Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Seiring dengan perkembangan jangkauan sel kanker serviks (leher rahim), semakin luas pula area di dalam tubuh yang menjadi sasaran. Begitu pula pada perkembangan sel kanker serviks di stadium 3. Penting untuk mengetahui seperti apa tahapan perkembangan, gejala yang muncul, serta pilihan pengobatan yang tepat. Yuk, cari tahu informasi mengenai kanker leher rahim stadium 3 lebih lanjut pada artikel ini.

Bagaimana tahap perkembangan kanker serviks stadium 3?

deteksi kanker serviks dini memperbesar peluang sembuh

Setelah melalui beberapa stadium sebelumnya, mulai dari stadium awal seperti stadium 1, hingga stadium 2,  penyakit kanker serviks bisa berkembang hingga mencapai stadium 3.

Pada tahap ini, sel kanker sudah berkembang dan menyebar dari leher rahim sampai ke jaringan di sekitarnya. Sel kanker bisa saja mulai berkembang mencapai bagian bawah vagina, serta otot maupun ligamen yang melapisi dinding panggul.

Sel kanker pada stadium ini juga bisa menjalar sampai akhirnya menyumbat bagian ureter yang mengarah pada ginjal. Alhasil, tidak menutup kemungkinan bahwa sel kanker akan mengakibatkan munculnya masalah pada ginjal.

Dalam perkembangannya, kanker serviks stadium 3 dapat dipecah menjadi dua kelompok stadium, yang ditentukan oleh tingkat penyebaran sel kanker di dalam tubuh, yaitu:

Stadium 3A

Pada tahap ini, penyebaran sel-sel kanker sudah mencapai bagian bawah vagina. Meski begitu, sel kanker belum mencapai area dinding panggul.

Stadium 3B

Setingkat lebih tinggi dari 3A, pada stadium ini perkembangan sel kanker telah menyebar hingga ke dinding panggul.

Bukan itu saja, pada kanker serviks stadium 3 ini tumor yang terbentuk dari kumpulan sel kanker juga telah mencapai ukuran yang cukup besar.

Akibatnya, tumor kanker serviks ini mampu memblokir atau menutupi satu atau kedua aliran ureter. Ureter sendiri adalah saluran yang menghubungkan antara ginjal dan kandung kemih.

Sumbatan yang disebabkan oleh tumor kanker serviks ini dapat menyebabkan ukuran salah satu ataupun kedua ginjal membesar. Bahkan, bukan tidak mungkin tumor yang terus membesar dapat menghentikan kerja ginjal.

Angka harapan hidup kanker serviks stadium 3

kanker serviks stadium 1

Melansir dari Cancer Research UK, hampir sekitar 40% wanita dengan penyakit kanker serviks stadium 3, memiliki angka harapan hidup selama 5 tahun atau bahkan lebih.

Peluang angka harapan hidup dari salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita tersebut terhitung mulai dari waktu Anda didiagnosis memiliki kanker serviks stadium 3, dan selanjutnya saat rutin mendapatkan perawatan.

Mengenali tahap atau stadium kanker serviks dapat memberi tahu sejauh mana sel-sel kanker sudah menyebar di dalam tubuh.

Dengan begitu, Anda dapat membantu dokter agar lebih mudah dalam menentukan jenis pengobatan mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Meski begitu, peluang Anda untuk tetap dapat hidup setelah didiagnosis memiliki kanker tetap tergantung oleh berbagai faktor.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi angka harapan hidup Anda, antara lain stadium kanker, kondisi kesehatan tubuh, serta pengobatan yang pernah ataupun sedang dilakukan.

Jadi, sebenarnya tidak ada yang bisa benar-benar memberikan angka pasti mengenai peluang kesembuhan atau angka harapan hidup. Semuanya bergantung pada faktor-faktor yang telah disebutkan.

Apa saja pengobatan untuk kanker serviks stadium 3?

pengobatan kanker ovarium

Stadium kanker serviks yang sedang Anda miliki akan membantu menentukan jenis pengobatan yang akan Anda jalani.

Tak hanya stadium, terdapat beberapa hal lain yang dapat membantu menentukan pilihan pengobatan Anda, seperti jenis sel kanker awal, letak sel kanker, serta kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menurut National Cancer Institute, beberapa pengobatan berikut ini umumnya digunakan pada kanker serviks stadium 3:

1. Terapi radiasi (radioterapi)

Terapi radiasi adalah salah satu pilihan pengobatan kanker serviks stadium 3 yang melibatkan pemakaian sinar-X berkekuatan tinggi, maupun bantuan dari partikel radioaktif. Hal ini ditujukan untuk mengoptimalkan proses terapi radiasi dalam membunuh sel-sel kanker serviks di dalam tubuh.

Terapi radiasi ini bisa dilakukan sendiri, ataupun bersamaan dengan perawatan lainnya seperti dengan kemoterapi. Kombinasinya bisa menjadi alternatif terbaik. Pasalnya, kemoterapi dapat membantu terapi radiasi bekerja lebih baik.

Bahkan, terapi radiasi juga dapat digunakan untuk membantu mengobati kanker serviks yang kambuh maupun sudah menyebar ke organ tubuh lainnya. Ada dua jenis terapi radiasi yang bisa dilakukan untuk pengobatan kanker serviks stadium 3, yaitu external beam radiation dan brachytherapy.

External beam radiation adalah pengobatan yang dilakukan dengan cara mengarahkan sinar X-ray kepada sel kanker dari luar tubuh. Dosis radiasi biasanya lebih tinggi dari biasa, meski proses pelaksanaannya sama dengan perawatan dengan sinar X-ray pada umumnya.

Sementara itu, brachytherapy adalah pengobatan dengan cara meletakkan sumber radiasi di dalam atau di dekat sel kanker. Namun, radiasi ini hanya bekerja dalam jangka pendek. Biasanya, jenis yang paling sering digunakan untuk mengatasi kanker serviks stadium 3 adalah itracavitary brachytherapy. Prosedur ini dilakukan dengan cara meletakkan alat radiasi di dalam vagina dan kadang kala diletakkan di dalam leher rahim.

2. Pembedahan

Pengobatan kanker serviks stadium 3 lainnya bisa dilakukan dengan metode pembedahan alias operasi. Jenis operasi dalam perawatan kanker serviks ini ada berbagai macam.

Pemilihan jenis operasi yang akan Anda jalani ditentukan oleh beberapa hal, mulai dari ukuran tumor pada kanker, stadium kanker, serta keinginan untuk hamil atau tidak nantinya.

Histerektomi, operasi pengangkatan kanker berukuran kecil, trakelektomi radikal, serta eksenterasi panggul adalah beberapa jenis pembedahan yang digunakan untuk mengobati kanker serviks pada tahap ini. Biasanya terapi pembedahan tetap diikuti dengan terapi radiasi, baik dengan maupun tanpa kemoterapi.

3. Kombinasi kemoterapi dan terapi radiasi (kemoradiasi)

Pada tahap ini, dokter mungkin menyarankan perawatan dengan kemoterapi yang dilakukan bersama dengan terapi radiasi. Kombinasi dari kedua jenis perawatan ini disebut juga dengan nama kemoradiasi atau kemoradioterapi.

Selama kemoradiasi berlangsung, Anda akan menjalani terapi radiasi eksternal selama 5 hari dalam seminggu. Pengobatan ini akan terus berlangsung dalam kurun waktu sekitar 5 minggu.

Sesuai dengan namanya, terapi radiasi eksternal menggunakan radiasi sinar-X dari luar untuk dipancarkan ke dalam tubuh. Jenis pengobatan ini sama halnya seperti memberikan sinar-X biasa, hanya saja dengan dosis yang jauh lebih kuat. Namun, Anda tetap harus berhati-hati karena radioterapi juga memiliki efek samping tertentu.

Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin juga akan mendapatkan terapi radiasi internal alias (brachytherapy). Berbeda dengan terapi radiasi eksternal, sumber radiasi pada brachytherapy ada di dalam tubuh atau lebih tepatnya di dekat perkembangan sel kanker.

Selama brachytherapy berlangsung, sumber radiasi ada pada suatu perangkat khusus yang ditempatkan di dalam vagina, atau terkadang pada serviks. Oleh karena kemoradiasi atau kemoradioterapi merupakan kombinasi dua perawatan, Anda akan mendapatkan kemoterapi di samping rutin menjalankan terapi radiasi.

Jadwal pengobatan kanker serviks stadium 3 berupa kemoterapi ini umumnya akan Anda lakukan 1 kali dalam seminggu, atau 1 kali setiap 2-3 minggu. Hal ini tergantung dari obat kemoterapi yang Anda dapatkan selama proses kemoterapi berlangsung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 04/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 03/03/2020 . Waktu baca 9 menit

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tes IVA dan Pap Smear

IVA test dan pap smear sama-sama metode deteksi dini kanker serviks. Meski begitu, baik IVA test dan pap smear memiliki perbedaan yang beragam. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 28/02/2020 . Waktu baca 7 menit

Mengobati Kanker Serviks Secara Alami dengan Obat Herbal dan Gaya Hidup

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Serviks, Health Centers 28/02/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020 . Waktu baca 7 menit
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020 . Waktu baca 3 menit
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020 . Waktu baca 7 menit
pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020 . Waktu baca 6 menit