Menabur Bedak Pada Vagina Bisa Memicu Kanker Ovarium?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bedak tabur telah digunakan dari generasi ke generasi sebagai pengharum bayi sekaligus untuk menjaga kulit tetap kering dan menghindari ruam. Beberapa wanita juga menggunakan bedak pada vagina sebagai cara untuk menjaga vagina tetap kering dan harum. Namun di balik kelembutannya, bedak tabur menyimpan rahasia yang lebih meresahkan.

Berdasarkan sederet bukti studi dan penelitian ilmiah yang terkumpul semenjak beberapa dekade terakhir, para pakar kesehatan semakin giat mendesak perempuan agar tidak lagi menaburkan bedak tabur untuk mengharumkan area intim mereka. Mereka menyuarakan dengan tegas bahwa kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko kanker ovarium hingga 20-30 persen. Kok bisa?

Apa yang terkandung di dalam bedak tabur?

Bedak tabur alias talcum powder banyak digunakan dalam produk kosmetik seperti bedak bayi dan bedak badan, bedak wajah, serta di sejumlah produk konsumen lainnya. Bedak tabur juga kerap digunakan para wanita sebagai cara menjaga vagina tetap adem, kesat, dan bebas dari bau.

Bedak tabur klasik yang beredar di pasaran mengandung talcum. Talcum adalah butiran halus yang dihasilkan dari proses penghancuran, pengeringan, dan penggilingan mineral tanah liat talc. Dalam bentuk paling alaminya, talcum sebagai hasil proses penambangan juga mengandung mineral lain, seperti magnesium, silikon, dan asbes.

The International Agency for Research on Cancer, bagian dari WHO, menggolongkan talc sebagai “kemungkinan karsinogenik untuk manusia” berdasarkan studi dari penggunaan di daerah genital. Sementara itu, asbes dikenal terbukti sebagai zat pemicu kanker paru langka, terutama bila terhirup.

Bagaimana bisa bedak pada vagina menyebabkan kanker ovarium?

Walau kini semua bedak tabur komersial telah terjamin bebas dari asbestos, bedak ini masih mengandung serat talcum super halus yang membutuhkan waktu tahunan untuk larut. Para ilmuwan percaya ketika bedak ditaburkan ke area genital (ke bahan celana dalam; atau ke permukaan pantyliner), butiran halusnya terbawa masuk ke dalam tubuh melalui vagina — melalui rahim dan sepanjang saluran tuba ke ovarium, menciptakan penumpukan dan memicu reaksi peradangan yang mirip dengan efek karsinogen asbes pada paru-paru.

Penelitian milik Cancer Prevention Research ini, yang melibatkan hampir 2 ribu wanita, tidak menemukan hubungan langsung antara seberapa banyak bedak tabur yang digunakan dan risiko kanker: penggunaan berkisar dari setiap hari hingga hanya sesekali.

Studi ini mendukung sejumlah penelitian lain, termasuk satu analisis tahun 2003 yang menggabungkan 16 studi yang menemukan peningkatan risiko kanker ovarium hingga 30 persen di antara wanita pengguna bedak tabur.

Namun demikian, secara individual, jika seorang wanita memiliki risiko kanker ovarium sekalipun, kemungkinan peningkatan risiko dari penggunaan bedak tabur terbilang sangat kecil. Risiko seumur hidup rata-rata seorang wanita untuk terkena kanker ovarium ada kurang dari 2%, sehingga peningkatan 30% hanya akan sedikit meningkatkan risiko Anda.

Di sisi lain, banyak ahli yang berpendapat bahwa penelitian seperti ini dapat menjadi bias karena lebih cenderung mengandalkan ingatan relatif para responden penelitian tentang riwayat penggunaan bedak tabur dari bertahun-tahun sebelumnya.

Apa yang bisa saya lakukan untuk menghindari risiko kanker ovarium?

Talc digunakan secara luas dalam banyak produk kosmetik dan kebersihan pribadi, sehingga sangatlah penting untuk menentukan apakah peningkatan risiko tersebut adalah nyata. Jika Anda khawatir tentang menggunakan produk yang mengandung talc, maka perlindungan terbaik adalah untuk membatasi paparan Anda.

Seperti yang disarankan American Cancer Society, produk bedak kosmetik berbasis tepung jagung mungkin jadi alternatif yang lebih aman karena sampai saat ini tidak ada bukti yang menghubungkan serbuk tepung maizena dengan perkembangan kanker.

Jika Anda bermasalah dengan vagina yang lembap, terutama saat sedang menstruasi atau mengalami keputihan, jangan menggunakan bedak tabur sama sekali. Cukup bersihkan vagina Anda dengan air hangat, minimal dua kali sehari, untuk mengusir kuman dan bakteri.

Anda juga bisa menggunakan pembersih kewanitaan yang mengandung povidone-iodine untuk mencegah terjadinya infeksi vagina, terutama di masa menstruasi. Setelah mencuci vagina, jangan lupa untuk selalu mengeringkannya terlebih dahulu sebelum mengenakan kembali pakaian dalam.

Untuk menjaga vagina tetap kering. Jika Anda rentan berkeringat di area vagina, dokter menyarankan untuk memakai pakaian berbahan katun dan sering-sering mengganti celana dalam bersih, menghindari pemakaian celana ketat, atau sekalian saja melepas celana dalam selama tidur malam (untuk memberikan daerah intim Anda kesempatan untuk bernapas).

Terakhir, penting untuk dicatat bahwa berdasarkan penelitian di atas, bedak tabur bukanlah pelaku tunggal langsung dari kanker jenis apapun, tetapi sangat dicurigai dapat memperburuk risiko dan gejalanya. Setiap wanita yang didiagnosis kanker ovarium didesak untuk mempertimbangkan kemungkinan keterkaitan penyakitnya dengan riwayat penggunaan bedak tabur.

Namun, penelitian dari Journal of the American Medical Association pada tahun 2020 menunjukkan bahwa bedak bayi tidak terlalu berhubungan dengan risiko terhadap kanker ovarium. Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar memastikan apakah menabur bedak bayi pada vagina dapat memicu risiko kanker ovarium.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Muncul Flek Darah Saat Tidak Menstruasi: Haruskah Khawatir?

Berbeda dengan menstruasi, flek darah biasanya berwarna gelap dan hanya berupa sedikit noda. Apakah ini sesuatu yang berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Wanita, Menstruasi 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Sarkopenia adalah hilangnya massa otot yang umum terjadi di usia senja. Usut punya usut, sarkopenia bisa disebabkan oleh gaya hidup tak sehat semasa muda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Wanita yang Jadi Perokok Pasif Berisiko Susah Hamil?

Rokok bukan hanya membahayakan kehamilan, tapi juga dapat membuat perokok pasif susah hamil atau meningkatkan risiko mandul pada wanita perokok pasif.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala asam lambung

9 Cara Sederhana untuk Memelihara Kesehatan Lambung

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
alat reproduksi wanita

Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
obat vertigo

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit