home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Terlalu Sering Angkat Beban Bisa Bikin Tubuh Makin Pendek?

Benarkah Terlalu Sering Angkat Beban Bisa Bikin Tubuh Makin Pendek?

Latihan angkat besi menawarkan sejumlah manfaat bagi kesehatan termasuk penurunan berat badan, pembakaran lemak, membentuk otot, serta memerangi osteoporosis. Namun di balik sejumlah manfaat menggoda ini, banyak orang yang masih ragu untuk memulainya karena dihantui oleh bisik tetangga yang bilang bahwa risiko angkat beban bisa bikin tubuh bantet, alias makin pendek. Apalagi jika dilakukan rutin oleh anak-anak dan remaja. Masa, sih, demikian?

Kenapa ada anggapan risiko angkat beban bisa bikin tubuh pendek?

Pertumbuhan tinggi badan seseorang di usia remaja dipengaruhi oleh lempeng epifisis, atau dikenal sebagai lempeng pertumbuhan, yang terletak di ujung tulang panjang. Lempeng ini akan membelah dan beregenerasi sepanjang masa tumbuh kembang anak untuk membentuk tulang baru dalam prosesnya. Penutupan lempeng epifisis pada umumnya terjadi di usia antara 17-23 tahun, yang ditandai dengan pemadatan piringan tulang lunak (kartilago) untuk membentuk tulang matang.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi seberapa cepat lempeng epifisis menutup dan menentukan tinggi badan seseorang antara lain adalah genetik dari orang tua, asupan gizi, dan aktivitas fisik saat masa pertumbuhan.

Karena epifisis memegang peran penting terhadap pertumbuhan tulang, banyak orangtua yang khawatir apabila plat ini mengalami kerusakan atau menutup terlalu cepat akibat aktivitas angkat besi yang dilakukan anaknya. Hal inilah yang memicu kepercayaan kalau risiko angkat beban bisa menghambat pertumbuhan tinggi badan seseorang.

Tenang, angkat beban tidak bikin tubuh pendek

Olahraga angkat beban telah lama dikenal dapat meningkatkan kepadatan tulang pada orang dewasa. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine Research menemukan bukti bahwa latihan angkat berat justru berdampak positif pada perkembangan pertumbuhan lempeng epifisis.

Dr. Avery Faigenbaum dari University of Massachusetts pun menyatakan hal yang senada. Kekhawatiran tentang angkat besi yang menghambat pertumbuhan anak-anak dan remaja sudah ketinggalan zaman dan menyesatkan. Di samping olahraga angkat beban, ia menyarankan agar Anda terus mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur untuk merangsang pertumbuhan tinggi badan.

Tubuh yang makin pendek seiring usia bukan selalu karena risiko angkat beban

Meski begitu, penyusutan tinggi badan bukanlah hal yang mustahil terjadi terlepas dari aktivitas fisik apa yang Anda lakukan. Manusia bisa kehilangan beberapa centimeter tinggi badannya karena piringan sendi antara tulang belakang lama kelamaan ‘aus’ dan tertekan sehingga melengkung. Tubuh yang makin pendek seiring bertambahnya usia juga bisa dipengaruhi oleh hilangnya kepadatan tulang (osteoporosis).

Hilangnya otot di batang tubuh juga dapat menyebabkan postur tubuh membungkuk. Bahkan pelurusan lengkungan kaki secara bertahap juga dapat membuat Anda sedikit lebih pendek. Penyusutan tinggi badan bisa menjadi pertanda kurangnya kesehatan tubuh secara umum atau gizi buruk.

Manfaat olahraga angkat beban untuk anak-anak dan remaja

Olahraga angkat beban tidak melulu harus dilakukan dengan beban berat. Bisa juga dilakukan dengan gelang penahan, bola fitness atau dengan berat badan anak sendiri, seperti planking.

Seperti dilansir Mayo Clinic, beberapa manfaat angkat beban untuk anak-anak dan remaja antara lain:

  • Memperkuat tulang dan otot
  • Meningkatkan daya tahan fisik
  • Melindungi tendon dan ligamen
  • Meningkatkan kepadatan tulang
  • Membantu mempertahankan tingkat kolesterol yang sehat serta menjaga tekanan darah
  • Membantu mempertahankan berat badan yang sehat
  • Memperkuat performa saat berolahraga dan cedera saat berolahraga
  • Memungkinkan sistem saraf dan otot untuk berinteraksi lebih efisien.

Latihan angkat beban dapat dimulai sejak dini. Usia paling muda yang diperbolehkan adalah 7 atau 8 tahun. Selain itu, latihan beban sebaiknya dimulai sebelum anak-anak mencapai pubertas atau setidaknya pada usia 12 tahun karena tubuhnya lebih fleksibel dan lebih mudah dilatih.

Yang harus diperhatikan jika anak ingin angkat beban

Seperti yang sudah disinggung di atas, angkat beban pada dasarnya tidak menghambat pertumbuhan tinggi badan. Banyak ahli kesehatan saat ini mengakui bahwa manfaat kesehatan dari latihan ketahanan lebih besar dibandingkan risiko kerusakan pelat. Tapi, jangan juga sembarangan melakukan angkat beban jika tidak mau cedera.

Bagi anak-anak, pengawasan adalah kunci. Risiko cedera itu nyata, namun bisa diminimalisir dengan teknik dan pengawasan yang tepat. Beberapa risiko cedera yang sering menghampiri anak-anak adalah patah tulang, dislokasi tulang, spondylolysis, hernia, dan hingga pecahnya otot jantung. Mayoritas cedera tersebut terjadi pada anak-anak yang berolahraga sendiri, tanpa adanya pengawasan dari orang dewasa yang ahli.

Itu sebabnya, jika seorang anak ingin melakukan angkat beban, ataupun aktivitas fisik lainnya, ada baiknya selalu diawasi oleh pelatih dan terapis yang berkualitas sehingga bisa mengurangi risiko terjadinya cedera. Selain itu, pengawasan yang tepat saat anak melakukan aktivitas fisik juga justru akan memaksimalkan potensi manfaatnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can Lifting Weights When Young Stunt Your Growth? – http://www.livestrong.com/article/430166-can-lifting-weights-when-young-stunt-your-growth/ dikases pada 8 September 2017

The Truth About Lifting Weights And Stunting Your Growth – http://www.huffingtonpost.com/entry/will-lifting-weights-stunt-growth-myth-fact_us_56fd629ee4b083f5c60721f4 Ddiakses pada 8 September 2017

Strength Training: OK For Kids? – http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/tween-and-teen-health/in-depth/strength-training/art-20047758 diakses pada 8 September 2017

Strength Training for Children and Adolescents: Benefits and Risks. – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23914510 diakses pada 8 September 2017

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 18/09/2017
x