Sering Kesemutan Saat Hamil: Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kehamilan menyebabkan banyak perubahan yang terjadi pada tubuh ibu. Banyak ibu mengalami kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan saat hamil, seperti mual, muntah, heartburn (perasaan terbakar di bagian atas perut), kaki bengkak, termasuk kesemutan.

Kesemutan umum dialami oleh ibu hamil. Ini mungkin tidak menyebabkan bahaya, tetapi menimbulkan rasa tidak nyaman dan juga dapat mengganggu aktivitas ibu hamil. Kesemutan juga bisa menjadi tanda dari penyakit yang berbahaya.

Kenapa sering terjadi kesemutan saat hamil?

Kesemutan normal terjadi saat kehamilan. Kesemutan atau dalam bahasa medis dikenal dengan nama paraestesia, umumnya terjadi di bagian kaki dan tangan ibu hamil. Kesemutan disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Saraf pada bagian tubuh tertentu ini juga mengalami kekurangan darah, sehingga mencegah saraf mengirimkan sinyal penting ke otak. Hal ini kemudian membuat saraf mengalami sensasi mati rasa dan kesemutan.

Berkurangnya aliran darah pada bagian tubuh tertentu dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah karena meningkatkan volume cairan pada tubuh ibu hamil seiring dengan banyaknya darah yang diproduksi oleh ibu. Kedua, karena perkembangan janin yang semakin besar dan berat, yang juga dapat menghambat aliran darah ibu. Sebab lain adalah karena ibu mengalami tekanan darah rendah, sehingga mengurangi aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Tekanan darah rendah ini dapat terjadi ketika volume darah lebih rendah dibandingkn dengan volume pembuluh darah, biasanya terjadi di awal-awal kehamilan.

Terhambatnya aliran darah ini biasanya terjadi ketika Anda berada pada satu posisi dalam waktu lama, seperti terlalu lama duduk, terlalu lama berdiri di satu tempat, dan lainnya. Oleh karena itu, disarankan bagi ibu hamil untuk lebih banyak bergerak agar Anda terhindar dari kesemutan.

Kesemutan selama kehamilan juga dapat disebabkan oleh Carpal Tunnel Syndrome (CTS). CTS biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. CTS terjadi ketika terdapat penumpukan cairan (edema) pada jaringan di pergelangan tangan Anda. Pembengkakan karena penumpukan cairan ini kemudian akan menekan saraf pada tangan dan jari Anda, sehingga Anda akan merasakan mati rasa dan kesemutan.

Anda lebih mungkin untuk mengalami CTS saat kehamilan jika Anda mempunyai keturunan dari keluarga Anda, dan juga jika Anda mempunyai masalah dengan punggung, leher, dan bahu. CTS juga lebih mungkin terjadi pada Anda yang mengalami kenaikan berat badan berlebih, yang dapat terjadi bila Anda mempunyai lebih dari satu bayi dalam kandungan, kegemukan sebelum hamil, atau payudara Anda berkembang sangat besar selama kehamilan.

Hati-hati, kesemutan yang berlangsung lama dapat menjadi tanda bahwa Anda sedang menderita diabetes saat kehamilan (diabetes gestasional). Sebaiknya segera periksakan ke dokter Anda bila Anda merasakan kesemutan dalam waktu yang lama.

Bagaimana saya dapat mencegah kesemutan selama kehamilan?

Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kesemutan adalah dengan menjaga berat badan Anda saat hamil. Anda dapat melakukannya dengan cara mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan melakukan olahraga secara teratur. Juga, batasi konsumsi garam, gulam dan minyak, serta minum banyak air putih.

Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 tinggi untuk mendukung kesehatan sistem saraf Anda. Beberapa contoh makanan yang mengandung vitamin B6 tinggi adalah:

  • Biji wijen
  • Biji bunga matahari
  • Sayuran berdaun hijau, seperti brokoli
  • Bawang putih
  • Hazelnut
  • Daging tanpa lemak
  • Alpukat
  • Ikan berlemak, seperti salmon dan ikan cod

Untuk menghindari Anda dari kesemutan, sebaiknya juga Anda terus bergerak dan jangan berada pada satu posisi dalam jangka waktu yang lama. Pastikan sirkulasi darah Anda mengalir dengan lancar sampai pada kaki Anda.

Apa yang harus saya lakukan saat sedang kesemutan?

Saat kesemutan mulai Anda rasakan, satu hal yang segera dapat Anda lakukan dengan mudah adalah dengan mengubah posisi Anda. Rasakan apakah kemudian darah Anda mengalir ke bagian tubuh yang kesemutan. Dengan mengalirnya darah ke bagian tubuh yang kesemutan, maka saraf pada bagian tubuh tersebut akan menerima pasokan darah dan kemudian sensasi kesemutan akan segera menghilang.

Selain itu, Anda juga dapat memijat kaki atau tangan Anda yang kesemutan. Pijatan juga dapat membantu melancarkan aliran darah Anda. Jika Anda sering mengalami kesemutan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. Mungkin dokter akan memberikan obat untuk melancarkan sirkulasi darah Anda.

 

BACA JUGA

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Detak jantung janin mulai berdegup di sekitar minggu keenam kehamilan, tapi kadang suaranya masih terlalu lemah untuk Anda bisa dengar. Kapan waktunya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit