Bolehkah Membersihkan Karang Gigi Saat Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebersihan gigi merupakan hal yang penting, termasuk bagi ibu hamil. Sayangnya, terkadang ibu hamil tidak menyadari bahwa adanya karang gigi. Hal ini dapat memicu kebingungan ibu hamil, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter gigi atau tidak. Namun, sebenarnya bolehkah membersihkan karang gigi ke saat hamil? Jika iya, kapan seharusnya dilakukan? Berikut ini ulasannya.

Apa yang terjadi pada kondisi gigi ibu hamil?

Sebelum mengetahui boleh atau tidak membersihkan karang gigi saat hamil, maka perlu diketahui bagaimana kehamilan memengaruhi kondisi kesehatan ibu.

Sebagaimana umumnya, setiap sisa makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu hamil dapat menempel pada gigi. Sisa makanan ini akan menjadi plak dan bila dibiarkan terlalu lama akan membentuk karang gigi.

Perawatan gigi yang tidak segera dilakukan dapat menimbulkan penyakit pada gigi. Adapun selama kehamilan, seorang ibu lebih berisiko mengalami radang gusi (gingivitis), karena adanya peningkatan hormon estrogen dan progesterone.

Gejala gingivitis ditandai dengan gusi berdarah, terutama saat menggosok gigi. Kondisi ini kerap terjadi usia kandungan 2 bulan hingga usia kandungan 8 bulan.

Bila tidak segera diatasi, gingivitis bisa berkembang ke kondisi gusi yang lebih serius, yaitu periodontitis atau bahkan bisa kehilangan gigi. Bila sudah begini, bakteri dan infeksi yang terjadi pada gigi dapat menyebar melalui darah. Hal ini tentu saja dapat membahayakan janin dalam kandungan Anda.

Selain membahayakan janin, kondisi gigi yang buruk bila tidak segera diatasi dapat berpengaruh pada bayi setelah lahir. Setelah persalinan, seorang ibu dengan kesehatan gigi yang buruk bisa menularkan bakteri yang terkandung di mulutnya melalui air liur kepada bayi. Dengan begitu, bayi bisa berisiko terkena karies pada usia dini.

Bolehkah membersihkan karang gigi saat hamil?

Melihat kondisi dan risiko di atas, tentu saja ibu hamil diperbolehkan membersihkan karang gigi ke dokter gigi. Justru, hal ini sangat dianjurkan untuk tetap bisa menjaga kebersihan gigi ibu hamil dan mencegah penyakit pada gigi yang berisiko pada janin.

Meski demikian, ada baiknya bila perawatan gigi ke dokter gigi dilakukan pada trimester kedua kehamilan. Hal ini penting mengingat janin pada trimester pertama kehamilan masih rentan. Namun, bila ada hal yang darurat, perawatan ke dokter gigi pada trimester pertama boleh saja dilakukan.

Adapun pada trimester ketiga kehamilan, biasanya ibu hamil sudah merasa tidak nyaman karena perut yang sudah mulai membesar. Posisi telentang yang diharuskan saat gigi diperiksa justru dapat berpengaruh pada peredaran darah Anda. Posisi tersebut justru bisa memperlambat peredaran darah Anda kembali ke jantung.

Oleh karena itu, perawatan gigi ke dokter gigi pada usia kehamilan ini tidak direkomendasikan. Namun, bila diperlukan beri tahu dokter Anda bila tidak nyaman saat proses pemeriksaan. Sesuaikan posisi kursi Anda agar merasa lebih nyaman.

Tips melakukan perawatan gigi saat hamil

Untuk menjaga kesehatan gigi, ada baiknya seorang ibu hamil tetap memperhatikan kebersihan giginya. Selain membersihkan karang gigi saat hamil, tips perawatan gigi dan mulut berikut ini bisa dilakukan oleh para ibu hamil.

  • Sikatlah gigi Anda setidaknya dua kali sehari.
  • Gunakan sikat gigi yang lembut untuk menghindari iritasi pada gusi Anda.
  • Gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi Anda. Lakukan hal ini paling tidak satu kali sehari.
  • Gunakan bilasan air garam hangat secara berkala untuk menenangkan gusi yang lembut.
  • Bila muntah, bersihkan dengan obat kumur yang mengandung flouride untuk tetap melindungi gigi.
  • Terapkan pola makan dengan seimbang selama hamil. Jika Anda akan mengonsumsi camilan, pilih yang memiliki kandungan nutrisi yang sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit