Apa yang Terjadi Pada Janin Jika Ibu Mengalami Pengapuran Plasenta?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/11/2017
Bagikan sekarang

Plasenta adalah organ berbentuk kantung yang berfungsi sebagai rumah bagi janin bertumbuh kembang selama dalam perut ibu. Plasenta menyediakan oksigen dan nutrisi sebagai makanan bayi, sekaligus melindungi bayi agar senantiasa sehat dan bebas dari serangan virus dan kuman yang mungkin ada dalam tubuh ibu. Maka, gangguan plasenta saat kehamilan dapat membawa dampak buruk terhadap tumbuh kembang bayi. Salah satu gangguan plasenta yang mungkin terjadi adalah pengapuran plasenta. Apa akibatnya bagi bayi?

Apa itu pengapuran plasenta?

Pengapuran plasenta adalah kondisi penuaan plasenta akibat adanya penumpukan kalsium yang disebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di plasenta. Pengapuran plasenta ditandai dengan kemunculan bintik-bintik putih menyebar dari dasar plasenta hingga permukaannya. Umumnya pengapuran bisa dilihat saat pemeriksaan USG.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, plasenta akan mengalami perubahan untuk dapat memfasilitasi tumbuh kembang bayi dari waktu ke waktu. Selama masa perubahan inilah muncul risiko pengapuran plasenta.

Apa penyebab dari pengapuran ini?

Pengapuran plasenta tidak diketahui apa penyebab pastinya. Namun, kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Mulai dari faktor keturunan hingga faktor lingkungan seperti radiasi, frekuensi suara rendah, dan reaksi terhadap obat-obatan tertentu. Infeksi bakteri juga diperkirakan bisa menyebabkan pengapuran.

Di usia kehamilan berapa pengapuran plasenta paling rentan terjadi?

Plasenta sudah mulai terbentuk begitu usia kehamilan menginjak 12 minggu. Kemudian plasenta akan terus mengalami perubahan seiring masa kehamilan. Secara umum, perkembangan plasenta dibagi menjadi empat tahap. Dari skor 0 (tidak matang) sampai 3 (sangat matang).

Tingkat 1 terjadi pada kehamilan usia 31-32 minggu, tingkat 2 terjadi selama 36-37 minggu, kemudian tingkat 3 terjadi kehamilan sekitar 38 minggu usia kehamilan. Pengapuran plasenta pada tingkat 3 dinilai sebagai kondisi terberat. Pada tingkatan 3 inilah bintik-bintik pengapuran sudah terbentuk menjadi lingkaran mirip cincin yang mengelilingi plasenta.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil berisiko tinggi mengalami pengapuran plasenta pada usia kehamilan 28 sampai 34 minggu. Sekitar 18 persen kehamilan dilaporkan mengalami pengapuran yang parah setelah memasuki minggu ke-33 usia kehamilan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini lebih umum terjadi pada:

hormon ibu hamil dan autisme

Berbagai risiko kesehatan yang mungkin terjadi akibat pengapuran plasenta

Banyak pakar kehamilan yang menganggap bahwa pengapuran plasenta adalah fenomena yang wajar terjadi selama kehamilan, namun bisa juga menandakan adanya gangguan kesehatan yang dialami bayi dalam kandungan. Risikonya pun bisa beragam tergantung pada kapan pengapuran mulai terjadi di sepanjang usia kehamilan dan kondisi kesehatan ibu. Pada umumnya, semakin awal pengapuran terjadi, semakin tinggi risiko bahayanya.

Pengapuran pada masa awal hingga pertengahan kehamilan tergolong dalam kehamilan risiko tinggi. Pasalnya, pengapuran plasenta sebelum kehamilan menginjak usia 32 minggu berisiko menyebabkan perdarahan saat persalinan, abrupsio plasenta, bayi lahir prematur dan/atau APGAR skor rendah, dan janin meninggal saat masih di dalam kandungan. Sebanyak 20 hingga 40 persen dari kehamilan normal akan mengalami pengapuran ketika usia kehamilan menginjak 37 minggu. Meski demikian, risiko pengapuran pada masa akhir kehamilan tergolong rendah.

Langkah pertolongan medis yang dilakukan untuk menghadapi kondisi ini akan tergantung dengan risiko yang ditimbulkan dan tingkat keparahannya.

Adakah cara untuk mencegah hal ini?

Plasenta memiliki peran penting dalam melindungi kesehatan dan keselamatan janin selama masa kehamilan. Akan tetapi, karena penyebab pengapuran plasenta sampai saat ini masih belum diketahui pasti, maka sulit untuk menentukan langkah pencegahannya yang spesifik.

Secara umum, menjaga kesehatan kehamilan merupakan cara terbaik untuk menghindari gangguan plasenta dan komplikasi kehamilan, termasuk pengapuran plasenta. Berhentilah merokok jika Anda masih merokok saat hamil, serta jalani gaya hidup sehat dengan makan seimbang dan rajin olahraga.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Bayi prematur cenderung lemah dengan berat badan rendah. Apakah bayi prematur perlu mendapat imunisasi? Kapan imunisasi tersebut dapat dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020