2 Trik Sederhana untuk Melatih Kelincahan Kaki Bagi Pemain Sepak Bola

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi pemain bola, kelincahan menggocek dan menggiring bola menjadi salah satu modal untuk bersinar di atas lapangan hijau. Jika Anda ingin menjadi pesebak bola andal layaknya Theo Walcott yang mampu berlari secepat 32 km/jam atau bahkan Gareth Bale yang punya kecepatan berlari hingga 35 kilometer per jam, tentu Anda harus memperbanyak latihan. Ada satu latihan fisik yang bermanfaat untuk meningkatkan ketangkasan dan kemampuan Anda menguasai lapangan, yaitu latihan interval.

Ingin tahu apa saja manfaat dan tips menjalani latihan interval untuk pemain bola? Simak terus informasinya di bawah ini.

Kenapa latihan interval penting untuk pemain bola

Olahraga interval adalah metode latihan fisik yang mengutamakan pergantian intensitas latihan. Jadi dalam satu sesi olahraga, Anda akan berlatih dengan intensitas berat, sedang, dan ringan sekaligus. Jenis olahraganya bisa macam-macam. Mulai dari lari, berenang, sampai naik sepeda.

Perhatikan saat Anda bermain sepak bola. Sepanjang permainan, Anda harus terus mengganti intensitas fisik. Misalnya Anda lari dengan kecepatan tinggi saat mengejar bola, lalu tiba-tiba harus menurunkan kecepatan lari untuk menggiring dan mengendalikan bola. Anda juga harus cukup lincah untuk berhenti tiba-tiba dan berbalik arah untuk mengecoh lawan.

Bila tidak dilatih, pergantian intensitas yang mendadak ini akan membuat Anda cepat lelah saat main bola. Anda juga mungkin jadi kesulitan menyesuaikan kecepatan lari. Karena itu, Anda harus mulai rutin berlatih interval.

Selain meningkatan akselerasi dan stamina, olahraga interval juga baik untuk melatih ketahanan otot-otot, terutama pada bagian kaki. Hal ini bisa mencegah kemungkinan cedera saat bermain sepak bola sekaligus membuat Anda lebih lentur.

Tips latihan interval untuk pemain bola

Bingung mau mulai latihan interval dari mana? Tenang saja, berikut panduan melakukan latihan interval untuk pemain bola.

Jogging dan sprint

Untuk melatih akselerasi dan stamina Anda saat berlari di lapangan, Anda bisa melakukan latihan interval lari. Caranya cukup mudah. Mulailah dengan jogging seperti biasa selama dua menit. Kemudian, tambah kecepatan lari Anda jadi lari sprint selama kira-kira 30 detik.

Setelah itu turunkan lagi kecepatan Anda sampai jadi jogging untuk 30 detik. Lalu lari cepat lagi selama 30 detik. Untuk hasil yang maksimal, Anda bisa pakai timer untuk menandai kapan harus mengganti intensitas dan kecepatan lari.

Anda bisa melakukan latihan ini selama lima sampai lima belas menit. Kalau Anda belum biasa dengan latihan interval, mulai dari empat sampai lima menit saja. Karena latihan fisik ini cukup berat, jangan berlatih selama lebih dari setengah jam.

Naik sepeda di perbukitan

Bila Anda suka naik sepeda, pilih lintasan yang ideal untuk latihan interval, misalnya perbukitan. Jalan yang naik turun bisa jadi tempat yang baik untuk menyelingi intensitas fisik Anda. Misalnya saat jalanan menanjak, intensitas Anda mengayuh tentu jadi lebih berat. Kemudian saat jalanan menurun, Anda bisa sedikit beristirahat.

Naik sepeda sambil berlatih interval juga akan membantu Anda menjaga keseimbangan sambil menyesuaikan akselerasi. Ingat, batasi durasi latihan Anda karena latihan ini sudah cukup intens bagi tubuh.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga bakteri baik dalam usus

8 Tips Menjaga Bakteri Baik dalam Usus

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit