home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Kantung Empedu

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Kantung Empedu

Kanker kantung empedu merupakan salah satu jenis kanker yang cukup langka terjadi terutama di Indonesia. Meski demikian, penyakit ini termasuk dalam salah satu jenis kanker yang paling mematikan. Untuk menghindarinya, Anda perlu tahu penyebab dan berbagai faktor risiko kanker kantung empedu terlebih dahulu.

Sekilas tentang kanker kantung empedu

Kantung empedu merupakan organ yang terletak di antara usus dan hati. Organ kecil ini berfungsi untuk menyimpan cairan empedu yang nantinya akan disalurkan ke usus.

Cairan empedu memiliki dua fungsi utama, yaitu untuk membantu pencernaan makanan dalam usus, terutama lemak, dan membantu organ hati mengeluarkan limbah sisa pencernaan yang tak terpakai dari dalam tubuh.

Bila sel kanker tumbuh dan membesar pada kantung empedu, maka saluran empedu akan tersumbat dan cairan empedu tidak dapat mengalir ke usus. Akibatnya, proses penyerapan makanan tidak bisa berjalan dengan optimal.

Penyebab kanker kantung empedu

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab kanker kantung empedu secara spesifik. Namun pada dasarnya, kanker bisa terbentuk ketika sel-sel pada kantung empedu mengalami mutasi dalam DNA.

Perlu diketahui, tubuh manusia terdiri dari triliunan sel yang tersebar di seluruh organ. Biasanya, sel ini tumbuh dan berkembang biak dengan membelah diri untuk membentuk sel-sel baru sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Bila sel-sel tersebut menjadi tua atau mengalami kerusakan, maka sel akan mati dan digantikan oleh sel-sel baru. Namun, terkadang proses ini bisa berjalan secara abnormal. Bila terjadi, sel-sel tubuh yang sudah rusak dan seharusnya mati malah terus berkembang biak secara agresif sampai tak terkendali.

Sel-sel tersebut pun menumpuk dan membentuk tumor. Tumor yang bersifat kanker nantinya akan menyerang jaringan di sekitarnya dan melakukan perjalanan ke organ lain untuk membentuk tumor yang baru.

Lama-kelamaan, sel kanker mulai menimbulkan gejala serius dan dapat mengancam jiwa.

Berbagai faktor risiko kanker kantung empedu

hidup sehat tanpa kantung empedu

Ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami kanker kantung empedu. Berikut adalah di antaranya.

Memiliki batu empedu

Batu empedu adalah faktor risiko yang paling umum. Banyak pasien kanker empedu yang juga memiliki batu empedu.

Ini sangat mungkin terjadi, sebab batu empedu yang telah tumbuh dan tinggal dalam waktu yang lama dapat mengiritasi dinding kandung empedu dan akhirnya meningkatkan risiko kanker. Meski demikian, Anda tak perlu khawatir karena kasus batu empedu yang berkembang menjadi kanker jarang ditemukan.

Kantung empedu porselen

Kantung empedu porselen merupakan sebuah kondisi di mana dinding kantung empedu tertutup oleh endapan kalsium. Kondisi ini terjadi karena peradangan kantung empedu dalam jangka panjang. Penumpukan kalsium juga bisa disebabkan oleh batu empedu.

Polip kantung empedu

Polip adalah pertumbuhan jaringan yang menonjol di permukaan dinding kantung empedu bagian dalam. Pertumbuhan polip biasanya disebabkan oleh penumpukan kolesterol, adanya tumor kecil, atau karena peradangan.

Polip pada kantung empedu harus segera diangkat bila ukurannya lebih besar dari 1 cm, sebab polip sangat berisiko untuk berkembang menjadi kanker.

Kolangitis sklerosis primer

Kolangitis sklerosis primer atau PSC juga bisa berisiko menyebabkan kanker. Kondisi ini terjadi ketika peradangan membuat saluran empedu terluka dan membentuk jaringan parut.

Penyakit tipes

Penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella. Bila infeksi sudah menjadi kronis, maka dinding kandung empedu bisa teriritasi dan meradang. Peradangan ini nantinya dapat berujung pada kanker kantung empedu.

Berjenis kelamin perempuan

Di negara-negara maju, kasus kanker kantung empedu terjadi dua kali lebih sering pada wanita dibandingkan pada pria. Batu empedu atau peradangan empedu yang menjadi faktor risiko juga lebih banyak diderita oleh perempuan.

Berusia lebih tua

Usia juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi risiko Anda terhadap kanker empedu. Biasanya, penyakit ini banyak menyerang orang-orang di atas umur 65 tahun. Namun, penyakitnya juga bisa muncul di usia yang lebih muda.

Obesitas

Berat badan yang berlebih meningkatkan jumlah kolesterol pada empedu, sehingga terjadilah pertumbuhan batu di dalam empedu. Ketika batu empedu menimbulkan peradangan maka akan meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Riwayat kesehatan keluarga

Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami kanker kantung empedu dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami hal yang sama.

Namun lagi-lagi, karena penyakit ini termasuk langka, maka risiko terjadinya masih cenderung rendah.

Mencegah kanker kantung empedu

kanker kantung empedu

Ada beberapa kelompok yang lebih rentan terkena kanker empedu. Meski demikian, tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda bebas dari penyakit ini. Maka dari itu, terlepas dari ada atau tidaknya faktor risiko, sebaiknya lakukan beberapa kebiasaan yang sekiranya bisa mencegah penyakit.

Pertama-tama, pertahankan berat badan di angka yang ideal. Bila Anda memiliki berat badan berlebih, sebaiknya lakukan olahraga teratur disertai dengan konsumsi makanan yang bergizi seimbang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Jenis olahraga yang baik dilakukan untuk meningkatkan kesehatan tubuh termasuk berjalan kaki, bersepeda, berenang, dan berlari. Cobalah untuk memulai olahraga rutin dengan melakukannya selama tiga puluh menit per hari.

Kemudian, konsumsi makanan sehat. Perbanyak makan bahan-bahan nabati seperti buah dan sayuran segar. Kurangi konsumsi gula, daging merah, dan daging olahan. Pilihlah biji-bijian utuh seperti beras merah dan pasta gandum sebagai sumber karbohidrat.

Penting juga untuk berhenti melakukan kebiasaan merokok. Seperti yang telah banyak diketahui, rokok mengandung tembakau yang penuh dengan karsinogen penyebab kanker.

Bila masih memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai risiko tertentu, konsultasikan kepada dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gallbladder Cancer Causes. (n.d.). Stanford Health Care. Retrieved 3 September 2021, from https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/cancer/gallbladder-cancer/gallbladder-cancer-causes.html

Risk Factors for Gallbladder Cancer. (2018). American Cancer Society. Retrieved 3 September 2021, from https://www.cancer.org/cancer/gallbladder-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html

What Is Cancer? (2021). National Cancer Institute. Retrieved 3 September 2021, from https://www.cancer.gov/about-cancer/understanding/what-is-cancer

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 2 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x