Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Di berbagai negara Asia Tenggara seperti Indonesia, durian merupakan salah satu buah yang menjadi kesukaan banyak orang. Banyak yang tergila-gila dengan buah ini sampai muncul istilah mabuk durian. Walau dikenal sangat lezat, durian memiliki beberapa risiko sendiri bagi kesehatan. Maka, di Indonesia sendiri ibu hamil biasanya tidak disarankan untuk mengonsumsi durian karena bisa membahayakan janin atau bayi dalam kandungan. Namun, apakah durian benar-benar berbahaya dan harus dihindari sama sekali oleh ibu hamil?

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan dampak negatif durian bagi ibu hamil. Namun, bukan berarti ibu hamil bisa menikmati durian sepuasnya. Ibu hamil memang tidak dilarang untuk mengonsumsi durian, tapi perhatikan porsinya. Menurut Dr. Gordon Lim, seorang ahli kandungan dan Dr. Patrick Chia, ahli perinatologi, sebaiknya wanita yang mengandung tidak makan durian secara berlebihan.

Risiko mengonsumsi durian berlebihan

Jika ibu hamil makan durian dalam porsi yang terlalu banyak, ada beberapa efek samping yang mengancam kesehatan ibu hamil dan janin atau bayi dalam kandungan. Perhatikan informasi berikut ini untuk memahami apa saja pengaruh mengonsumsi terlalu banyak durian bagi ibu hamil.

Meningkatkan gula darah

Meskipun durian rasanya tidak terlalu manis, buah ini menyimpan kadar gula yang sangat tinggi. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Obstetrics and Gynaecology, mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi kadar gulanya akan meningkatkan risiko bayi lahir terlalu besar dan berat, bahkan bisa mengakibatkan obesitas pada bayi semasa kanak-kanaknya. Selain itu, jika ibu hamil memiliki diabetes gestasional atau ada sejarah diabetes dalam keluarga, sebaiknya hindari dulu buah ini.

Kelebihan berat badan atau obesitas

Kalori dan karbohidrat yang terkandung dalam si raja buah-buahan dari Asia Tenggara ini sangat tinggi. Dalam satu butir daging buah durian terkandung kalori sejumlah 54 hingga 60. Maka, terlalu banyak mengonsumsi buah durian bisa membuat ibu hamil kelebihan kalori, terutama bagi ibu hamil yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini bisa memicu diabetes gestasional, preeklamsia, kelahiran prematur, dan infeksi saluran kemih. Pada beberapa kasus, kelebihan berat badan juga berisiko mengganggu kerja bius epidural saat proses bersalin. Jadi sebaiknya Anda memerhatikan porsi durian yang dikonsumsi selama hamil, jangan sampai kalap dan melebihi batas yang wajar.

Mitos seputar bahaya ibu hamil makan durian

Mungkin Anda pernah mendengar berbagai mitos seputar bahaya durian bagi ibu hamil. Namun, hal-hal ini biasanya berasal dari mulut ke mulut secara turun-temurun, bukan dari penelitian ilmiah atau saran medis. Berikut adalah mitos-mitos bahaya durian yang banyak dipercaya masyarakat dan fakta-faktanya.

Janin akan kepanasan

Banyak orang percaya bahwa durian akan membuat tubuh kepanasan sehingga jika ibu hamil mengonsumsinya, janin pun akan kepanasan. Mitos ini awalnya menyebar dari kepercayaan kuno bangsa Tionghoa yang dibawa ke Asia Tenggara. Namun, belum ada bukti ilmiah atau contoh kasus terjadinya komplikasi janin kepanasan yang telah diketahui. Kenyataannya, kalau ibu hamil makan durian dalam jumlah yang wajar justru akan mendapatkan berbagai khasiat durian yang baik bagi kehamilan.  

Kadar kolesterol yang tinggi

Durian sering sekali disebut-sebut sebagai buah dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi. Mengonsumsi durian bisa meningkatkan tekanan darah, terutama bagi ibu hamil. Mitos ini tidak benar sama sekali. Faktanya, buah ini tidak mengandung kolesterol sama sekali. Kolesterol biasanya ditemukan pada makanan yang mengandung lemak jenuh seperti daging merah, produk turunan susu, atau makanan laut. Durian justru mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk mengurangi tingkat kolesterol jahat dalam tubuh. Maka, ibu hamil yang memiliki kadar kolesterol tinggi tak perlu khawatir lagi untuk mengonsumsi durian.

Manfaat durian bagi ibu hamil

Jika tidak dikonsumsi secara berlebihan, durian justru menyimpan segudang manfaat bagi ibu hamil. Durian kaya akan kalium yang dibutuhkan ibu hamil untuk menyeimbangkan tekanan darah dan kadar cairan dalam tubuh. Kalium juga bisa membantu membantu mengurangi pembengkakan yang sering terjadi saat hamil. Durian juga mengandung organo-sulfur dan triptofan yang dapat membantu melawan infeksi bakteri dan jamur.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

    Baru-baru ini terdengar kabar bahwa minum alkohol dapat membunuh coronavirus di dalam tubuh. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 23/05/2020

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

    Maag rentan terjadi pada ibu hamil. Salah satu cara mngatasinya adalah dengan minum obat. Apa saja obat maag yang bisa diminum ibu hamil? Baca di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    bahan kimia kosmetik autisme

    Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020