Yang Terjadi Pada Otot Setelah Anda Mulai Rajin Latihan Angkat Beban

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Angkat beban adalah jenis olahraga yang ideal untuk membentuk dan membesarkan massa otot. Manfaat angkat beban juga termasuk menurunkan berat badan dan memerangi osteoporosis. Namun Anda mungkin bertanya-tanya, apa yang terjadi pada otot-otot tubuh setelah melakukan angkat beban sehingga bisa jadi besar seperti binaragawan? Berikut penjelasannya.

Manfaat angkat beban untuk membesarkan otot terjadi dalam 5 langkah berikut

1. Terjadi luka kecil pada otot

Olahraga angkat beban yang intens menyebabka terbentuknya luka kecil di serat-serat otot dan jaringan ikatnya. Pada awalnya, luka yang terbentuk hanya kecil, tapi akan terus berkembang dalam jumlah banyak sehingga membuat otot jadi kelelahan.

Proses penyembuhan luka otot ini bisa memakan waktu seminggu lebih, tapi bisa Anda percepat dengan memperbanyak makan makanan tinggi karbohidrat, protein, dan lemak sehat segera setelah selesai latihan hingga beberapa hari selanjutnya. Sumber makanan ini ikut membantu mempercepat proses pembentukan otot baru.

Istirahat yang cukup setelah olahraga juga bisa membantu mempercepat kesembuhan otot-otot yang lelah setelah angkat beban.

2. Kerusakan otot

Latihan angkat beban dan melakukan latihan berat lainnya menyebabkan robekan kecil dan kerusakan lain di jaringan otot Anda. Meskipun mungkin terdengar seperti menyeramkan, tapi kerusakan ini sebenarnya merupakan komponen kunci dari perkembangan otot.

Kerusakan yang diterima otot Anda saat mengangkat beban memicu proses penyembuhan dan juga meminta tubuh untuk mencoba dan menyesuaikan diri untuk mencegah kerusakan lainnya di kemudian hari.

3. Membangun kembali otot

Seiring waktu, sel-sel otot yang kelelahan akan diperbaiki oleh tubuh sementara sel otot yang rusak akan diganti dengan yang baru. Kemampuan tubuh untuk membangun kembali otot-ototnya turut meningkatkan ukuran, kekuatan dan kapasitas otot.

Proses pembentukan otot ini dibantu dengan pencernaan protein dari makanan yang akan digunakan untuk membuat otot baru.

4. Pembentukan asam laktat

Latihan angkat beban atau jenis olahraga berat lainnya akan merangsang tubuh memproduksi asam laktat sebagai limbah metabolisme tubuh.

Dalam taraf yang wajar, asam laktat dapat dibakar sebagai cadangan energi ketika tubuh membutuhkan lebih banyak energi yang dapat dihasilkan melalui pernapasan sel. Sederhananya, asam laktat dapat meningkatkan stamina Anda untuk berolahraga lebih lama.

Meski begitu, asam laktat dalam jumlah berlebihan dalam tubuh dapat merugikan otot. Ini menyebabkan kelelahan otot dan nyeri otot yang terasa seperti terbakar setelah olahraga.

5. Pompa otot

Otot akan berkontraksi cukup sering untuk memungkinkan And mengangkat dan menurunkan beban selama latihan.

Kontraksi ini memberi tekanan pada pembuluh darah sehingga mengalirkan darah ke otot. Akibatnya, terjadi peningkatan tekanan darah di dalam otot. Peningkatan tekanan darah ini menyebabkan kebocoran plasma darah dari pembuluh darah kapiler ke jaringan di sekitar. Proses inilah yang menyebabkan terjadinya “efek pompa” sehingga otot menjadi membesar.

 

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif untuk Mengatasi Stroke

Selain menjalani pengobatan yang direkomendasi oleh dokter, stroke juga bisa diatasi dengan mengonsumsi obat herbal dan menjalani pengobatan alternatif.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Stroke Iskemik

Salah satu jenis stroke yang paling banyak terjadi adalah stroke iskemik. Cari tahu penyebab, gejala, hingga pengobatannya di artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Olahraga adalah cara mendapatkan berat badan ideal yang paling efektif. Namun dari semua jenis, mana yang lebih manjur: olahraga kardio atau angkat beban?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Kardio, Kebugaran 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tes Elektromiografi (EMG) untuk Mendeteksi Masalah Otot dan Saraf

Elektromiografi atau EMG adalah pemeriksaan untuk membantu mendeteksi gangguan otot dan saraf. Berikut informasi lengkap tentang fungsi dan prosedur ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 4 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sarkopenia lansia

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
komplikasi stroke

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyebab sakit lutut

Hati-hati, 4 Jenis Olahraga Ini Rentan Menyebabkan Sakit Lutut

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Gejala stroke ringan

Gejala Stroke yang Penting Anda Kenali dan Cara Penanganan yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit