10 Hal yang Harus Dihindari Ibu Hamil untuk Mencegah Bayi Lahir Cacat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Setiap orangtua menginginkan anaknya terlahir ke dunia dengan fisik yang sempurna. Namun demikian, ada banyak faktor tak terduga yang dapat menyebabkan bayi terlahir cacat. Oleh karena itu sudah sepatutnya bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan fisik dan pola makannya untuk menjamin kesehatan si jabang bayi dalam kandungan. Menjaga kehamilan sehat juga termasuk menghindari beberapa kebiasaan yang mungkin Anda lakukan setiap hari, yang tanpa disadari bisa meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Apa saja itu?

Yang harus dihindari oleh ibu hamil untuk mencegah risiko bayi lahir cacat

1. Diet

Janin dalam kandungan membutuhkan asupan nutrisi yang berkelanjutan. Menyengajakan mengurangi porsi makan atau membatasi jenis makanan tertentu untuk berdiet akan mengurangi asupan nutrisi janin, sehingga menghambat proses tumbuh kembangnya.

Akan tetapi, makan berlebihan juga tidak bagus. Misalnya kelebihan vitamin A jenis retinoat dapat menyebabkan bayi lahir cacat, yang di dalamnya termasuk gangguan sistem saraf pusat, cacat tengkorak dan bentuk wajah (misal anencephaly), dan cacat jantung.

Oleh karena itu, diskusikan dengan dokter kandungan Anda mengenai pola makan yang sehat dan seimbang selama kehamilan. Anda juga dapat berkonsultasi pada ahli gizi untuk merancang rencana makan yang lebih terinci.

2. Sembarangan mengonsumsi obat-obatan tanpa konsultasi dokter

Anda tak boleh sembarangan minum obat saat hamil. Beberapa obat dapat “terminum” oleh janin karena terserap ke dalam saluran plasenta.

Contohnya adalah obat nyeri seperti aspirin dan ibuprofen. Kedua obat pereda nyeri ini tidak boleh digunakan ibu hamil, terutama pada trimester pertama dan terakhir. Aspirin dan ibuprofen dapat meningkatkan risiko perdarahan selama persalinan dan keguguran. Selain itu, keduanya juga dapat menyebabkan ductus arterious, kondisi cacat jantung di mana salah satu pembuluh darah jantung janin tidak menutup sempurna.

Penggunaan dekongestan untuk mengobati hidung tersumbat akibat pilek pada trimester pertama kehamilan juga harus dihindari karena dapat mengakibatkan gangguan pembentukan dinding perut janin (gastroschisis). Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan Anda mengenai obat-obatan yang pernah dan sedang Anda konsumsi selama kehamilan, termasuk obat resep, nonresep, dan obat herbal serta suplemen vitamin.

3. Merokok atau mengonsumsi alkohol

Konsumsi rokok dan alkohol selama mengandung dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi. Risiko terjadinya keguguran juga dapat meningkat.

Anak yang lahir dari ibu perokok mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk memiliki mata juling alias strabismus. Bayi yang ibunya merokok pada trimester pertama kehamilan lebih mungkin untuk memiliki cacat jantung dan paru saat lahir. Merokok selama kehamilan juga dapat berdampak permanen pada fungsi otak anak, termasuk IQ rendah.

Minum alkohol saat hamil juga dapat menyebabkan bayi lahir dengan fetal alcohol syndrome, kondisi cacat lahir yang dapat berdampak permanen. Bayi bisa mengalami kelainan bentuk wajah (kepala lebih kecil), kelainan jantung, dan kerusakan sistem saraf pusat. Kerusakan pada sistem saraf pusat dapat mencakup cacat intelektual, keterlambatan perkembangan fisik, penglihatan, dan masalah pada pendengaran, dan berbagai masalah perilaku.

4. Melakukan aktivitas yang terlalu berat

Aktivitas fisik dan olahraga memang tetap harus dilakukan oleh ibu hamil untuk mempertahankan kebugaran tubuhnya.Ibu hamil yang rajin olahraga justru akan melahirkan anak cerdas. Namun beraktivitas fisik terlalu berat dapat menempatkan stres pada janin, yang dapat memengaruhi tumbuh kembangnya.

Aturan amannya: lakukanlah olahraga intensitas sedang selama 30 menit per hari atau 2,5 jam per minggu. Anda bisa jalan kaki, berenang, atau yoga hamil. Hindari mengangkat beban berat, kelelahan pada tubuh, dan peningkatan suhu tubuh yang terlalu tinggi.

5. Panas-panasan

Berjemur, berendam air panas, berolahraga berat, maupun demam dapat meningkatkan suhu tubuh. Dirangkum dari berbagai studi menemukan kaitan antara peningkatan suhu tubuh saat hamil dengan risiko bayi lahir cacat.

6. Stres

Saat stres, tubuh memproduksi kortisol dan hormon stres lainnya. Stres yang berlangsung terus menerus dapat memicu respon peradangan kronis yang memengaruhi kesehatan kehamilan dan masalah perkembangan janin dalam rahim. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat lahir rendah, serta gangguan pertumbuhan saraf dan otak janin.

7. Jajan sembarangan

Makanan yang tidak dimasak sampai matang sepenuhnya mungkin masih mengandung beberapa parasit yang berbahaya bagi kesehatan. Parasit tersebut bisa saja melewati saluran plasenta dan menggerogoti tubuh bayi yang sedang berkembang.

8. Makan seafood

Walaupun tinggi protein, beberapa ikan-ikanan laut mengandung logam merkuri (raksa) yang tinggi. Mengonsumsi ikan yang terkontaminasi merkuri dapat memengaruhi kandungan ASI yang diproduksi selama hamil dan menyusui. Merkuri dari seafood yang telah masuk ke dalam tubuh ini juga dapat merusak perkembangan otak dan sistem saraf bayi yang masih dalam kandungan.

The Food and Drug Administration (FDA) Amerika merekomendasikan ibu hamil makan setidaknya 8 -12 ons (340 gram) atau sekitar 2-3 porsi per minggu berbagai jenis makanan laut yang rendah merkuri. Hindari  ikan hiu, ikan todak, ikan king makerel, ikan tilefish, ikan marlin, dan ikan mentah, seperti sushi dan sashimi. iIkan tilapia, cod, salmon, kepiting, udang, sarden, tuna, dan kerang masih boleh dikonsumsi saat hamil, asal sewajarnya.

9. Paparan zat beracun

Insektisida, cat, pelarut organik, dan zat kimia lainnya dapat meningkatkan risiko bayi cacat lahir. Hindari zat-zat berbahaya ini sebisa mungkin selama masa kehamilan. Penggunaan alat pelindung diri dapat menghindari risiko tersebut.

10. Kontak dengan hewan

Beberapa hewan merupakan inang dari virus, bakteri, maupun parasit yang berbahaya, baik bagi ibu maupun janin. Misalnya, kucing yang merupakan inang dari parasit toxoplasma penyebab penyakit toxoplasmosis, yang meningkatkan risiko bayi lahir cacat.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca