Semua yang Perlu Anda Tahu Soal Air Ketuban Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/08/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Anda mungkin mengenal air ketuban sebagai pertanda bahwa ibu hamil akan segera melahirkan. Akan tetapi, tahukah Anda dari mana asal cairan ketuban dan apa fungsinya bagi ibu dan janin? Yuk, pelajari seluk-beluk ketuban berikut ini.

Apa itu ketuban?

Selama kehamilan saat bayi masih berupa janin yang bertumbuh di dalam rahim, janin dikelilingi oleh cairan berwarna bening yang sedikit kekuningan. Cairan ini adalah ketuban dan terkandung pada kantung ketuban, yaitu kantung yang memiliki dua membran (amnion dan chorion).

Pada awalnya, cairan ketuban terbuat dari air yang dihasilkan ibu. Setelah itu, setelah sekitar minggu kehamilan ke-20, air ketuban digantikan sepenuhnya dengan urine janin (bayi menelan cairan dan mengeksresikannya). Namun, urine bukanlah satu-satunya komponen ketuban karena terdiri dari unsur-unsur penting lainnya seperti nutrisi, hormon dan antibodi yang melawan infeksi.

Apa fungsi dari ketuban?

Fungsi dari ketuban adalah:

  • Melindungi janin: cairan berperan sebagai shock absorber, melindungi bayi dan menjaganya tetap aman dari tekanan dari luar.
  • Mengendalikan suhu: cairan menjaga suhu yang normal, menginsulasi, dan menjaga bayi tetap hangat.
  • Mengendalikan infeksi: cairan mengandung antibodi yang dapat melawan infeksi sekaligus melindungi janin.
  • Membantu perkembangan paru-paru dan sistem pencernaan bayi: seiring berkembangnya bayi, ia berlatih menggunakan otot sistem melalui bernapas dan menelan air ketuban.
  • Membantu perkembangan otot dan tulang: cairan ini menciptakan lingkungan bagi bayi mengambang bebas, bergerak, dan membentuk otot dan tulang dengan baik.
  • Memberikan pelumasan, mencegah bagian tubuh bayi (jari-jari tangan dan kaki) menempel. Apabila air ketuban terlalu sedikit, webbing dapat terjadi.
  • Menyokong tali pusar: dengan adanya cairan ketuban, tali pusar pada rahim tidak tertekan. Hal ini memastikan janin mendapatkan asupan makanan dan oksigen yang cukup dari plasenta.

Sampel cairan yang diambil melalui amniocentesis dapat menentukan jenis kelamin, status kesehatan dan perkembangan janin.

Masalah-masalah umum pada air ketuban

Normalnya, pada minggu kehamilan ke-34 hingga 36, kadar air ketuban mencapai puncaknya yaitu sekitar 800mL. Begitu kehamilan berlanjut ke hari persalinan (sekitar minggu ke-40), kadar cairan ketuban berkurang ke kadar rata-rata sekitar 600 mL.

Saat kantung ketuban robek, cairan ketuban ibu pecah, sehingga air ketuban keluar dari serviks dan vagina. Air ketuban sering kali pecah mendekati akhir tahap pertama persalinan.

Ada beberapa waktu di mana wanita memiliki jumlah cairan ketuban yang abnormal. Kondisi ini memerlukan perawatan ekstra dari penyedia layanan medis. Gangguan-gangguan yang memengaruhi air ketuban meliputi:

Polyhydramnios

Kondisi ini ditandai dengan jumlah air ketuban yang berlebih. Polyhydramnios dapat terjadi pada kasus kehamilan ganda, anomali turunan dan diabetes gestational.

Oligohydramnios

Gangguan ini menunjukkan terlalu sedikitnya cairan ketuban. Oligohydramnios terjadi pada kondisi seperti kehamilan terlambat, membran yang robek, disfungsi plasenta, atau kelainan pada janin.

KPD (ketuban pecah dini)

KPD adalah kondisi di mana cairan ketuban sudah keluar sebelum waktunya bersalin. KPD bisa saja terjadi karena kadar kolagen yang berfungsi untuk mempertahankan struktur ketuban menurun. Kadar kolagen pada ketuban dapat menurun di antaranya akibat infeksi dan trauma.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
cek kehamilan dengan test pack

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit