Apakah Cat Kuku Gel Aman Bagi Ibu Hamil?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/09/2019
Bagikan sekarang

Penggunaan cat kuku bertekstur gel tergolong aman digunakan oleh ibu hamil, asalkan tetap berhati-hati saat mengaplikasikan dan menghapus cat kuku jenis ini.

Cat kuku gel diaplikasikan dalam bentuk gel atau cairan dengan menggunakan lampu ultraviolet (UV), sikat, maupun semprotan bahan kimia di atas gel.

Bahan kimia utama dalam cat kuku gel adalah methacrylate monomer. Methacrylate monomer terbagi lagi menjadi berbagai jenis yang sebagian besar sangat aman untuk digunakan, kecuali methyl methacrylate monomer (MMA). MMA sama sekali tidak boleh digunakan oleh wanita, hamil maupun tidak.

MMA dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata dan paru-paru, serta dapat memicu reaksi alergi. Penggunaan MMA telah dilarang di banyak negara bagian di Amerika walaupun hingga saat ini, MMA masih banyak ditemukan di Inggris.

Meskipun dilarang, masih banyak salon kuku yang menggunakan cat kuku gel yang mengandung MMA karena harganya yang cenderung lebih murah daripada produk yang direkomendasikan. Sebelum memutuskan untuk mengaplikasikan cat kuku gel, pilih salon kuku yang menawarkan produk aman. Periksa bahan kimia dalam cat kuku yang akan digunakan. Petugas salon tentu akan dengan senang hati menjelaskan produk mereka.

Ketika diaplikasikan pada kuku, cat ini mengeluarkan bau yang tajam. Akibatnya, Anda mungkin akan merasa mual, terutama jika Anda mengalami morning sickness. Oleh karena itu, pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik atau tunggu hingga Anda merasa baikan sebelum menjalani perawatan mani pedi.

Selama kehamilan, kulit cenderung menjadi lebih sensitif. Itu artinya, kulit Anda berisiko mengalami reaksi terhadap cat kuku gel maupun terkena infeksi jamur atau bakteri di sekitar kuku. Jika Anda khawatir terhadap risiko reaksi atau infeksi, pilihlah produk dengan bahan alami.

Tidak seperti cat kuku akrilik, cat kuku gel harus dihapus dengan cara direndam atau dikikir. Jika Anda memilih metode rendam kuku, bahan kimia yang digunakan adalah aseton. Aseton juga digunakan untuk menghapus cat kuku biasa namun penggunaanya sedikit berbeda. Kuku harus dibalut dengan aseton sampai 20 menit untuk menghapus cat kuku gel yang menempel.

Karena informasi tentang keamanan cat kuku gel untuk ibu hamil ini terbatas, tetaplah berhati-hati dan ikuti tips berikut ini:

  • Gunakan cat kuku gel secukupnya. Lebih baik, gunakan cat kuku biasa atau biarkan kuku tampak sehat alami di jeda perawatan.
  • Minta petugas salon untuk menggunakan aseton dalam waktu sesingkat mungkin
  • Periksa sirkulasi udara dalam ruangan
  • Jika Anda menghapus cat kuku gel sendiri, tempelkan kapas yang sudah direndam dalam aseton pada kuku, bukan merendam jari dalam semangkuk aseton. Hal ini akan mengurangi kontak kulit dengan bahan kimia
  • Cuci tangan hingga bersih untuk menghilangkan sisa bahan kimia

Jika Anda bekerja di salon kuku, otomatis Anda akan terkena paparan zat kimia dalam cat kuku gel dan aseton setiap harinya. Bau tajam dari cat kuku bisa membuat Anda merasa tidak enak badan. Pada kasus yang lebih berat, paparan zat kimia dapat meningkatkan risiko keguguran dan bayi cacat. Jika Anda khawatir mengenai kesehatan Anda, diskusikan dengan manajer salon mengenai jaminan kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan kandungan di tempat kerja.

Jika Anda menjalankan bisnis salon kuku sendiri, mintalah bantuan rekan Anda untuk mengambil alih sebagian pekerjaan ketika Anda sedang hamil. Sebelum mengaplikasikan atau menghapus cat kuku gel, lakukan tindakan pencegahan sebagai berikut:

  • Gunakan masker dan sarung tangan karet
  • Lakukan prosedur perawatan kuku di dekat jendela
  • Beri jeda waktu untuk beristirahat dengan menghirup udara segar

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

    Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 25/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    gangguan makan ibu hamil

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020