedaan Bidan dan Dokter Kandungan serta Tips Memilihnya

Perbedaan Bidan dan Dokter Kandungan serta Tips Memilihnya

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa perbedaan bidan dan dokter kandungan? Jika ya, berarti Anda tidak sendirian. Meskipun banyak sekali blog atau forum yang membahas tentang bidan dan dokter kandungan, tetapi pertanyaan tersebut masih sering muncul.

Nah, sebenarnya apa sih perbedaan bidan dan dokter kandungan? Agar Anda dapat membuat pilihan yang tepat, simak terlebih dahulu ulasan berikut ini.

Apa perbedaan antara bidan dan dokter kandungan?

mengobati tuba falopi tersumbat

Banyak orang yang beranggapan kalau bidan dan dokter kandungan adalah dua profesi serupa. Ya, keduanya memang sama-sama ahli dalam masalah kehamilan dan kandungan.

Padahal, bidan dan dokter kandungan memiliki banyak perbedaan khusus yang mungkin belum Anda pahami.

Berikut perbedaan antara bidan dan dokter kandungan yang perlu Anda ketahui.

Bidan

Perbedaan bidan dan dokter kandungan yang paling mendasar, yakni latar belakang pendidikannya.

Bidan adalah seseorang yang telah menempuh program pendidikan profesi kebidanan yang biasanya tersedia dalam jenjang pendidikan D3 maupun D4.

Melansir Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan, waktu yang dibutuhkan seseorang sampai resmi menjadi seorang bidan kurang lebih selama 3-4 tahun.

Namun, perjalanan untuk menjadi seorang bidan tidak berhenti sampai di situ.

Jika ingin membuka praktik sendiri, bidan harus memiliki sertifikat kompetensi sebagai bukti bahwa kemampuan yang dimilikinya telah mumpuni untuk menunjang pekerjaannya.

Sementara itu, sedari awal pendidikan, bidan memang sudah langsung diperkenalkan mengenai dunia kesehatan dan kandungan.

Bahkan, kelompok usia mulai dari bayi hingga wanita dewasa pun bisa memeriksakan kesehatannya pada bidan.

Namun, menurut M. Christina Johnson, CNM, selaku Direktur di American College of Nurse-Midwives (ACNM) Amerika Serikat, bidan umumnya cenderung ahli untuk menangani keluhan pada masa kehamilan yang umum.

Peralatan yang dimilikinya pun hanya dapat terbatas pada tindakan yang masih umum, bukan yang sudah kompleks, seperti persalinan normal tanpa penyulit.

Dokter kandungan

Sementara itu, dokter kandungan adalah seorang tenaga medis yang memiliki kemampuan khusus untuk menyediakan dan melayani perawatan seputar kehamilan, kandungan, dan persalinan.

Sekilas memang tampak mirip dengan bidan. Namun, lagi-lagi, bidan atau dokter kandungan mengenyam latar belakang pendidikan yang berbeda.

Sebelum menjadi seorang spesialis kandungan, dokter kandungan harus menempuh 3-4 tahun pendidikan sarjana kedokteran terlebih dahulu.

Setelah lulus, butuh waktu sekitar dua tahun untuk menjalani koasisten (koas) yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan ujian kompetensi dokter sebagai tahapan sebelum dilantik menjadi dokter umum.

Jika semua tahapan telah selesai, dokter umum baru diizinkan untuk mengambil spesialis kandungan (obstetri dan ginekologi/obgyn) yang kurang lebih berlangsung selama 4 tahun.

Itu sebabnya, dokter biasanya memiliki kompetensi yang lebih tinggi untuk menangani keluhan seputar kehamilan dan proses persalinan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Jennifer Niebyl, M.D., selaku dosen kebidanan dan kandungan dari University of Iowa di Amerika Serikat.

Bidan dan dokter kandungan, mana yang lebih baik?

fungsi bidan

Jika Anda sedang berencana untuk memiliki momongan dalam waktu dekat, tentu akan ada banyak hal yang harus dipersiapkan dengan matang.

Langkah awal yang harus Anda tempuh biasanya menentukan praktisi kesehatan mana yang kompeten untuk mewujudkan impian Anda.

Setelah mengetahui apa perbedaan antara bidan dan dokter kandungan, Anda mungkin bingung harus memilih yang mana.

Anda pun mungkin bertanya, siapa yang lebih baik di antara keduanya dan mana yang harus dipilih?

Sejauh ini, dokter kandungan masih menjadi pilihan yang paling umum, meskipun sejumlah asuhan bidan masih tetap populer.

