home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Memulai Olahraga Setelah Sembuh dari Sakit

Tips Memulai Olahraga Setelah Sembuh dari Sakit

Olahraga adalah aktivitas yang sangat baik untuk kesehatan. Menurut The Department of Health and Human Services Amerika Serikat, semakin rajin berolahraga maka Anda sudah mengurangi risiko kanker dan diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga juga dapat meningkatkan umur 3 sampai 7 tahun. Begitu banyak manfaat olahraga yang kita dapatkan. Namun, bagaimana jika Anda sakit? Anda yang punya hobi olahraga, gym, atau fitness pasti bertanya kapan saya bisa memulai olahraga lagi setelah sembuh dari sakit. Sebelum berolahraga, ada baiknya Anda cari tahu di artikel ini.

Kenapa Anda sebaiknya tak berolahraga saat sedang sakit

Saat Anda sakit, sudah pasti tubuh akan merasakannya. Jangankan berolahraga, untuk aktivitas normal seperti biasa saja rasanya tentu sulit saat tubuh sedang tidak fit. Jangan memaksakan diri saat sedang sakit untuk berolahraga, karena Anda harus melihat bagaimana tubuh meresponnya.

Menurut para ahli, sakit disebabkan oleh stres. Stres inilah yang akan menghasilkan hormon kortisol yang berperan menurunkan produksi sitokin di dalam tubuh. Sitokin adalah kelompok protein yang sangat mempengaruhi sistem imun di dalam tubuh kita. Jika produksi sitokin berkurang, maka imun akan merespon, sedangkan imun atau sistem kekebalan tubuh akan mampu merangsang produksi bahan kimia yang diperlukan untuk melawan infeksi serta mengambil langkah-langkah lain untuk menekan penyebaran bakteri berbahaya.

Saat imun tidak dapat berfungsi sepenuhnya, maka tubuh kita akan merespon dengan sakit yang kita rasakan. Jika Anda pernah mendengar hasil penelitian yang menunjukkan bahwa stres dapat dikurangi dengan latihan fisik secara teratur, hal itu memang benar, namun bukan berarti Anda lantas berolahraga saat sakit karena berasumsi bahwa sakit disebabkan oleh stres. Bagaimanapun olahraga yang menjadi kunci untuk mengatur stres dilakukan saat tubuh sehat, bukan saat pada sakit. Satu-satunya yang Anda harus lakukan pada saat sakit adalah melakukan penyembuhan terlebih dahulu.

Kapan boleh memulai olahraga lagi setelah sembuh dari sakit?

Hal ini tergantung pada sakit yang dialami karena masing-masing penyakit memiliki waktu yang berbeda-beda untuk penyembuhannya. Menurut Michele Olson, seorang profesor di Universitas Montgomery, memulai olahraga pertama setelah sembuh dari sakit adalah saat Anda dapat memastikan bahwa suhu badan Anda selama 48 jam terakhir sudah normal dan tidak lagi demam.

Jika dalam waktu 48 jam Anda tidak lagi demam, Anda dapat memulai aktivitas olahraga secara perlahan. Jangan langsung memulai dengan porsi normal seperti sebelum sakit. Jika sebelum sakit Anda memiliki porsi olahraga 100%, maka mulailah dengan porsi maksimal sebanyak 20-30% di minggu pertama, jika merasa semakin membaik tingkatkan menjadi 70%.

Lalu kapan Anda dapat melakukan rutinitas olahraga yang sama persis seperti sebelum sakit? Tunggulah dua sampai tiga minggu. Hal ini memang tergantung pada sakit apa yang dialami, jika ringan seperti demam, influenza atau batuk, tunggu satu atau dua minggu. Jika sakit tergolong berat, tunggulah sampai tiga minggu. Setelah ini baru Anda dapat memulai aktivitas olahraga dengan intensitas seperti biasa.

Mulailah benar-benar secara perlahan, jangan bertindak tidak adil pada tubuh. Jika Anda merasa tidak yakin kapan dapat berolahraga setelah penyembuhan karena sakit yang dialami, konsultasikan pada dokter jenis olahraga apa yang boleh dilakukan. Olahraga memang dapat membantu menjadi lebih sehat, namun kewajiban Anda untuk mengetahui kapan dan bagaimana olahraga yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Andrew, R. (n.d.). Exercise when sick: Should you sweat it out? Or rest and recover? Retrieved January 17, 2017, from Precision Nutrition: http://www.precisionnutrition.com/working-out-when-sick

Frost, S. (2015, September 23). Getting Back to the Gym After Being Sick. Retrieved January 17, 2017, from Live Strong: http://www.livestrong.com/article/504794-getting-back-to-the-gym-after-being-sick/

Scientific American. (2009, January 2). Does Exercise Really Make You Healthier? Retrieved January 17, 2017, from Scientific American: https://www.scientificamerican.com/article/does-exercise-really-make/

Shortsleeve, C. (2016, February 24). The Best Way to Start Exercising Again After Being Sick. Retrieved January 17, 2017, from Shape: http://www.shape.com/fitness/tips/how-to-exercise-after-being-sick

Stevens, E. C. (n.d.). Why You Shouldn’t Work Out When You’re Sick. Retrieved January 1, 2017, from Breaking Muscle: https://breakingmuscle.com/learn/why-you-shouldnt-work-out-when-youre-sick

Foto Penulis
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Tanggal diperbarui 19/01/2017
x