home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Prosedur Operasi Lesionektomi untuk Mengatasi Kejang Epilepsi

Prosedur Operasi Lesionektomi untuk Mengatasi Kejang Epilepsi

Lesionektemi merupakan prosedur operasi untuk mengangkat area yang terluka atau berfungsi abnormal di otak. Bila Anda akan menjalani pengobatan ini, ada baiknya Anda mengetahui secara detail tentang prosedur, hal-hal yang perlu Anda siapkan, hingga risiko yang mungkin muncul. Berikut informasi lengkapnya untuk Anda.

Apa itu lesionektomi?

Lesionektomi adalah prosedur pembedahan untuk menghilangkan lesi di otak yang menjadi penyebab epilepsi dan kejang.

Lesi berupa area yang mengalami kerusakan akibat kelainan bawaan (kongenital), penyakit, atau trauma. Di otak, lesi bisa muncul di bagian otak manapun. Area luka ini bahkan bisa muncul di sebagian besar jaringan otak.

Lesi di otak bisa terjadi karena kelainan bawaan atau yang berkembang sebelum lahir, termasuk malformasi otak, seperti cortical dysplasia dan malformasi vaskular (angioma, cavernous malformations, dan malformasi arteri vena). Namun, lesi juga bisa muncul akibat penyakit di otak yang berkembang selama hidup, seperti tumor otak, cedera otak, stroke, atau kondisi medis lain yang menyebabkan epilepsi dan gangguan kejang.

Pada lesionektomi, ahli bedah akan mengangkat lesi dengan menggunakan alat bedah melalui metode kraniotomi (membuka bagian tengkorak). Namun, metode operasi minimal invasif dengan sayatan yang kecil juga sering digunakan. Dengan cara tersebut, aktivitas kejang yang sering muncul pada penderitanya bisa berkurang.

Siapa saja yang membutuhkan prosedur ini?

beda kejang dan epilepsi

Lesionektomi menjadi pilihan prosedur pengobatan untuk mengobati epilepsi dan gangguan kejang. Namun, tidak semua penderita kondisi ini dapat menjalani pengobatan tersebut.

Dokter akan merekomendasikan prosedur pengobatan ini jika Anda memiliki riwayat kejang yang dapat melumpuhkan tubuh dan tidak dapat dikendalikan dengan obat-obatan.

Operasi dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan kualitas hidup Anda. Bedah lesionektomi menjadi alternatif bila pengangkatan lesi tidak sampai merusak area otak yang berperan dalam fungsi vital manusia, seperti gerakan, sensasi, bahasa, dan memori.

Apa saja persiapan sebelum menjalani lesionektomi?

Sebelum menjalani prosedur pembedahan ini, dokter dan perawat akan memberitahu prosedur serta berbagai persiapan yang perlu Anda lakukan. Anda kemudian akan menjalani sejumlah tes pemeriksaan, seperti magnetic resonance imaging (MRI), elektroensefalografi (EEG), PET scan, dan EEG-video.

Tes pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk menemukan lokasi lesi yang menyebabkan kejang. Dokter juga dapat meminta Anda untuk melakukan tes pemeriksaan lainnya guna mengetahui kondisi Anda secara secara keseluruhan.

Rencana pembedahan akan menyesuaikan dengan kondisi medis pasien, lesi, dan lokasi lesi tersebut. Bila ada persiapan-persiapan khusus lainnya, dokter dan perawat akan memberitahu Anda.

Bagaimana dokter menjalankan prosedur lesionektomi?

Sebelum menjalankan prosedur ini, dokter atau ahli bedah akan memberikan obat bius total kepada Anda. Dengan obat ini, Anda akan tertidur dan tidak akan merasakan sakit selama prosedur berjalan.

Setelah Anda tertidur, ahli bedah akan mulai membuat sayatan di bagian kulit kepala. Kemudian, ahli bedah akan melakukan metode kraniotomi, yaitu memotong sebagian kecil tulang tengkorak untuk dapat menjangkau bagian otak yang menjadi lokasi lesi.

Setelah bagian otak ini terbuka, ahli bedah akan mengangkat lesi menggunakan perangkat bedah dan teknik khusus. Terkadang, ahli bedah pun menggunakan MRI selama prosedur untuk dapat menemukan lokasi lesi yang tepat.

Setelah selesai, tulang yang sebelumnya dilepas akan dipasang kembali. Kemudian, ahli bedah akan menutup sayatan dengan jahitan.

Dalam beberapa kasus, operasi lesionektomi bisa dilakukan dalam kondisi Anda terjaga. Namun, dokter anestesi tetap akan memberikan obat-obatan khusus agar Anda tidak merasakan sakit dan tetap rileks selama prosedur.

Biasanya, ahli bedah memilih metode ini bila lokasi lesi berdekatan dengan bagian otak yang memiliki fungsi vital, seperti mengontrol gerak atau kemampuan bicara. Dengan metode ini, ahli bedah dapat menemukan area otak yang vital agar bisa menghindari kerusakan di bagian tersebut.

Adapun untuk menemukan area vital ini, ahli bedah akan menggunakan arus listrik bertegangan rendah untuk merangsang otak. Saat melakukan ini, ahli bedah akan mengajak Anda bicara atau meminta Anda untuk melakukan tugas tertentu, seperti menghitung.

Apa yang terjadi setelah prosedur ini selesai?

bekas operasi usus buntu

Prosedur lesionektomi umumnya berlangsung dalam beberapa jam. Bila sudah selesai, perawat akan memindahkan Anda ke unit perawatan intensif (ICU) untuk memantau kondisi Anda. Biasanya, Anda akan menginap semalam selama proses pemulihan di ruang ICU ini.

Setelah itu, perawat akan memindahkan Anda ke ruang rawat inap biasa. Anda mungkin perlu menginap di ruang rawat inap ini selama 2-3 hari atau sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Selama menjalani masa pemulihan, dokter mungkin akan memberi Anda obat pereda nyeri untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada area bekas operasi. Kompres es dapat membantu Anda untuk mengurangi pembengkakan yang mungkin akan muncul beberapa minggu setelahnya.

Meski sudah pulih, umumnya Anda tidak dapat langsung menjalankan aktivitas. Paling tidak, Anda perlu beristirahat dari bekerja, sekolah, atau aktivitas lainnya selama tiga bulan. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa hasil dari operasi lesionektomi?

Hasil dari operasi lesionektomi bisa berbeda pada setiap pasien. Namun, dilansir The brain recovery project, sekitar dua pertiga pasien dengan epilepsi lobus temporal dan setengah dari individu dengan penyebab epilepsi fokal bisa terbebas dari kejang setelah menjalani prosedur pembedahan. Kondisi epilepsi tersebut lebih sering terjadi pada beberapa jenis lesi, seperti malformasi vaskular dan tumor glioneuronal.

Begitu kejang Anda sudah terkontrol pascaoperasi, dokter akan mengurangi obat-obatan atau justru meminta Anda untuk berhenti mengonsumsinya. Namun, pada kasus kejang yang berulang, Anda mungkin perlu melanjutkan pengobatan. Konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

Apa risiko atau kompilasi dari lesionektomi?

Prosedur lesionektomi bisa memunculkan sejumlah risiko atau komplikasi seperti di bawah ini.

  • Risiko umum dari prosedur operasi, seperti pendarahan atau infeksi.
  • Kejang masih tidak dapat terkontrol.
  • Kerusakan pada jaringan otak yang sehat, yang mungkin menimbulkan masalah pada kemampuan kognitif, gangguan penglihatan, atau perubahan suasana hati.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Jones, M. (2021). Lesionectomy. Retrieved 2 July 2021, from https://www.brainrecoveryproject.org/brain-surgeries-to-stop-seizures/lesionectomy/.

Lesionectomy. (2021). Retrieved 2 July 2021, from https://www.stlouischildrens.org/conditions-treatments/epilepsy-center/epilepsy-surgery/lesionectomy.

Lesionectomy. (2021). Retrieved 2 July 2021, from https://www.mhealthfairview.org/treatments/Lesionectomy-Adult.

Epilepsy surgery – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 2 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/epilepsy-surgery/about/pac-20393981.

Brain Lesions: Symptoms, Causes, Treatments. (2021). Retrieved 2 July 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17839-brain-lesions.

Epilepsy surgery – Epilepsy Surgery Service. (2021). Retrieved 2 July 2021, from https://www.ouh.nhs.uk/epilepsy-surgery/surgery/.

(2021). Retrieved 2 July 2021, from https://my.clevelandclinic.org/ccf/media/files/Epilepsy_Center/epilepsy_surgery_guide08.pdf.

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 29/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x