Tantangan konsisten olahraga: Posting olahraga yang kamu lakukan & dapatkan hadiah menarik.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Jenis Olahraga untuk Menghilangkan Rasa Sedih

5 Jenis Olahraga untuk Menghilangkan Rasa Sedih

Saat sedih, tubuh terkadang ikut lemas sehingga tidak cukup kuat melakukan latihan fisik. Namun, beberapa orang tetap memilih berolahraga untuk mengurangi perasaan negatif. Ketahui apa yang terjadi pada tubuh ketika Anda olahraga saat sedih.

Bolehkah olahraga saat sedih?

Jawabannya, tentu saja boleh. Olahraga saat bersedih justru membantu memperbaiki suasana hati Anda.

Hal yang paling penting adalah Anda melakukannya sesuai kemampuan dan memilih jenis olahraga yang paling cocok dengan kesukaan Anda.

Inilah beberapa manfaat olahraga saat sedih.

1. Menurunkan perasaan tegang

tanda olahraga berhasil

Seringkali perasaan sedih yang muncul bercampur dengan perasaan tegang. Olahraga terbukti membantu mengurangi ketegangan yang dirasakan.

Aktivitas fisik mampu meningkatkan suhu batang otak. Hal ini memicu perasaan rileks dan mengurangi otot yang tegang. Efek ini juga membantu mengurangi gangguan kecemasan secara keseluruhan.

2. Meningkatkan mood

Olahraga saat sedih merupakan keputusan yang tepat karena latihan fisik akan memicu produksi senyawa endorfin pada tubuh.

Endorfin berguna untuk meningkatkan rasa senang dan euforia. Efek rasa senang yang Anda rasakan ketika berolahraga serupa ketika Anda tertawa, jatuh cinta, orgasme, hingga mengonsumsi makanan yang menggugah selera.

3. Membantu mengalihkan perasaan sedih

Olahraga saat sedih mampu mengalihkan perasaan negatif yang dialami. Jika fokus berolahraga, Anda akan mengalihkan perhatian dari rasa khawatir dan pikiran negatif.

Intinya, olahraga sebagai bentuk pengalihan dapat membantu mengelola rasa sedih. Kesedihan yang Anda rasakan pun bisa berkurang.

4. Mengurangi gejala depresi

Perasaan sedih adalah salah satu tanda-tanda yang umum dijumpai pada depresi. Bersedih membuat Anda merasa kekurangan tenaga dan sulit memulai aktivitas seperti biasanya.

Olahraga saat sedih ternyata membantu mengurangi gejala-gejala depresi lantaran meningkatkan senyawa serotonin, dopamin, dan norepinefrin di dalam tubuh.

Kadar ketiga senyawa ini biasanya lebih rendah pada orang dengan depresi.

5. Meningkatkan kepercayaan diri

Saat sedih, Anda kerap merasa tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hal ini kerap membuat Anda mengucilkan diri karena tidak mampu mengerjakan apa pun.

Sedih dan gejala depresi secara umum akan berkurang ketika Anda memulai latihan fisik. Hal ini ternyata ikut berdampak pada rasa percaya diri.

Ketika akhirnya melakukan dan menyelesaikan latihan fisik, Anda sebenarnya membuktikan bahwa Anda mampu berbuat sesuatu yang berarti bagi diri Anda.

Apa saja olahraga yang bisa mengurangi rasa sedih?

Pada dasarnya, kegiatan fisik apapun cocok dilakukan saat dirundung pilu. Namun, ada beberapa jenis olahraga yang telah terbukti membantu meningkatkan mood Anda.

1. Berjalan di alam terbuka

Berjalan kaki di tempat terbuka yang hijau bisa menjadi pilihan olahraga yang tepat saat sedih. Latihan fisik ini membantu mengurangi suasana hati yang negatif, kecemasan, hingga stres.

Berjalan di ruang terbuka hijau mampu memberikan efek yang lebih baik untuk kondisi mental Anda bila dibandingkan dengan berjalan kaki di perkotaan.

Jika Anda tinggal di kota dan akses menuju alam cukup sulit, Anda bisa berjalan di hutan kota atau taman terdekat. Cobalah berjalan kaki selama lima puluh menit untuk mengurangi perasaan sedih.

2. Tai chi

tai chi untuk pemula

Tai chi adalah salah satu olahraga yang direkomendasikan saat sedih. Olahraga ini membantu meningkatkan kesadaran diri atau mindfulness.

Latihan ini membantu Anda agar tetap fokus dan menerima semua hal yang Anda alami sehingga membantu menurunkan beban pikiran.

Apabila Anda pemula, Anda bisa memulai tai chi dengan menonton video atau bergabung di kelas tai chi.

Gerakkan tubuh Anda secara lembut, perlahan, dan terus-menerus. Pastikan posisi kuda-kuda dan jongkok tetap kuat agar Anda bisa lebih fokus.

3. Kombinasi meditasi dan olahraga aerobik

Kombinasi olahraga aerobik dan meditasi adalah bentuk latihan yang baik untuk mengurangi rasa sedih sebagai gejala depresi dan overthinking.

Mengutip penelitian yang terbit pada jurnal Translational Psychiatry (2016), meditasi dan olahraga aerobik mampu meningkatkan pembentukan sel saraf baru di otak. Regenerasi sel otak membuat Anda lebih tahan terhadap stres dan depresi.

Berdasarkan hasil riset ini, olahraga saat sedih yang bisa dicoba adalah meditasi dengan sambil duduk tenang selama 20 menit. Meditasi dilanjutkan dengan berjalan selama 10 menit.

Setelah itu, Anda bisa meneruskan olahraga aerobik selama 30 puluh menit, pilihannya yaitu berjalan kaki, berlari, senam aerobik, dan bersepeda.

4. Latihan keseimbangan

Latihan keseimbangan juga bisa menjadi olahraga saat Anda sedih yang bisa dicoba.

Rutin melakukan latihan keseimbangan selama 30–75 menit dalam waktu delapan minggu berturut-turut mampu meningkatkan kebahagiaan secara signifikan.

Inilah beberapa jenis latihan keseimbangan yang bisa Anda mulai.

  • Berdiri dengan satu kaki, lalu tahan selama sepuluh detik. Lakukan di setiap sisi kaki.
  • Berjalan dengan memastikan jempol kaki di satu sisi selalu bersentuhan dengan tumit di sisi kaki lainnya. Lakukan sebanyak dua puluh langkah.
  • Berjalan biasa di atas garis lurus.

5. Yoga

yoga child’s pose

Serupa dengan tai chi, yoga cocok sebagai olahraga saat sedih karena berfokus pada mindfulness atau kesadaran diri yang disertai dengan penerimaan emosi.

Yoga meningkatnya serotonin yakni senyawa yang membantu menstabilkan mood Olahraga ini juga membantu menurunkan hormon kortisol yang dilepaskan tubuh saat Anda sedih atau stres.

Jenis yoga yang bisa mengurangi kesedihan adalah hatha yoga. Berikut adalah salah satu gerakan hatha yoga bernama child pose yang bisa Anda coba.

  • Duduk bersimpuh, condongkan tubuh ke depan, pastikan bokong tetap di tumit.
  • Tempelkan dahi di lantai dan gerakkan lengan sehingga berada di samping kaki.
  • Pastikan telapak kaki menghadap ke atas.
  • Tarik dan hembuskan nafas perlahan-lahan dan mendalam. Hitung sebanyak delapan embusan napas.

Olahraga saat sedih bisa membantu mengurangi emosi negatif yang mengganggu. Latihan fisik bisa menjadi pengalihan rasa sedih sehingga memperbaiki suasana hati Anda.

Idealnya, lakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi selama 150 menit per minggu atau tiga puluh menit setiap hari agar kesehatan jasmani tubuh tetap terjaga.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Craft, L., & Perna, F. (2004). The Benefits of Exercise for the Clinically Depressed. The Primary Care Companion To The Journal Of Clinical Psychiatry, 06(03), 104-111. doi: 10.4088/pcc.v06n0301

Chaudhry, S., & Gossman, W. (2021). Biochemistry, Endorphin. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470306/

What Is Depression?. (2021). Retrieved 21 December 2021, from https://www.psychiatry.org/patients-families/depression/what-is-depression

Self-Efficacy Teaching Tip Sheet. (2021). Retrieved 21 December 2021, from https://www.apa.org/pi/aids/resources/education/self-efficacy

Alderman, B., Olson, R., Brush, C., & Shors, T. (2016). MAP training: combining meditation and aerobic exercise reduces depression and rumination while enhancing synchronized brain activity. Translational Psychiatry, 6(2), e726-e726. doi: 10.1038/tp.2015.225

Schoenfeld, T., & Cameron, H. (2014). Adult Neurogenesis and Mental Illness. Neuropsychopharmacology, 40(1), 113-128. doi: 10.1038/npp.2014.230

A guide to tai chi. (2018). Retrieved 21 December 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/exercise/guide-to-tai-chi/

Chekroud, S., Gueorguieva, R., Zheutlin, A., Paulus, M., Krumholz, H., Krystal, J., & Chekroud, A. (2018). Association between physical exercise and mental health in 1·2 million individuals in the USA between 2011 and 2015: a cross-sectional study. The Lancet Psychiatry, 5(9), 739-746. doi: 10.1016/s2215-0366(18)30227-x

Hormone. (2020, August 6). Serotonin. Serotonin | Hormone Health Network. Retrieved December 21, 2021, from https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/serotonin

Woodyard, C. (2011). Exploring the therapeutic effects of yoga and its ability to increase quality of life. International Journal Of Yoga, 4(2), 49. doi: 10.4103/0973-6131.85485

Child’s pose. (2021). Retrieved 21 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/multimedia/childs-pose/vid-20453580

Koselka, E., Weidner, L., Minasov, A., Berman, M., Leonard, W., & Santoso, M. et al. (2019). Walking Green: Developing an Evidence Base for Nature Prescriptions. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 16(22), 4338. doi: 10.3390/ijerph16224338

Balance Exercise. (2021). Retrieved 21 December 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/balance-exercise

Zhang, Z., & Chen, W. (2018). A Systematic Review of the Relationship Between Physical Activity and Happiness. Journal Of Happiness Studies, 20(4), 1305-1322. doi: 10.1007/s10902-018-9976-0

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan