home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pakai Celana Jeans Saat Hamil: Gaya Atau Bahaya?

Pakai Celana Jeans Saat Hamil: Gaya Atau Bahaya?

Kehamilan memang membawa sejumlah perubahan baru dalam hidup Anda, tak terkecuali gaya berbusana. Setelah hamil, Anda tentu harus menyesuaikan koleksi pakaian Anda dengan perut yang sekarang jadi rumah bagi bayi Anda. Namun, bagaimana dengan koleksi celana jeans Anda? Apakah Anda masih boleh pakai celana jeans saat hamil? Simak jawabannya di bawah ini, ya.

Apakah pakai celana jeans saat hamil bisa menggencet bayi?

Menurut kepercayaan orang-orang pada zaman dahulu, pakaian yang ketat bisa menggencet bayi dalam kandungan. Tekanan dari baju yang ketat seperti jins diyakini bisa menyebabkan kecacatan atau bahkan keguguran janin. Pada kenyataannya, pakai celana jeans saat hamil tidak akan menggencet rahim dan janin.

Menurut seorang ahli kandungan dari India, dr. Meenakshi Ahuja, rahim perempuan sudah dirancang sedemikian rupa untuk melindungi bayi dari tekanan. Selain itu, dalam rahim terdapat cairan ketuban yang melimpah guna menjaga agar si kecil tetap aman dari guncangan atau desakan.

Jangan pakai jins yang terlalu ketat saat hamil

Meskipun pakai celana jeans saat hamil tak akan menggencet bayi, Anda sebaiknya menghindari pakai celana jeans yang terlalu ketat atau ngepres. Pasalnya, celana jeans yang ngepres bisa membuat Anda tak nyaman, terutama pada trimester kedua dan ketiga.

Ibu hamil membutuhkan sirkulasi darah yang lancar untuk mengirimkan oksigen dan zat gizi pada janin. Sementara kalau Anda pakai celana jeans model skinny yang sangat ketat, aliran darah bisa terhambat oleh tekanan dari jins. Akibatnya, darah menuju kaki jadi sangat minim. Rangkaian saraf dan otot juga mungkin jadi terhimpit. Hal ini bisa mengakibatkan pembengkakan, kesemutan, kebas, atau rasa nyeri.

Karena darah dalam jumlah besar tidak dialirkan secara merata, Anda pun jadi rentan mengalami tekanan darah tinggi. Pada ibu hamil, tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa menyebabkan komplikasi kehamilan yang berbahaya seperti preeklampsia atau kelahiran prematur.

Pilih celana jeans khusus ibu hamil

Saat ini sudah banyak celana jeans khusus ibu hamil yang tidak terlalu ketat. Biasanya bagian pinggangnya terbuat dari bahan karet yang elastis. Tak seperti bahan jins denim yang kaku dan tebal, celana jeans khusus ibu hamil biasanya lebih lembut dan ringan. Anda pun bisa tampil modis tanpa harus mengorbankan kondisi kesehatan.

Infeksi ragi vagina

Di samping aliran darah tidak lancar, pakai jins saat hamil juga berisiko menyebabkan infeksi ragi vagina. Infeksi ini terjadi karena daerah kewanitaan Anda terlalu lembap dan panas akibat pakai celana jeans yang terlalu ketat. Ingat, ibu hamil juga umumnya akan menghasilkan cairan vagina lebih banyak dari biasanya.

Ragi berkembang biak dengan pesat dalam lingkungan yang lembap dan panas. Jadi, pastikan Anda mengenakan pakaian dalam yang sejuk dan bisa menyerap keringat. Hindari juga terlalu sering pakai celana jeans saat hamil, apalagi yang ketat atau skinny.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Should I stop wearing jeans because I am pregnant? http://www.thehealthsite.com/pregnancy/should-i-stop-wearing-jeans-because-i-am-pregnant-query-b0315/ Diakses pada 1 Februari 2017.

Worst Pregnancy Advices Ever. https://www.thebump.com/a/worst-pregnancy-advice Diakses pada 1 Februari 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 10/02/2017
x