home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sama-Sama Menyehatkan Tubuh, Apa Bedanya Olahraga Kardio dan Resistance?

Sama-Sama Menyehatkan Tubuh, Apa Bedanya Olahraga Kardio dan Resistance?

Walaupun sama-sama dapat menyehatkan tubuh serta memperkuat otot, olahraga kardio dan resistance merupakan dua jenis latihan yang berbeda. Mengetahui perbedaan keduanya bisa berguna untuk memanfaatkannya secara optimal untuk tubuh Anda.

Perbedaan olahraga kardio dan resistance

Perbedaan latihan kardio dan resistance dapat dilihat dari beberapa aspek. Di antaranya sifat aerobik atau anaerobik, seberapa efektif olahraga tersebut untuk membakar lemak, manfaatnya, serta jenisnya.

Berikut adalah perbedaan antara kedua olahraga tersebut:

1. Aerobik dan anaerobik

Istilah ‘aerobik’ berarti berkaitan dengan oksigen, sedangkan ‘anaerobik’ memiliki arti sebaliknya. Semua latihan yang tergolong dalam olahraga aerobik bertujuan mengoptimalkan kemampuan tubuh untuk menyerap dan menyalurkan oksigen.

Olahraga kardio merupakan olahraga aerobik, sebab olahraga ini mampu meningkatkan denyut jantung dan pernapasan. Dengan meningkatnya denyut jantung dan pernapasan, tubuh mendapatkan cukup oksigen agar bisa terus beraktivitas.

Berbeda dengan kardio, olahraga resistance adalah olahraga anaerobik dan tidak berfokus untuk meningkatkan pasokan oksigen pada jaringan tubuh. Olahraga ini menggunakan beban untuk meningkatkan ketahanan otot sehingga otot semakin kuat.

2. Keampuhan membakar lemak

Sumber energi tubuh berasal dari karbohidrat dan lemak. Namun, lemak adalah sumber energi yang lebih besar dan dapat digunakan oleh tubuh dengan mudah. Untuk bisa membakar lemak secara efektif, tubuh Anda membutuhkan oksigen.

Olahraga kardio memberikan tubuh Anda banyak pasokan oksigen untuk membakar lemak. Semakin sering Anda melakukan olahraga kardio, semakin tubuh Anda terlatih untuk membakar lemak menggunakan oksigen.

Olahraga resistance pun sebenarnya dapat membakar lemak. Akan tetapi, olahraga ini tidak menggunakan oksigen sebanyak olahraga kardio. Maka dari itu, banyaknya lemak yang dibakar pada olahraga kardio dan resistance tentu berbeda.

3. Manfaat olahraga

Olahraga kardio fokus pada sistem pernapasan dan peredaran darah. Sementara itu, olahraga resistance menekankan pada fungsi otot, sendi, tulang, dan tubuh secara keseluruhan. Kedua olahraga ini memiliki manfaat yang berbeda.

Manfaat yang akan Anda peroleh dari olahraga kardio di antaranya berikut ini.

  • Memelihara kesehatan jantung dan peredaran darah
  • Menurunkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, dan gagal jantung
  • Mencegah osteoporosis
  • Menurunkan risiko diabetes
  • Menjaga berat badan ideal
  • Memelihara fungsi kecerdasan dan menurunkan risiko penyakit Alzheimer

Sementara itu, olahraga resistance juga memiliki manfaatnya tersendiri seperti di bawah ini.

  • Meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot
  • Menjaga kestabilan, postur, kelincahan, dan keseimbangan tubuh
  • Mengurangi risiko cedera, radang sendi, sakit punggung, sakit pinggang, dan obesitas
  • Meningkatkan stamina dan kepadatan tulang
  • Memelihara fungsi sendi
  • Meningkatkan performa aktivitas sehari-hari

4. Jenis olahraga

Perbedaan lain dari olahraga kardio dan resistance adalah jenis latihan yang dilakukan. Olahraga kardio dapat dilakukan dari intensitas ringan seperti berjalan kaki dan jogging, hingga berat seperti panjat tebing dan mendayung.

Contoh olahraga kardio

  • Berenang
  • Berdansa
  • Bersepeda
  • Menaiki tangga
  • Melakukan olahraga permainan seperti sepak bola, tenis, atau voli

Tidak seperti olahraga kardio yang bisa dilakukan dalam waktu lama, olahraga resistance cenderung dilakukan dengan intensitas berat dan dalam waktu singkat. Contoh olahraga resistance di antaranya:

  • Plank atau side plank, push-up, sit-up, squat, dan chin-up
  • Angkat beban
  • Flat bench press
  • Latihan dengan dumbbell atau tali elastis
  • Kombinasi seluruh latihan ini

Olahraga kardio dan resistance memiliki fokus yang berbeda. Meski demikian, keduanya sama-sama memberikan manfaat bagi kesehatan Anda. Bahkan, akan lebih baik lagi jika Anda rutin melakukan olahraga kardio dan resistance sekaligus.

Jangan terburu-buru dalam melakukan kedua olahraga ini. Mulailah dengan memilih olahraga yang mudah dan sesuaikan dengan kemampuan Anda. Begitu Anda mulai terbiasa, tingkatkan intensitasnya agar tubuh semakin terlatih.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Aerobic Exercise. https://www.medicinenet.com/aerobic_exercise/article.htm#what_are_some_aerobic_training_workouts_and_routines Diakses pada 29 Juli 2019.

Everything You Need to Know About Cardio. https://www.verywellfit.com/everything-you-need-to-know-about-cardio-1229553 Diakses pada 29 Juli 2019.

Endurance Exercise (Aerobic). https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/endurance-exercise-aerobic Diakses pada 29 Juli 2019.

Resistance training – health benefits. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/resistance-training-health-benefits Diakses pada 29 Juli 2019.

Resistance Training, https://www.emedicinehealth.com/strength_training/article_em.htm Diakses pada 29 Juli 2019.

Nystoriak, M. and Bhatnagar, A. (2018). Cardiovascular Effects and Benefits of Exercise. Frontiers in Cardiovascular Medicine, 5(135).

Foto Penulis
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 24/03/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x