home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Jalani Operasi Tahi Lalat (Ketahui Juga Risikonya)

Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Jalani Operasi Tahi Lalat (Ketahui Juga Risikonya)

Banyak orang yang merasa tidak percaya diri ketika memilikitahi lalat besar yang menghiasi wajah. Oleh karena itu mereka memilih untuk menyingkirkan tahi lalat mengganggu ini lewat jalur operasi. Nah, bila Anda juga sedang memiliki rencana untuk menjalani operasi, baiknya ketahui terlebih dahulu bagaimana proses prosedurnya berlangsung dan apa saja risikonya agar Anda dapat mempersiapkan diri.

Siapa saja yang membutuhkan operasi tahi lalat?

Sebenarnya, selama tahi lalat Anda tidak menunjukkan tanda kanker kulit (seperti tumbuh membesar dan berubah warna), Anda tidak perlu-perlu amat membuang tanda lahir yang kerap juga disebut beauty mark ini.

Tetapi, jika Anda tidak percaya diri dengan tanda lahir hitam yang Anda miliki tersebut, Anda boleh saja melakukan operasi untuk menghilangkannya.

Bila memang Anda berniat untuk seperti itu, sebaiknya diskusikan dan konsultasikan dulu pada dokter kulit. Sebab meski Anda tidak perlu menyiapkan apapun menjelang operasi tahi lalat, sama seperti prosedur medis lainnya operasi tahi lalat tentu saja memiliki risikonya tersendiri.

Bagaimana prosedur operasi tahi lalat berlangsung?

Sebelum menjalani operasi, dokter akan memeriksa kondisi tahi lalat dan kulit Anda. Hal ini dilakukan untuk menentukan metode bedah yang tepat sesuai dengan bentuk dan ukuran tahi lalat. Pilihan bedahnya meliputi bedah eksisi dan bedah pencukuran.

Pada bedah eksisi, dokter akan memotong seluruh bagian tahi lalat beserta akarnya lalu menjahitnya hingga tertutup. Bedah ini biasanya dilakukan pada tahi lalat yang ukurannya lebih besar.

Serupa dengan bedah eksisi, bedah pencukuran juga melibatkan pengangkatan seluruh bagian tahi lalat. Hanya saja, metode ini biasanya dilakukan pada tahi lalat yang ukurannya lebih kecil. Proses pemulihannya pun lebih cepat dibandingkan dengan bedah eksisi.

Seluruh jenis operasi dilakukan di bawah pengaruh bius lokal. Untuk memastikan kembali apakah tahi lalat berpotensi kanker atau tidak, dokter biasanya juga akan memeriksa jaringan tahi lalat di bawah mikroskop.

Lalu, apa saja risiko yang mungkin terjadi jika melakukan operasi tahi lalat?

Seperti operasi medis pada umumnya, meski bukan termasuk operasi yang berat namun tindakan ini tentu saja punya risiko. Risiko yang terjadi tergantung dengan bagaimana prosedur operasi yang dilakukan dan kondisi tahi lalat yang akan dihilangkan.

Operasi tahi lalat pada umumnya tidak menyebabkan rasa sakit, sebab dokter bedah pasti akan membius dulu daerah yang perlu dibedah. Tapi alergi terhadap obat bius dan kerusakan sistem saraf adalah risiko yang mungkin terjadi, meski hal ini sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, pastikan terlebih dulu dengan dokter Anda apabila Anda memiliki alergi terhadap obat tertentu.

Risiko lainnya adalah timbulnya bekas luka. Keputusan apakah luka bekas operasi harus dijahit atau tidak juga akan tergantung dengan kondisi masing-masing pasien. Bila memang tahi lalat memiliki akar yang dalam, maka dokter akan membuat luka yang dalam pula. Hal ini membuat luka operasi harus ditutup dengan jahitan benang.

Setelah operasi tahi lalat, mungkin Anda akan memiliki luka yang lebih besar dan terlihat ketimbang tahi lalat Anda sebelumnya. Meski menggunakan obat yang khusus ditujukan untuk menghilangkan luka, namun dalam beberapa kasus luka bekas operasi bisa saja tidak hilang sama sekali.

fakta kesehatan tahi lalat melanoma

Apa yang dilakukan setelah operasi tahi lalat berhasil?

Bila luka operasi tidak dijahit, maka Anda hanya tinggal menunggu luka tersebut sembuh saja. Luka bekas operasi membutuhkan waktu untuk pulih sekitar 1-2 minggu. Selama waktu tersebut, Anda harus memastikan bahwa area di sekitar luka operasi tetap bersih agar tidak terkena infeksi.

Sementara, kalau luka operasi menggunakan jahitan, maka hal yang harus dilakukan selajutnya adalah mengangkat jahitan tersebut. Jahitan luka operasi akan dilepas sekitar 8-14 hari setelah operasi dilakukan. Karena itu, Anda harus menjaga luka agar tetap kering, tidak terkena air, dan bersih.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang tinggi protein, vitamin, dan mineral, yang mampu membuat luka operasi cepat kering dan sembuh. Jangan biarkan juga luka operasi terbuka bila belum saatnya dilepas jahitan.

Beberapa waktu setelah operasi, mungkin Anda akan diberikan obat yang digunakan untuk menangkal infeksi dari bakteri. Tetapi, untuk pastinya Anda sebaiknya tanyakan langsung pada dokter yang menangani Anda, apakah Anda perlu mengonsumsi obat atau tidak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mole Removal Surgery: Home, Remedies, & Treatments. (2019). E Medicine Health. Retrieved 2 June 2021, from http://www.emedicinehealth.com/mole_removal/article_em.htm

Mole: Diagnosis & Treatment. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved 2 June 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/moles-treatment

Scars: Diagnosis, Treatment, and Outcome. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved 2 June 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/scars-treatment#treatment

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 06/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x