home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Tanda Tahi Lalat Ciri Kanker Melanoma yang Perlu Anda Waspadai

4 Tanda Tahi Lalat Ciri Kanker Melanoma yang Perlu Anda Waspadai

Tahi lalat adalah kondisi kulit umum yang sering muncul pada kebanyakan orang. Beberapa tahi lalat muncul sejak lahir, walau biasanya muncul pada 30 tahun pertama. Walau mungkin mengganggu pemandangan, tahi lalat biasanya sama sekali tidak membahayakan. Kebanyakan tahi lalat jinak, alias tidak bersifat kanker. Namun pada sejumlah kasus langka, tahi lalat dapat mengganas menjadi melanoma, salah satu jenis kanker kulit. Apa saja tanda tahi lalat yang merupakan ciri kanker kulit?

Apa bedanya tahi lalat biasa dengan tanda tahi lalat ciri kanker melanoma?

Kanker melanoma biasanya muncul sebagai bintik berwarna gelap mirip tahi lalat biasa dan berkembang dengan sangat cepat pada kulit. Melanoma dapat muncul di area yang belum pernah memiliki tahi lalat, atau dari tahi lalat yang berubah ukuran, bentuk, atau warna. Pada beberapa kasus, melanoma berwarna merah, gatal dan dapat berdarah. Begini cara yang paling efektif mendeteksi tanda tahi lalat kanker.

Periksa kulit Anda

Anda harus memeriksa kulit Anda setiap beberapa bulan untuk melihat adanya tanda tahi lalat yang baru muncul atau apakah ada perubahan pada tahi lalat yang sudah ada.

Tanda tahi lalat yang bersifat kanker adalah pertumbuhan baru dapat muncul di bagian tubuh manapun, namun paling sering muncul pada punggung, kaki, tangan dan wajah. Beberapa tanda tahi lalat mencurigakan yang harus Anda perhatikan adalah:

  • Satu tahi lalat yang punya 2 atau lebih warna berbeda
  • Pinggiran tahi lalat yang tidak rata atau ujung bergerigi
  • Tahi lalat yang berdarah, gatal, merah, bengkak, atau berkerak
  • Tahi lalat yang membesar dengan cepat

Apabila didiagnosis dan diatasi pada tahap awal, operasi pengangkatan melanoma biasanya berhasil. Operasi seringkali digunakan sebagai perawatan utama untuk melanoma. Setelah operasi, Anda akan memerlukan perawatan lanjutan yang tepat untuk mencegah kembalinya melanoma. Penting untuk mengikuti petunjuk dokter.

Bagaimana saya mencegah tahi lalat yang bersifat kanker?

Jika Anda baru mengalami pengangkatan tahi lalat atau memiliki kulit berwarna terang yang rentan terhadap pertumbuhan tahi lalat, Anda harus melakukan langkah-langkah pencegahan ekstra untuk melindungi kulit dari matahari. Perlindungan dari matahari adalah cara yang paling baik dan mudah untuk mencegah kanker kulit. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda dengan kulit berwarna terang atau memiliki banyak tahi lalat yang seringkali berisiko tinggi terhadap kanker kulit. Jika Anda memiliki banyak tahi lalat, Anda harus menghindari berada di bawah sinar matahari terlalu lama, dengan cara:

  • Berteduh di bawah naungan bayangan di antara pukul 11 pagi – 3 sore.
  • Menggunakan pakaian pelindung UV, topi dan kacamata hitam.
  • Menggunakan tabir surya dengan minimum SPF 15 dan menggunakan ulang setiap 2-3 jam, setelah berenang atau berkeringat.
  • Menghindari penggunaan lampu matahari atau sunbed yang menghasilkan sinar UV.

Jika tahi lalat Anda telah ada sejak Anda lahir dan tidak berubah, jangan khawatir. Ingatlah selalu untuk memperhatikan perubahan pada kulit dan melindungi kulit dari sinar matahari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 21/05/2018
x