Daftar Obat Antibiotik yang Tidak Boleh Diminum Saat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Antibiotik termasuk salah satu obat yang sering diresepkan selama kehamilan. Beberapa antibiotik aman diminum saat masa kehamilan, namun ada juga yang tidak boleh digunakan karena berbahaya bagi janin, terutama pada trimester pertama. Keamanan antibiotik saat hamil tergantung pada berbagai faktor. Misalnya jenis antibiotik yang digunakan, saat trimester berapa obat digunakan, berapa banyak dan berapa lama antibiotik digunakan.

Penelitian baru menemukan hubungan antara antibiotik tertentu selama kehamilan yang diterbitkan di Jurnal Canadian Medical Association Journal dan British Journal of Clinical Pharmacology tahun 2017. Efek samping yang mungkin muncul adalah bayi lahir cacat dan risiko keguguran. Penelitian tersebut mencakup analisis informasi mengenai 139.938 kelahiran hidup di Quebec, Kanada, antara tahun 1998 dan 2008.

Jenis antibiotik apa saja yang dipelajari dan harus dihindari selama kehamilan? Berikut informasi lengkapnya.

Antibiotik saat hamil yang perlu dihindari

1. Golongan tetrasiklin

Antibiotik yang termasuk dalam golongan tetrasiklin yaitu tetrasiklin, doksisiklin, minosiklin. Tetrasiklin jika digunakan selama kehamilan akan menghambat produksi jenis protein tertentu dan menggangu produksi enzim yang penting dalam penataan ulang jaringan dan perubahan bentuk endometrium (otot bagian dalam rahim).

Obat antibiotik ini biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, termasuk jerawat. Karena itu, beri tahu dokter Anda kalau Anda sedang hamil sebelum minum obat resep ini.

2. Golongan kuinolon

Ada banyak anggota antibiotik dalam golongan kuinolon, contohnya adalah ciprofloxacin, norfloxacin, dan moxifloxacin. Antibiotik golongan kuinolon bisa menghambat proses pertumbuhan dan pembelahan sel dan ini bisa berpengaruh pada risiko keguguran. Pada penelitian ini juga ditemukan paparan moxifloxacin dikaitkan dengan peningkatan kecacatan sistem pernapasan pada janin.

Antibiotik golongan kuinolon paling sering diresepkan untuk mengobati penyakit infeksi saluran kencing (ISK).

3. Golongan makrolida

Antibiotik yang diteliti dan termasuk dalam golongan makrolida yaitu azithromycin, clarithromycin, dan eritromisin. Pada penelitian di atas, ketika peneliti membatasi analisis terhadap kehamilan dengan infeksi saluran pernapasan, mereka menemukan bahwa penggunaan makrolida (kecuali eritromisin) meningkatkan terjadinya keguguran jika dibandingkan dengan obat antibiotik penisilin.

4. Golongan sulfonamida

Antibiotik golongan sulfonamida memiliki jenis-jenis obat yang cukup terkenal, yaitu trimetoprim atau sulfametoksazol. Pada kehamilan, obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih. Namun, obat ini juga kerap digunakan untuk membasmi jerawat.

Untungnya, ada antibiotik lain yang bisa digunakan sebagai alternatif untuk tujuan di atas dan tidak menyebabkan risiko keguguran, yaitu nitrofurantoin.

5. Metronidazol

Metronidazol tidak boleh diberikan pada kehamilan trimester pertama. Obat ini bisa digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit, di antaranya adalah trikomoniasis, infeksi bakteri vagina, hingga pneumonia.

6. Klindamisin

Klindamisin adalah anggota dari antibiotik golongan linkosamid atau linkomisin. Paparan klindamisin dan juga ofloxacin (golongan kuinolon) dikaitkan dengan peningkatan kejadian bayi lahir cacat.

7. Fenoksimetilpenisilin (penisilin V)

Paparan penisilin V tidak berkaitan dengan peningkatan risiko bayi lahir cacat dan penyakit jantung bawaan, namun paparan penisilin V melalui uterus (rahim) dikaitkan dengan risiko peningkatan cacat sistem saraf pada janin.

Karena itu, perhatikan baik-baik bila Anda mengalami infeksi bakteri dan diresepkan antibiotik saat hamil. Selalu beri tahu dokter Anda kalau Anda sedang mengandung dan jangan ragu bertanya langsung pada dokter soal efek samping pengobatan yang diberikan terhadap kesehatan bayi dan kandungan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Bagaimana sebenarnnya penggunaan antibiotik yang baik dan benar? Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang minum antibiotik.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Mendekati hari-H melahirkan, Anda mungkin jadi gugup dan takut. Hal ini wajar, tapi jangan sampai kecemasan ibu hamil menjelang persalinan bikin stres.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Melahirkan, Kehamilan 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Ciri-ciri Radang Tenggorokan yang Butuh Antibiotik dan yang Bisa Pakai Obat Biasa

Tidak semua radang tenggorokan dapat diobati dengan antibiotik untuk radang tenggorokan, tergantung penyebabnya. Ada yang disebabkan bakteri atau virus.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit