Kenapa Tubuh Kita Perlu Peregangan Otot?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

The American College of Sports menyatakan bahwa peregangan otot alias stretching adalah hal yang baik untuk dilakukan. Bahkan, para ahli menyarankan untuk melakukan peregangan otot setidaknya 2 kali dalam seminggu, selama 60 detik tiap gerakan. Mengapa?

Pentingnya melakukan peregangan otot secara rutin

Semakin bertambahnya umur, otot dan sendi Anda biasanya akan semakin tidak fleksibel. Dengan rajin melakukan peregangan, hal ini akan membantu Anda bergerak lebih leluasa. Banyak ahli mengatakan, peregangan yang rutin dapat membantu pinggul dan paha belakang tetap fleksibel sampai hari tua.

Jika postur tubuh Anda buruk dan aktivitas Anda terlalu padat sehingga Anda jarang olahraga, setidaknya jadikanlah peregangan sebagai kebiasaan untuk melemaskan otot-otot secara rutin. Apabila Anda memiliki sakit pinggang karena duduk di belakang meja setiap hari, peregangan juga dapat membantu.

Perlukah peregangan otot sebelum berolahraga?

Tidak perlu. Hal ini tidak terbukti mencegah cedera, sakit pada otot setelah olahraga, maupun meningkatkan performa Anda.

Menurut penelitian, peregangan statis sebelum berolahraga malah dapat melemahkan performa, terutama kecepatan lari sprint. Penyebab utamanya adalah karena peregangan dapat membuat otot Anda lelah. Anda harus melakukan pemanasan sebelum berolahraga, namun lakukan dengan peregangan dinamis, yang mirip seperti olahraga Anda yang akan Anda lakukan tetapi dalam intensitas yang lebih rendah.

Sebelum berlari, pemanasan yang baik untuk dilakukan adalah:

  • Lari di tempat dengan cepat
  • Berjalan sambil menekuk lutut
  • Mengayunkan kaki
  • Langkah tinggi atau “butt kicks” (jogging perlahan sembari kaki menendang bokong ke belakang).

Mulailah secara perlahan, dan tingkatkan intensitasnya secara berkala.

Perlukah peregangan otot setelah berolahraga?

Ya! Ini adalah waktu terbaik untuk peregangan, terutama peregangan statis. Semua orang akan menjadi lebih fleksibel setelah berolahraga, karena sirkulasi pada otot dan sendi meningkat.

Setelah Anda berlari atau jogging, akhirilah dengan berjalan-jalan kecil untuk relaksasi. Setelah itu, tutup dengan melakukan peregangan. Ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri olahraga.

Bolehkah saya melakukan peregangan otot setiap saat?

Ya. Peregangan tidak diharuskan hanya sebelum atau sesudah olahraga rutin saja. Peregangan penting juga untuk dilakukan sekali-kali, misalnya ketika Anda bangun pagi, sebelum tidur, atau selama istirahat kerja.

Apakah perlu untuk menahan peregangan?

Tidak perlu. Meregangkan otot dan menahannya selama 15 sampai 30 detik dinamakan peregangan statis, dan peregangan seperti ini baik untuk dilakukan asal Anda tidak menahannya terlalu lama hingga menyebabkan kesakitan. Tetapi studi menyebutkan bahwa peregangan yang dinamis pun sama efektifnya, dan bahkan terkadang lebih baik jika Anda melakukannya sebelum berolahraga.

Peregangan yang dinamis, seperti Standing-Cat-Camel, menggerakkan kelompok otot secara halus melalui beberapa gerakan.

Ini adalah versi peregangan statis dari Standing-Cat-Camel:

  1. Satukan jari-jari Anda rentangkan di depan wajah dengan telapak tangan menghadap ke depan.
  2. Rentangkan lengan ke depan sejauh yang Anda bisa, lengkungkan punggung dan bahu Anda ke depan.
  3. Tahan hingga sekitar 10 detik.
  4. Sekarang lepaskan jari-jari Anda, dan raih pergelangan tangan atau jari di belakang Anda.
  5. Angkat lengan Anda setinggi yang Anda bisa di belakang punggung Anda tanpa melepas tangan, sampai dada Anda akan terbuka dan bahu Anda berputar ke belakang.

Dengan peregangan apapun, baik statis atau dinamis, Anda harus merasakan peregangan, tapi Anda tidak boleh merasakan kesakitan. Jangan melakukan peregangan lebih jauh dari jangkauan gerakan yang Anda perlukan.

 

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ingin jantung selalu sehat? Cobalah untuk mencoba senam jantung sehat. Yuk, lihat manfaat sekaligus panduan gerakan-gerakannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Olahraga Pagi atau Olahraga Malam, Mana yang Lebih Baik?

Ada yang suka berolahraga setelah bangun pagi, ada juga yang lebih senang olahraga pulang kantor. Sebetulnya, lebih baik olahraga pagi atau malam?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Olahraga Lainnya, Kebugaran 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Beberapa jenis makanan dan minuman ternyata bermanfaat untuk meringankan keluhan pada penderita sakit maag. Apa saja daftarnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Olahraga adalah cara mendapatkan berat badan ideal yang paling efektif. Namun dari semua jenis, mana yang lebih manjur: olahraga kardio atau angkat beban?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Kardio, Kebugaran 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
makan telur mentah

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit