Waxing Saat Hamil, Apakah Boleh Dilakukan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Kehamilan adalah momen di mana tubuh Anda melalui begitu banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Beberapa perubahan ini bisa dibilang… sedikit memalukan. Misalnya, Anda mungkin menyadari makin lebatnya pertumbuhan rambut halus di tempat-tempat yang tidak diinginkan, seperti dagu, bibir atas, punggung bawah, ketiak, kaki, atau di daerah kemaluan, juga di perut dan kedua puting. Wajar jika Anda terpikir untuk melakukan waxing saat hamil.

Jangan khawatir, pola baru pertumbuhan rambut ini tidak akan bertahan selamanya. Sekitar enam bulan atau lebih setelah melahirkan, rambut akan kembali tumbuh normal. Sementara itu, jika Anda merasa bulu-bulu halus ini mengganggu penampilan, waxing adalah salah satu cara untuk menyingkirkannya.

Tapi, apakah waxing saat hamil aman dilakukan?

Kulit Anda selama hamil cenderung lebih sensitif dan mudah gatal, akibat gejolak perubahan hormon dalam tubuh. Aliran darah Anda juga mengalir lebih banyak selama kehamilan — guna mencuupi asupan oksigen dan nutrisi janin Ini berarti waxing saat hamil mungkin akan terasa lebih sakit dari biasanya.

Mencabut bersih seluruh bulu halus, terutama rambut kemaluan, bahkan mungkin cukup tidak higienis. Waxing bisa menyebabkan pembuluh darah kecil di daerah-daerah sensitif pecah, yang berpotensi dapat dijajah oleh bakteri dan terinfeksi. Meski begitu, tenang saja. Risiko infeksi serius dan komplikasi lainnya akibat waxing saat hamil tergolong kecil jika dilakukan dengan berhati-hati. Jikapun terjadi, infeksi biasanya dapat mudah ditangani dengan antibiotik topikal.

Bagaimana cara aman melakukan waxing saat hamil?

Waxing saat hamil umumnya dianggap aman. Tapi ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin melakukan waxing saat hamil. Terutama jika kulit Anda memiliki salah satu atau lebih dari kondisi di bawah ini, para pakar kesehatan tidak menyarankan Anda untuk melakukan waxing saat hamil:

  • Luka terbuka
  • Varises
  • Ruam
  • Jaringan parut
  • Tahi lalat
  • Jerawat
  • Kutil
  • Daerah di mana obat jerawat biasa dioleskan

Terlepas dari pengecualian di atas, begini panduan amannya untuk waxing saat hamil, baik itu sendiri di rumah atau dengan bantuan tenaga profesional di salon.

  1. Peralatan waxing rumahan yang bisa Anda dapatkan di supermarket umumnya cukup aman digunakan saat hamil. Hanya saja, pastikan lilin wax tidak terlalu panas. Ini mencegah lilin membakar kulit, yang terasa menyakitkan dan dapat terinfeksi.
  2. Ingatlah bahwa jika Anda ingin melakukan waxing sendiri, sebaiknya uji produk wax terlebih dulu pada sebagian kecil kecil dari kulit untuk menentukan apakah timbul reaksi alergi atau tidak. Jika ya, hentikan pemakaian.
  3. Jika kulit Anda cenderung sensitif, coba gunakan lotion penenang sebelum dan sesudah sesi waxing, seperti gel lidah buaya, untuk mengurangi kemerahan atau bengkak.
  4. Jika Anda lebih memilih untuk mendapatkan bantuan profesional, pastikan Anda pergi ke salon atau spa terkemuka. Beri tahu terapis Anda bahwa Anda sedang hamil, karena ia harus mengetes wax di area kecil kulit Anda (sama seperti poin 1). Beberapa salon kecantikan memiliki kebijakan untuk tidak memperbolehkan waxing saat hamil, terutama selama trimester pertama.
  5. Anda juga harus memeriksa untuk melihat apakah fasilitas salon higienis dan terapisnya tidak mendaur ulang penggunaan lilin atau strip waxing di antara klien. Daur ulang penggunaan alat-alat waxing bisa menempatkan Anda pada risiko infeksi bakteri. Mencelupkan aplikator ke wadah lilin berulang kali untuk satu pelanggan juga meningkatkan risiko infeksi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidak Semua Perawatan Vagina Baik untuk Kesehatan, Ini 4 yang Bahaya

Siapa sangka ada beberapa perawatan vagina yang bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan organ intim wanita tersebut? Yuk, kenali apa saja!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 31/05/2020 . 6 menit baca

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 menit baca