home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Jenis Obat Tanpa Resep yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

5 Jenis Obat Tanpa Resep yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

Tidak semua obat itu aman diminum saat hamil. Kenapa? Saat hamil, obat-obatan untuk meredakan penyakit yang ringan, seperti sakit kepala, bisa jadi sangat riskan bagi sang ibu dan bayi dalam kandungannya. Caranya sebenarnya mudah, selalu tanyakan dulu kepada dokter sebelum Anda meminum obat apa pun. Kira-kira, apa saja obat yang harus dihindari ibu hamil?

Beragam obat tanpa resep yang harus dihindari saat hamil

Saat badan nyeri, Anda bisa minum paracetamol yang bisa dibeli di apotek. Namun saat hamil, minum obat-obatan tanpa resep tidak semudah itu. Anda harus ekstra hati-hati karena dikhawatirkan kandungan obat bisa menyakiti bayi. Berikut beberapa obat yang harus dihindari saat hamil:

1. Aspirin

Jika Anda mengalami sakit kepala atau nyeri badan saat hamil, Anda sebaiknya menghindari aspirin. Meskipun jadi obat yang mudah ditemukan, aspirin jadi salah satu daftar obat yang harus dihindari ibu hamil.

Penggunaan aspirin dalam dosis tinggi selama kehamilan dapat berisiko menyebabkan keguguran atau abrupsi plasenta.

2. Ibuprofen

Saat hamil, Anda tidak direkomendasikan untuk menggunakan ibuprofen untuk mengatasi meriang atau nyeri tubuh. Minum ibuprofen saat kehamilan bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Bayi bisa mengalami masalah jantung, berkurangnya jumlah cairan ketuban, atau keguguran. Anda boleh menggunakan obat ini, hanya jika benar-benar disarankan oleh dokter.

3. Isotretinoin

Jenis obat ini sering digunakan untuk mengobati jerawat parah. Namun, saat Anda memiliki rencana untuk hamil, penggunaan obat ini harus dihentikan setidaknya 2 bulan.

Penggunan isotretinoin harus dihindari ibu hamil karena berisiko membuat bayi dalam kandungan mengalami cacat lahir atau gangguan neurokognitif (gangguan saraf yang berhubungan dengan kemampuan kognitif).

4. Obat antijamur

Infeksi jamur bisa terjadi selama kehamilan, tapi penggunaan beberapa obat antijamur tidak disarankan. Apalagi jika obat tersebut digunakan tanpa pengawasan dari dokter.

Penggunaan obat antijamur dikhawatirkan dapat menghambat laju perkembangan janin di dalam kandungan. Kandungan obat tersebut menembus plasenta dan bercampur dengan aliran darah.

5. Antikonvulsan

Obat ini sering diresepkan untuk mengatasi kejang dan menjaga kestabilan sel saraf dalam menerima rangsangan. Antikonvulsan seperti diazepam atau clonazepam, dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau keguguran.

Hal yang perlu diperhatikan

Mungkin masih ada obat-obatan lain yang tidak dicantumkan di atas. Apabila Anda sedang hamil dan harus mengonsumsi obat apa pun, selalu konsultasikan dulu dengan dokter Anda.

Selama kehamilan, hindari minum obat-obatan tanpa resep jika belum mendapat kepastian dari dokter, bidan, atau apoteker.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Medicines to Avoid When Pregnant. https://www.webmd.com/baby/medicines-avoid-pregnant. Diakses pada 29 Agustus 2018.

13 Types Of Medication To Avoid During Pregnancy. https://www.momjunction.com/articles/medication-to-avoid-during-pregnancy_00391524/. Diakses pada 29 Agustus 2018.

Can I Take Ibuprofen When I’m Pregnant? https://www.nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/can-i-take-ibuprofen-when-i-am-pregnant/. Diakses pada 29 Agustus 2018.

Pregnancy and isotretinoin therapy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3602257/. Diakses pada 29 Agustus 2018.

The Effects of Thalidomide on Embryonic Development. https://embryo.asu.edu/pages/effects-thalidomide-embryonic-development. Diakses pada 29 Agustus 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x