Beragam Pilihan Cara Deteksi Dini Kanker Payudara di Awal Kemunculannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/01/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan wanita baru tersadar memiliki kanker payudara saat sudah stadium lanjut. Padahal, kanker yang sudah menyebar dan masuk stadium 4 akan lebih sulit diobati. Itu sebabnya, deteksi dini kanker payudara sangat penting dilakukan untuk mencegah kanker payudara.

Kanker payudara bisa dideteksi sejak awal kemunculannya dengan berbagai metode pemeriksaan, baik pemeriksaan mandiri maupun dengan bantuan dokter. Semakin dini deteksi keberadaan sel kanker payudara diketahui, semakin cepat pula dokter bisa melakukan tindakan untuk mencegah penyebarannya.

Deteksi dini kanker payudara sendiri dengan SADARI

manfaat pijat payudara

Wanita dianjurkan melakukan deteksi dini kanker payudara dengan rutin cek kondisi payudara mereka setiap bulan untuk mengenali perubahan yang mungkin terjadi.

Pemeriksaan payudara sendiri sebagai cara deteksi dini kanker payudara ini disebut SADARI.

Dengan rutin periksa payudara sendiri, Anda akan lebih mudah dan cepat mengenali ketika ada benjolan, perubahan bentuk, atau sensasi yang tidak biasa. Dengan begitu, Anda telah melakukan deteksi dini kanker payudara untuk mencegah penyebaran atau merencanakan pengobatannya.

Untuk memeriksa payudara sendiri sebagai salah satu cara deteksi dini payudara, Anda bisa melakukannya di kamar mandi, berdiri di depan cermin, atau berbaring.

SADARI di kamar mandi

Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan Anda sendiri di kamar mandi. Saat mandi, pegang, sentuh, dan raba seluruh area payudara Anda dengan tiga jari utama: telunjuk, tengah, dan jari manis.

Langkah deteksi dini kanker payudara ini adalah meraba dengan gerakan melingkar mulai dari luar dekat ketiak hingga ke tengah puting. Rasakan apakah ada benjolan di payudara atau perubahan tekstur yang tidak biasa, yang sebelumnya tidak pernah ada.

Jangan lupa untuk memeriksa area ketiak dan atas tulang selangka karena daerah ini juga bisa ditumbuhi sel kanker. Lakukan langkah yang sama untuk memeriksa payudara sisi satu lagi.

SADARI sambil bercermin

Deteksi dini kanker payudara juga bisa Anda lakukan seraya bercermin. Selain saat mandi, cara deteksi dini kanker payudara sendiri bisa dengan bercermin di rumah.

Dalam keadaan telanjang dada, deteksi dini kanker dilakukan dengan mengangkat salah satu tangan tinggi-tinggi dan periksa payudara di sisi itu dengan tangan satunya. Caranya sama, gunakan tiga jari utama dan raba dengan gerakan melingkar dari arah luar ke dalam.

Lihat dan rasakan apakah ada perubahan bentuk, ukuran, dan tekstur pada kulit payudara ataupun puting. Lakukan langkah yang sama untuk memeriksa sisi payudara satunya.

SADARI sambil berbaring

Deteksi dini kanker payudara di rumah juga bisa dilakukan dengan berbaring. Saat berbaring, jaringan payudara akan menyebar dan merata di sepanjang dinding dada sehingga akan lebih mudah diamati perbedaannya (jika ada).

Berbaringlah telentang dengan menyelipkan bantal di bahu kanan dan menyangga kepala dengan lengan kanan. Deteksi dini kanker payudara sendiri ambil berbaring dapat Anda lakukan dengan meraba seluruh area payudara kanan Anda dengan bantalan tiga jari utama kiri Anda.

Lakukanlah gerakan melingkar kecil hingga ke ketiakAnda bisa sedikit menekan payudara untuk lebih memastikan apakah ada benjolan atau tidak.

Periksa juga apakah ada benjolan di sekitar puting dan ada cairan yang keluar dari puting susu ketika ditekan. Lakukan langkah yang sama untuk memeriksa payudara kiri Anda.

Ingatlah bahwa tidak semua gejala kanker payudara bisa terdeteksi di awal kemunculannya hanya lewat tampilan fisik. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan lanjutan dengan bantuan dokter jika Anda berisiko tinggi terkena kanker payudara.

Deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan dokter

Agar lebih yakin dan tidak sembarang mendiagnosis lewat deteksi dini kanker payudara sendiri, Anda bisa melakukan berbagai tes berikut untuk mendeteksi kanker payudara:

1. Pemeriksaan payudara klinis (SADANIS)

Jika Anda merasa belum yakin setelah periksa sendiri lewat SADARI, pergilah ke dokter. Cara pemeriksaan payudara klinis di dokter umumnya sama seperti SADARI.

Perawat akan memeriksa payudara Anda dari segi bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan lainnya. Perawat juga mungkin akan memijat payudara dengan gerakan melingkar menggunakan tiga jari (telunjuk, jari tengah dan jari manis), seperti halnya saat SADARI.

Dalam banyak kasus, pemeriksaan klinis, atau biasa disebut dengan SADANIS, merupakan tes skrining yang baik untuk deteksi dini kanker payudara.

Namun, wanita di atas usia 40 dianjurkan untuk tambah menjalani mamogram setelah melakukan pemeriksaan klinis.

2. Tes genetik kanker payudara

Tes genetik sebagai deteksi dini kanker payudara dilakukan dengan mengambil sampel darah dan jaringan payudara Anda di laboratorium. Prosedur ini bertujuan untuk deteksi dini keberadaan kanker payudara di awal perkembangannya.

Tes deteksi dini kanker payudara ini dapat membantu dokter mengetahui seberapa besar risiko genetik Anda, serta untuk mendiagnosis, merencanakan pengobatan, dan memantau kondisi pasien pascaperawatan.

Perempuan yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara atau ovarium dapat menjalani tes Breast Cancer Gene 1 (BRCA1) atau Breast Cancer Gene 2 (BRCA2) Gene Mutation Tests.

Gen BRCA merupakan pemicu tumor. Jika mutasi gen ini ditemukan saat tes, artinya risiko kanker payudara Anda dapat meningkat hingga 80 persen.

Meski demikian, kurang dari 10% kasus kanker payudara terjadi pada wanita yang memiliki mutasi BRCA.

3. Mammografi

Mammografi adalah skrining yang biasa digunakan untuk mencari keberadaan kanker payudara pada pada wanita yang tidak memiliki gejala. Ini juga merupakan salah satu cara deteksi dini kanker payudara. 

Mammografi cukup efektif untuk deteksi dini kanker payudara. Dilansir dari American Cancer Society, mammografi sering bisa mendeteksi benjolan kanker payudara ketika masih kecil dan belum terasa jika disentuh.

Mammografi dilakukan dengan mengambil gambar jaringan dari masing-masing payudara dengan sinar-X (rontgen). Dosis sinar-X mammografi akan lebih rendah dari rontgen biasa.

Saat mengambil gambar, payudara Anda akan dihimpit oleh dua piringan untuk menyangga posisinya tetap mantap. Gambar jaringan akan diambil dari sudut yang berbeda sehingga bisa menunjukkan area abnormal pada payudara.

Melihat gambar mammogram memang tidak bisa dipakai untuk memastikan apakah keabnormalan tersebut kanker atau bukan. Namun, hasil ini bisa menjadi acuan untuk dokter memeriksa jaringan payudara lebih lanjut dengan berbagai tes lainnya.

Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Maka, sangat penting untuk rutin melakukan mammografi secara rutin.

The American Cancer Society merekomendasikan wanita mulai deteksi dini kanker payudara dengan tes mammografi pertama kali di usia 40-44.

Namun, selanjutnya Anda sudah wajib untuk rutin mammografi setahun sekali sejak usia Anda 45 sampai 54 tahun. Sementara wanita berusia 55 tahun ke atas disarankan untuk menjalani mammografi paling tidak 2 tahun sekali.

Akan tetapi, seberapa sering Anda harus mammografi kembali lagi mengacu pada persetujuan dan rekomendasi dokter Anda.

4. USG payudara

Ultrasonografi termasuk prosedur deteksi dini kanker payudara yang lebih murah dibanding dengan mammogram atau biopsi.

Ultrasonografi atau USG payudara dapat melihat perubahan pada payudara, seperti benjolan atau perubahan jaringan, yang tidak terlihat pada hasil mammogram.

USG juga berguna untuk membedakan benjolan kista berisi cairan atau massa padat yang bukan cikal bakal kanker.

6. MRI payudara

Magnetic resonance imaging (MRI) payudara adalah prosedur deteksi dini kanker yang menggunakan hantaran gelombang radio serta magnet. Gelombang ini nantinya akan menghasilkan gambar bagian dalam dan jaringan payudara yang cukup detail.

MRI lebih sering disarankan untuk wanita yang telah didiagnosis kanker payudara. Prosedur ini bertujuan untuk mengukur ukuran kanker dan mencari tumor lain di payudara.

Untuk wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, skrining MRI direkomendasikan dijalani bersamaan dengan mammogram tahunan sebagai deteksi dini kanker payudara.

7. Biopsi

Biopsi payudara adalah tes deteksi dini kanker payudara dengan mengambil sebagian kecil jaringan yang mencurigakan untuk diteliti lebih lanjut di bawah mikroskop laboratorium.

Perubahan sel-sel, seperti ukuran inti atau kecepatan pembelahan sel, dapat menentukan tingkat keganasan kanker. Melalui sel yang telah diperiksa, dokter dapat menemukan hal-hal abnormal untuk menentukan pengobatan kanker yang tepat.

Secara umum, ada empat jenis biopsi yang biasanya dilakukan:

Fine-needle aspiration biopsy

Biopsi untuk melakukan deteksi dini kanker payudara ini digunakan untuk melihat keberadaan benjolan padat. Dokter akan memasukkan jarum tipis yang melekat pada jarum suntik untuk menarik atau menyedot jaringan dari area yang mencurigakan.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin ingin memeriksa kista yang muncul untuk memastikan tidak ada sel kanker di kista. Sampel biopsi ini nantinya akan diperiksa dan dilihat apakah ada sel kanker di dalamnya.

Biopsi terkadang menyebabkan perdarahan dan pembengkakan. Akibatnya, area payudara tertentu tampak lebih besar dan bengkak. Namun tak perlu khawatir, perdarahan, memar, dan pembengkakan akan hilang seiring berjalannya waktu.

Core needle biopsy

Prosedur deteksi dini kanker payudara ini menggunakan jarum yang lebih besar untuk mengambil sampel jaringan yang dicurigai terkena kanker. Jarum biopsi tersambung pada sebuah alat pegas yang memungkinkan jarum bergerak keluar masuk jaringan dengan cepat.

Biasanya jaringan tersebut sudah lebih dulu terlihat atau terdeteksi lewat tes pencitraan, seperti USG payudara. Maka, biasanya dokter akan lebih dulu melakukan tes pencitraan seperti ultrasonografi, MRI, dan mammogram untuk menemukan area yang tepat dibiopsi.

Setelah prosedur selesai, dokter umumnya meminta Anda untuk membatasi berbagai aktivitas berat selama sehari atau lebih.

Payudara juga biasanya akan terlihat memar, perdarahan, dan bengkak setelahnya. Akan tetapi, Anda tak perlu khawatir. Prosedur deteksi dini kanker payudara satu ini tidak akan meninggalkan bekas luka. Efek samping lainnya juga akan hilang sendiri seiring waktu.

Surgical biopsy

Prosedur deteksi dini kanker payudara ini akan mengangkat sebagian dari keseluruhan benjolan lewat pembedahan, untuk kemudian  diteliti di bawah mikroskop.

Jika benjolan terlalu kecil atau sulit untuk diraba, ahli bedah dapat melakukan prosedur yang disebut stereotactic wire localization untuk mencari tumor sebelum operasi.

Salah satu efek samping yang paling umum adalah munculnya bekas luka sayatan di area pengambilan biopsi. Selain itu, bentuk payudara Anda mungkin sedikit berubah tergantung pada seberapa banyak jaringan yang diangkat.

Perdarahan, memar, dan bengkak juga akan muncul untuk sementara waktu dan hilang dengan sendirinya.

Lymph nodes biopsy

Prosedur deteksi dini kanker payudara ini biasanya dilakukan jika Anda sudah didiagnosis positif kanker payudara. Langkah ini dilakukan untuk mencari tahu apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau belum.

Dokter akan mengangkat sampel kelenjar getah bening di bawah lengan atau sekitar tulang leher yang telah membengkak.

Pemilihan jenis biopsi yang dilakukan sebagai cara deteksi dini kanker payudara biasanya berdasar pada:

  • Perubahan payudara
  • Seberapa besar ukuran benjolan
  • Letak sel yang mencurigakan di payudara
  • Muncul lebih dari satu sel kanker
  • Masalah kesehatan lain yang dimiliki
  • Keinginan pribadi

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Rutin melakukan tes mamografi dapat mendeteksi dini kanker payudara. Namun, kapan perlu memulai dan seberapa sering tes mamografi perlu dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 28/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Biopsi serviks biasanya dilakukan untuk mengamati sel yang dicurigai. Prosedur ini tidak harus mengangkat seluruh benjolan. Bagaimana biopsi ini dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 08/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . Waktu baca 5 menit