Beberapa wanita juga ada yang memilih praktik obgyn dan bidan. Lainnya memilih dokter keluarga.

Namun, tidak semua dokter keluarga berpengalaman menangani kehamilan dan persalinan. Oleh karena itu, tanyakan terlebih dahulu sebelum menentukan mana yang terbaik.

Dalam hal ini yang paling penting adalah memilih seseorang yang membuat Anda merasa benar-benar nyaman dan sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda.

Baik bidan maupun dokter kandungan, keduanya merupakan tenaga kesehatan profesional dan terlatih yang berkomitmen untuk keselamatan serta kesehatan Anda dan bayi selama kehamilan dan persalinan.

Hal yang harus dipertimbangan sebelum memilih bidan dan dokter kandungan

pemeriksaan kehamilan

Hanya Anda yang dapat memutuskan mana yang paling penting bagi Anda.

Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk membantu Anda dalam menentukan pilihan antara bidan atau dokter kandungan.

1. Riwayat kesehatan Anda

Apakah Anda memiliki penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, epilepsi, penyakit jantung, atau diabetes?

Apakah Anda memiliki riwayat komplikasi kehamilan sebelumnya, seperti persalinan prematur atau preeklamsia, yang mungkin memerlukan perawatan khusus?

Jika ya, tanyakan kepada bidan atau dokter Anda untuk mempertimbangkan pengalaman apa yang mereka miliki dalam merawat pasien yang membutuhkan perawatan khusus.

Anda mungkin perlu dirawat oleh spesialis kedokteran janin ibu atau perinatologis yang berspesialisasi dalam kehamilan berisiko tinggi.

2. Pendekatan apa yang digunakan

Secara umum, bidan cenderung memiliki lebih banyak waktu untuk menjawab semua pertanyaan Anda.

Ia juga membantu Anda mempelajari tentang perubahan fisik dan emosional yang Anda alami selama kehamilan.

Bidan juga dapat membantu Anda memikirkan pengalaman melahirkan seperti apa yang Anda inginkan dan dia akan mendukung keputusan Anda.

Kelahiran yang dibantu oleh bidan biasanya memiliki lebih sedikit intervensi, seperti periksa kehamilan, pemantauan janin elektronik terus menerus, epidural, dan episiotomi tanpa perbedaan hasil bagi ibu atau bayinya.

3. Persalinan seperti apa yang Anda inginkan

Apabila sebelumnya Anda pernah menjalani operasi caesar, pikirkan kembali apakah Anda ingin mencoba melahirkan normal kali ini atau tidak.

Jika berencana melahirkan normal, Anda harus memastikan bahwa tenaga kesehatan dan rumah sakit mendukung persalinan pervaginam setelah sesar (VBAC).

4. Cara yang dilakukan untuk meredakan rasa sakit

Jika Anda ingin obat untuk membantu mengatasi rasa sakit selama persalinan, seorang dokter kandungan dan bidan dapat mendukung keinginan ini.

Namun, bidan biasanya menganjurkan metode manajemen nyeri tanpa obat terlebih dahulu, seperti hidroterapi, pijat, atau menggunakan gym ball.

Kesimpulan

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan ibu hamil saat memilih antara dokter kandungan atau bidan untuk perawatan prenatal, persalinan, dan pascapersalinan. Keduanya tentu akan memberikan layanan kesehatan yang optimal meski berbeda. Jadi, membuat pilihan yang tepat adalah hal terpenting.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Obstetric Health Care Providers: Choosing One Right for You. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9698-obstetric-health-care-providers-choosing-one-right-for-you Diakses pada 7 November 2018.

(n.d.). Ikatan Bidan Indonesia. Retrieved 15 Juni 2022, from https://www.ibi.or.id/media/PMK%20No.%2028%20ttg%20Izin%20dan%20Penyelenggaraan%20Praktik%20Bidan.pdf

Midwife vs doctor: Which is right for you? (2015, November 1). BabyCenter. Retrieved 15 Juni 2022, from https://www.babycenter.com/pregnancy/health-and-safety/doctor-or-midwife-which-is-right-for-you_9348

OBGYN or midwife: What’s right for you? (2020, July 27). Geisinger. Retrieved 15 Juni 2022, from https://www.geisinger.org/health-and-wellness/wellness-articles/2020/07/27/15/23/obgyn-midwife-whats-right-for-you

OB/GYN or midwife: Which is right for you? (2017, February 9). Health Beat. Retrieved 15 Juni 2022, from https://www.flushinghospital.org/newsletter/2635/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui Sep 27
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita