Mengenal TENS, Terapi Listrik untuk Atasi Berbagai Jenis Nyeri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) adalah terapi yang menggunakan arus listrik untuk mengatasi nyeri karena berbagai kondisi, dari gangguan saraf, operasi, hingga nyeri akibat persalinan.

Seperti jenis terapi lainnya, TENS juga memiliki keunggulan dan efek samping. Meski efektif bagi sebagian orang, ada kondisi tertentu yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalani terapi ini. Berikut informasi selengkapnya.

Mengenal TENS dan cara kerjanya

Sumber: Wirecutter

Terapi TENS dilakukan dengan mesin berukuran kecil yang disebut TENS unit. Mesin ini berfungsi menghantarkan arus listrik bervoltase rendah ke dalam sistem saraf. Arus listrik akan memasuki tubuh melalui dua buah elektroda yang ditempelkan pada kulit.

TENS adalah satu dari banyak terapi yang digunakan untuk mengatasi masalah saraf. Melansir laman Cleveland Clinic dan beberapa sumber lainnya, TENS juga bermanfaat untuk mengurangi keluhan akibat:

  • Nyeri menstruasi atau endometriosis
  • Cedera pada saraf tulang belakang dan cedera akibat olahraga
  • Proses persalinan dan operasi
  • Nyeri sendi, leher, dan punggung
  • Peradangan pada otot atau bantalan sendi
  • Osteoporosis, fibromyalgia, dan multiple sclerosis
  • Kanker

Arus listrik yang dikirimkan dari TENS unit akan mengaliri sistem saraf pusat. Hal ini dapat mengurangi kemampuan saraf dalam mengirimkan sinyal nyeri menuju otak dan saraf tulang belakang sehingga nyeri perlahan berkurang.

TENS adalah terapi yang aman dan terkendali. Anda bisa mengontrol intensitas, durasi, dan frekuensi arus listrik dari tombol kendali yang terdapat pada TENS unit. Umumnya, terapi ini dilakukan selama 15 menit menggunakan arus listrik berfrekuensi 10-50 Hz.

Apa saja keunggulan dan efek samping dari TENS?

ruam

TENS merupakan terapi yang sangat efektif untuk mengatasi rasa nyeri. Terapi ini juga dapat mencegah kambuhnya nyeri di kemudian hari. Hasil terapi mungkin beragam, tapi tak menutup kemungkinan nyeri dapat hilang secara permanen.

Terapi TENS juga terbilang mudah dan praktis. Pasien tidak perlu mempersiapkan apa pun sebelum menjalani terapi. Terapi TENS bisa dilakukan secara mandiri di rumah, dengan catatan Anda sudah memahami titik tubuh yang akan dipasangi elektroda.

Efek samping dari terapi TENS adalah sensasi menggelitik, menusuk, dan dengungan mesin yang mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Beberapa pasien juga berisiko mengalami alergi terhadap gel lengket yang terdapat pada elektroda.

Gel lengket pada elektroda bersentuhan langsung dengan kulit. Alergi terhadap gel ini biasanya ditandai dengan kemerahan dan iritasi pada kulit. Jika Anda mengalami gejala tersebut, coba gunakan elektroda dengan gel yang bersifat hipoalergenik.

Efek samping juga bisa timbul bila Anda memasang elektroda dengan keliru. Jangan menempelkan elektroda pada bagian depan leher, sebab hal ini dapat menurunkan tekanan darah dan memicu kejang. Jangan pula memasang elektroda pada area mata karena dapat menyebabkan cedera mata.

Siapa yang tidak boleh menjalani terapi TENS?

Kejang dan Epilepsi Gabapentin obat apa

Meskipun efektif, tidak semua orang bisa menjalani terapi TENS. Orang-orang yang tidak boleh menjalani TENS adalah wanita hamil, penderita epilepsi dan penyakit jantung, serta orang yang menggunakan alat pacu jantung atau implan sejenisnya.

Arus listrik pada terapi TENS mungkin mengganggu kerja alat pacu jantung atau berinteraksi dengan implan yang terbuat dari besi. Sementara pada penderita epilepsi, elektroda yang dipasang dekat leher atau mata dapat memicu kejang.

Pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani terapi TENS. TENS adalah terapi yang sangat efektif bila diterapkan dengan tepat. Efek sampingnya pun relatif kecil dibandingkan manfaatnya yang besar dalam meredakan nyeri.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Pose Yoga yang Dapat Membantu Meredakan Nyeri Punggung

Selain dapat menghalau stres, yoga ternyata bisa meredakan nyeri punggung, lho! Tertarik mencoba manfaat yoga untuk sakit punggung? Yuk, simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Latihan Kelenturan, Kebugaran 9 Februari 2019 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Obat Nyeri Panggul yang Biasa Diresepkan Dokter

Obat nyeri panggul yang diberikan dokter bervariasi, tergantung pada penyebabnya, seberapa hebat rasa sakitnya, dan seberapa sering rasa sakit itu terjadi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 6 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit

NEO Rheumacyl

NEO rheumacyl adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri. Cari tahu fungsi, dosis, efek samping, serta peringatan obat NEO rheumacyl di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 11 Oktober 2017 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

punggung sakit saat duduk

Sering Sakit Punggung Saat Duduk? Jajal 7 Cara Ini untuk Meredakannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
manahan rasa sakit toleransi nyeri

Wanita Lebih Bisa Menahan Nyeri Daripada Pria, Mitos Atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
payudara sakit tanda hamil

6 Cara Jitu Mengatasi Payudara Sakit Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16 April 2019 . Waktu baca 4 menit
saat sakit punggung

Posisi Tidur Terbaik untuk Sakit Punggung (Plus yang Harus Dihindari)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit