Tahi Lalat Tumbuh Kembali Pascaoperasi, Waspada Kanker Melanoma

    Tahi Lalat Tumbuh Kembali Pascaoperasi, Waspada Kanker Melanoma

    Hampir setiap orang memiliki tahi lalat. Bedanya, ada tahi lalat yang rata dengan kulit tetapi ada juga yang muncul ke permukaan berupa benjolan. Tahi lalat yang mengganggu penampilan atau menandakan masalah kesehatan tertentu biasanya akan diangkat melalui operasi. Namun ternyata, ada kemungkinan tahi lalat tumbuh kembali setelah operasi.

    Tahi lalat tumbuh kembali pascaoperasi

    arti tahi lalat banyak

    Tahi lalat adalah sel pigmen di kulit atau yang disebut dengan melanosit tumbuh dan berkembang secara berkelompok. Umumnya tahi lalat berwarna cokelat atau cokelat kehitaman dengan bentuk oval rata ataupun menonjol di permukaan kulit.

    Biasanya, ada dua alasan yang menyebabkan seseorang mengambil tindakan untuk menghilangkan tahi lalat. Pertama, karena mengganggu penampilan, misalnya terletak di wajah dengan ukuran yang cukup besar dan menonjol.

    Kedua, karena tahi lalat yang Anda miliki merupakan tanda kanker sehingga prosedur ini dilakukan untuk mengangkat sel kanker dan menghentikan penyebarannya.

    Namun ternyata, dalam beberapa kasus tahi lalat bisa tumbuh kembali setelah operasi. Biasanya tahi lalat yang tumbuh kembali setelah operasi karena terdapat sel kanker di dalamnya.

    Tahi lalat biasa umumnya tidak akan kembali setelah prosedur pengangkatan. Sementara menurut informasi dari American Academy of Dermatology, tahi lalat yang tumbuh kembali bisa menjadi tanda melanoma.

    Oleh karena itu, Anda perlu segera konsultasikan ke dokter jika tahi lalat tumbuh kembali setelah operasi untuk memastikan penyebabnya. Jika memang tahi lalat ini termasuk kanker maka perlu segera dilakukan tindakan agar sel tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Kenali tahi lalat tanda kanker

    tahi lalat melanoma
    Sumber: National Cancer Institute

    Melanoma adalah jenis kanker kulit yang dimulai dari melanosit. Penyakit yang satu ini cukup berbahaya karena dapat menyerang jaringan di dekatnya dan menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti paru-paru, hati, tulang, atau otak.

    Tahi lalat yang menjadi tanda kanker biasanya memiliki beberapa perbedaan dengan tahi lalat biasa. Umumnya, Anda bisa melihatnya dari bentuk, warna, dan ukurannya. Untuk dapat mengenalinya, berikut ciri-ciri yang bisa Anda amati:

    • Asimetri, bentuknya tidak beraturan.
    • Batas ujung yang tidak teratur, misalnya berlekuk atau kabur (tidak jelas).
    • Warna yang tidak rata pada semua permukaannya, misalnya ada yang berwarna hitam, cokelat, merah muda, abu-abu, putih, hingga kebiruan.
    • Perubahan ukuran, biasanya diameter lebih besar dari 6 mm.
    • Adanya perkembangan, tahi lalat akan mengalami berbagai perubahan dalam beberapa minggu atau beberapa bulan terakhir.

    Berbagai gejala lain dari kanker kulit melanoma

    stadium kanker kulit melanoma

    Tidak semua melanoma ditunjukkan oleh gejala seperti yang telah disebutkan. Beberapa tanda lain melanoma, yaitu:

    • Rasa nyeri yang tak kunjung hilang pada tahi lalat yang baru saja tumbuh.
    • Adanya penyebaran pigmen warna dari batas tahi lalat ke bagian kulit di sekitarnya.
    • Kemerahan atau bengkak di luar batas tahi lalat.
    • Tahi lalat terasa gatal dan nyeri jika disentuh.
    • Adanya perubahan pada tahi lalat misalnya, munculnya benjolan baru atau perdarahan.

    Untuk itu, segera konsultasikan ke dokter saat tahi lalat kembali muncul setelah operasi terlebih jika disertai dengan berbagai gejala yang telah disebutkan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Widya Citra Andini · Tanggal diperbarui 17/06/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan