Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Membedakan Gejala Mual Saat Hamil yang Masih Normal dan yang Perlu Diperiksa ke Dokter

Membedakan Gejala Mual Saat Hamil yang Masih Normal dan yang Perlu Diperiksa ke Dokter

Mual merupakan salah satu gejala awal kehamilan. Oleh karena itu, banyak calon ibu yang berpikir bahwa mual adalah hal yang normal terutama selama sedang hamil muda. Tapi, jika mual bertambah parah dan berlangsung dalam waktu lama, apakah mual saat hamil masih bisa dikatakan normal? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya berikut ini.

Apakah mual normal terjadi saat hamil?

Menurut American Pregnancy Association, hampir 70% ibu hamil mengalami mual di awal kehamilannya. Mual di awal kehamilan juga disebut dengan morning sickness.

Sebenarnya belum pasti apa yang menyebabkan mual di awal kehamilan. Tapi, mual saat hamil sangat erat kaitannya dengan perubahan hormon hCG (human chorionic gonadotrophin). Hormon ini diproduksi di awal kehamilan oleh sel-sel yang membentuk plasenta (ari-ari).

Jangan khawatir, mual akan hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan Anda. Begitu memasuki usia kandungan 12-14 minggu, rasa mual saat hamil mulai menurun bagi banyak wanita. Kadar hCG turun ke tingkat lebih rendah pada usia kehamilan sekitar 16-20 minggu. Dan pada saat ini, umumnya rasa mual sudah hilang pada banyak wanita.

Tapi ini akan berbeda tiap ibu. Ada ibu yang hanya mengalami mual dalam waktu singkat, dan ada juga yang lebih lama, bahkan ada juga yang sama sekali tidak mengalami mual. Yang manapun yang Anda alami, semua ini masih tergolong normal. Bukan berarti jika ibu tidak mual maka kehamilannya terganggu.

Penyebab mual saat hamil yang masih wajar

Kadar hormon hCG yang normal dalam tubuh dapat menjamin bahwa kehamilan Anda berkembang dengan baik. Hal ini membuat mual saat hamil adalah hal yang normal terjadi, bahkan suatu hal yang baik. Kadar hormon hCG berada pada puncaknya saat usia kehamilan sekitar 9 minggu dan kemudian kadar hormon hCG mulai menurun seiring dengan meningkatnya kadar hormon lain (seperti estrogen dan progesteron) yang diproduksi plasenta. Hormon estrogen dan progesteron jugalah yang bertanggung jawab untuk mempertahankan kehamilan Anda.

Mual yang dialami pada awal kehamilan umumnya disebabkan oleh indera penciuman yang menjadi lebih sensitif terhadap bau-bauan tertentu, misalnya bau wewangian yang menyengat ataupun asap rokok. Makanan dengan aroma tertentu yang biasa dikonsumsi pun juga bisa membuat Anda mual, terutama yang beraroma tajam seperti telur dan bawang. Mual saat hamil tidak berhubungan dengan terlambat makan atau pola makan yang tidak teratur.

Penyebab mual saat hamil yang perlu diperiksakan ke dokter

Mual saat hamil perlu diperiksakan ke dokter jika mual dan muntah terjadi terus-terusan dan terbilang parah. Mual atau morning sickness yang parah disebut juga dengan hiperemesis gravidarum. Pada hiperemesis gravidarum, ibu hamil memiliki kadar hCG yang lebih tinggi dibandingkan ibu hamil pada umumnya.

Hiperemesis gravidarum bisa berkurang gejalanya seiring dengan pertambahan usia kehamilan Anda, biasanya sekitar usia kehamilan 20 minggu, atau bahkan bisa berlangsung lebih lama. Pada hiperemesis gravidarum, ibu hamil bisa mual dalam waktu yang lama dan muntah berkali-kali dalam sehari, bahkan sampai mengganggu makan dan minumnya.

Mual dan muntah yang sangat parah bisa menyebabkan ibu hamil mengalami dehidrasi, gangguan metabolisme (kadar elektrolit dan keton dalam tubuh menjadi tidak normal), dan penurunan berat badan yang cepat. Oleh karena itu, ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum perlu penanganan medis, tidak seperti morning sickness.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Baby Centre UK. (2015). Is it true that morning sickness is a sign of a healthy pregnancy?. [online] BabyCentre UK. Available at: https://www.babycentre.co.uk/x1049054/is-it-true-that-morning-sickness-is-a-sign-of-a-healthy-pregnancy [Accessed 4 Sep. 2017].

American Pregnancy Association. (2016). Nausea During Pregnancy: Causes, Management & Concerns. [online] Available at: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/nausea-during-pregnancy/ [Accessed 4 Sep. 2017].

Mayo Clinic. (2016). Nausea during pregnancy: A good thing?. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/nausea-during-pregnancy/faq-20057917 [Accessed 4 Sep. 2017].

Ben-Joseph, E. P. (2014). Severe Morning Sickness (Hyperemesis Gravidarum). [online] Available at: http://kidshealth.org/en/parents/hyperemesis-gravidarum.html# [Accessed 4 Sep. 2017].

NHS. (2016). Severe vomiting in pregnancy – Pregnancy and baby – NHS Choices. [online] Available at: http://www.nhs.uk/Conditions/pregnancy-and-baby/Pages/Severe-vomiting-in-pregnancy-hyperemesis-gravidarum.aspx [Accessed 4 Sep. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 01/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x