Kupas Tuntas 9 Mitos Soal Kanker Paru yang Tidak Benar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker paru adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di Indonesia. Akan tetapi, seluk-beluk penyakit ini belum begitu dipahami oleh banyak orang. Misalnya apa penyebabnya dan bagaimana cara menghindari penyakit ini. Oleh karena itu, berikut adalah kumpulan mitos yang banyak dipercaya masyarakat seputar kanker paru beserta fakta-faktanya.

Mitos 1: Sudah terlambat jika Anda merokok selama bertahun-tahun

Fakta: Berhenti merokok memiliki efek baik yang cepat terhadap tubuh Anda. Peredaran darah Anda akan membaik dan paru Anda akan bekerja lebih baik. Risiko kanker akan mulai turun seiring berjalannya waktu.

Dalam waktu 10 tahun setelah Anda berhenti merokok, kemungkinan Anda terkena penyakit kanker paru akan berkurang hingga separuh dari risiko Anda sekarang.

Mitos 2: Rokok rendah tar lebih aman dari rokok biasa

Fakta: Rokok rendah tar dan rokok biasa sama-sama berisiko menyebabkan kanker paru. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rokok menthol (yang biasanya rendah tar) mungkin lebih berbahaya dan bikin Anda lebih sulit untuk berhenti merokok. Sensasi dingin dari rokok menthol mendorong sebagian orang untuk menarik napas lebih dalam sehingga efeknya justru lebih berbahaya.

Mitos 3: Suplemen antioksidan melindungi Anda dari kanker paru

Fakta: Tak disangka-sangka, peneliti menemukan risiko kanker yang lebih tinggi di kalangan perokok yang mengonsumsi suplemen antioksidan, seperti beta-karoten. Bicarakan dengan dokter Anda terlebih dahulu jika Anda merokok dan ingin mengonsumsi suplemen antioksidan.

Akan tetapi, antioksidan alami yang bisa Anda temukan dari bahan pangan asli seperti sayur dan buah-buahan terbukti mampu mencegah kerusakan sel karena Anda merokok. Meski begitu, kerusakan sel bakal tetap terjadi selama Anda belum berhenti merokok.

Mitos 4: Pipa dan cerutu lebih sehat daripada rokok

Fakta: Pipa dan cerutu sama seperti rokok. Kedua hal tersebut akan membuat Anda berisiko terkena kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker esofagus, dan kanker paru. Merokok dengan cerutu justru lebih berisiko menyebabkan penyakit jantung dan paru.

Mitos 5: Merokok adalah satu-satunya risiko yang menyebabkan kanker paru

Fakta: Merokok merupakan faktor risiko yang terbesar, tapi masih ada faktor lain. Penyebab kanker paru nomor dua adalah gas radioaktif tidak berbau yang disebut radon. Gas ini berasal dari batu dan tanah, bisa meresap ke dalam rumah dan bangunan lain.

Anda dapat menguji rumah atau kantor Anda apakah mengandung gas radon tersebut atau tidak dengan menghubungi departemen kesehatan.

Mitos 6: Bedak tabur merupakan penyebab kanker paru

Fakta: Penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang jelas antara kanker paru dengan menghirup bedak tabur. Orang yang bekerja dengan bahan kimia lain, seperti asbes dan vinil klorida lebih berisiko terkena penyakit ini.

Mitos 7: Jika sudah kena kanker, sia-sia saja berhenti merokok

Fakta: Jika Anda berhenti merokok, perawatan untuk kanker bisa bekerja lebih baik dan efek samping obat jadi lebih ringan. Bila Anda butuh pembedahan (operasi), mantan perokok lebih cepat sembuh dibandingkan dengan perokok.

Selain itu, jika Anda membutuhkan terapi radiasi untuk kanker laring, Anda cenderung tidak mengalami suara serak setelah berhenti merokok. Dalam beberapa kasus, berhenti merokok juga dapat mencegah kanker berkembang semakin parah.

Mitos 8: Berolahraga tidak memengaruhi risiko terhadap kanker paru

Fakta: Dari sejumlah hasil penelitian, orang yang melakukan olahraga fisik secara teratur cenderung tidak terkena kanker paru. Olahraga juga membantu kerja paru Anda lebih baik dan membantu mencegah penyakit jantung, stroke, dan penyakit lainnya.

Mitos 9: Polusi udara bukan penyebab kanker paru

Fakta: Sejauh ini tembakau merupakan penyebab yang terbanyak. Namun, polusi udara juga menjadi faktor risiko. Orang yang tinggal di daerah dengan banyak penyakit lebih mungkin terkena kanker dibandingkan mereka yang tinggal di tempat yang bersih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sarang nyamuk

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit