Berbagai Gejala Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/06/2020
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang berpikir bahwa ciri-ciri utama dari serangan jantung adalah rasa nyeri di dada. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah menemukan bahwa gejala serangan jantung tidaklah jelas dan bisa terjadi dalam beberapa cara. Hal ini tergantung oleh beberapa faktor seperti: jenis kelamin, jenis serangan jantung yang dialami, dan faktor usia. Penting untuk mengerti variasi gejala yang mengindikasikan serangan jantung, agar bisa mendapatkan pertolongan yang tepat untuk diri Anda dan orang lain.

Kenali gejala-gejala serangan jantung

Semakin awal atau cepat Anda mendapatkan pertolongan, semakin besar kesempatan untuk pulih secara total dari serangan jantung. Namun, tidak jarang orang yang tidak segera mencari pertolongan pertama serangan jantung pada diri sendiri. Bahkan, meski telah menduga ada sesuatu yang salah dengan jantungnya.

Anda mungkin termasuk dari salah satu orang yang merasa malas melakukan pemeriksaan. Pasalnya, Anda mungkin berpikir bahwa gejala awal dari serangan jantung yang dirasakan hanya nyeri dada biasa.

Dokter sangat menganjurkan Anda untuk segera mencari pertolongan jika mengalami gejala awal dari serangan jantung. Sekalipun dugaan Anda ternyata salah, mendapatkan pertolongan ini jauh lebih baik daripada mengalami kerusakan jantung jangka panjang. Apalagi jika kerusakan itu terjadi hanya karena malas memeriksakan diri ke dokter.

Pada dasarnya, ciri awal dari serangan jantung ini bisa bervariasi pada setiap orang. Maka, percayai diri Anda sendiri, karena tidak ada yang lebih mengenal tubuh Anda lebih dari siapapun. Jika Anda merasa ada yang salah pada tubuh Anda, jangan menundanya. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC),  gejala serangan jantung dapat meliputi:

1. Nyeri ringan atau rasa tidak nyaman pada dada

Nyeri di bagian dada merupakan salah satu gejala umum dari serangan jantung. Gejala ini memang yang paling sering dialami saat seseorang terkena serangan jantung. Rasa nyeri atau sakit yang dialami seperti dada sedang ditekan atau diremas kuat-kuat.

Rasa sakit bertahan hingga beberapa menit, sebelum akhirnya hilang dan muncul kembali. Selain itu, rasa nyeri juga sering muncul saat Anda sedang beristirahat. Rasa nyeri ini muncul karena aliran darah menuju otot jantung berkurang.

Jika dibandingkan dengan wanita, gejala ini memang lebih sering dialami oleh pria. Namun, bukan berarti wanita tidak ada yang mengalami gejala ini. Meski begitu, saat mengalami serangan jantung, wanita sering mengalami gejala selain nyeri pada dada ini.

Jangan lupa untuk selalu membedakan rasa nyeri dada karena serangan jantung dengan heartburn. Meski cukup berbeda, masih banyak orang yang salah paham mengenai nyeri dada yang disebabkan oleh kedua kondisi tersebut.

2. Nyeri pada pundak, leher, hingga rahang

Ketika kerja jantung terganggu, organ tubuh di sekitarnya akan ikut terkena dampaknya. Bukan hanya sekadar rasa sakit di sekitar jantung saja, serangan jantung juga bisa menyebabkan rahang sakit. Mengapa demikian?

Saraf yang ada di bagian dada dan jantung ternyata dapat menimbulkan rasa nyeri ke bagian leher dan rahang. Saat saraf jantung terganggu, maka saraf-saraf ini akan memicu nyeri yang menjalar dari dada ke bagian leher dan rahang.

Rahang sakit sebagai ciri-ciri serangan jantung biasanya terasa pada rahang kiri bawah. Namun, tingkat keparahannya bisa berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang mengalami rahang sakit parah, ada juga yang hanya merasakan sensasi tidak nyaman pada rahang.

3. Mual dan ingin muntah

Mungkin Anda tidak akan mengira bahwa rasa mual dan ingin muntah juga merupakan gejala dari serangan jantung. Ya, ciri-ciri serangan jantung ini mungkin tergolong jarang ditemui, akan tetapi mungkin terjadi. Rasa mual dan muntah biasanya muncul saat Anda mengalami silent heart attack, atau serangan jantung senyap.

Saat mengalaminya, Anda mungkin justru mengira bahwa sedang mengalami kondisi lain. Hal ini seringnya menyebabkan salah diagnosis atau salah penanganan. Padahal, jika tidak segera ditangani, serangan jantung yang Anda alami bisa menjadi semakin parah.

Oleh karena itu, jika rasa mual ini disertai dengan ciri-ciri serangan jantung yang lain, lebih baik segera periksakan kondisi ke dokter atau rumah sakit terdekat. Hal ini penting untuk memastikan apakah Anda sedang mengalami serangan jantung atau tidak.

4. Sesak napas dan berkeringat

Tidak semua sesak napas dan berkeringat menjadi pertanda dari serangan jantung. Akan tetapi, Anda patut curiga jika mengalami beberapa hal di bawah ini:

  • Tiba-tiba berkeringat atau sesak napas, padahal tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.
  • Tidak bisa bernapas dan bertambah semakin parah seiring berjalannya waktu, padahal tidak melakukan aktivitas berat.
  • Sesak napas menjadi semakin parah saat sedang berbaring dan membaik saat bangun atau dalam posisi duduk.
  • Keringat dingin dan lembap, padahal tidak sedang merasa stres atau tertekan.
  • Berkeringat atau sesak napas yang juga disertai gejala seperti lelah yang berlebihan atau nyeri dada.

Apabila sesak napas dan berkeringat yang Anda rasakan seperti yang telah disebutkan di atas, Anda memang patut curiga terhadap kondisi kesehatan jantung. Pasalnya, ciri-ciri tersebut merupakan gejala serangan jantung yang mungkin muncul.

Umumnya, yang mengalami kondisi tersebut adalah para wanita setelah menginjak usia 50 tahun ke atas. Untuk melakukan pencegahan terhadap serangan jantung, penting untuk Anda rajin berolahraga dan menjaga pola makan agar bisa menjaga berat badan tetap sehat. Pasalnya, obesitas dapat menyebabkan serangan jantung.

5. Rasa lelah berlebihan

Jika Anda tergolong orang yang sibuk dengan segudang aktivitas, sebenarnya masih cukup wajar jika Anda sering merasa lelah. Namun ingat, tidak semua rasa lelah itu bisa disepelekan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri rasa lelah berlebihan yang mungkin menjadi gejala serangan jantung, misalnya:

  • Tiba-tiba merasa lelah berlebihan padahal hanya melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
  • Tidak sedang beraktivitas tapi sudah merasa lelah dan dada terasa berat.
  • Aktivitas ringan seperti membereskan tempat tidur, berjalan ke kamar mandi, atau berbelanja sudah membuat Anda merasa amat lelah.
  • Meski merasa sangat lelah, Anda tetap tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari.

Jika Anda mengalami kondisi tersebut, tidak ada salahnya menghubungi dokter dan berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan jantung Anda.

Hal yang perlu dilakukan saat merasakan gejala serangan jantung

Jika Anda mengalami salah satu gejala dari serangan jantung yang telah disebutkan di atas, segera hubungi dokter atau Unit Gawat Darurat (UGD) dari rumah sakit terdekat, agar Anda bisa dijemput menggunakan ambulans atau mendapatkan pertolongan pertama pada serangan jantung.

Anda juga bisa meminta anggota keluarga Anda untuk mengantarkan ke rumah sakit. Hal yang terpenting adalah jangan pergi ke rumah sakit sendirian. Sekalipun Anda sedang berada di rumah sendiri, tetap saja pergi ke rumah sakit sendirian juga bukan tindakan yang tepat. Lebih baik cari tahu cara pertolongan pertama kepada diri sendiri saat mengalami serangan jantung agar lebih siap menghadapi situasi.

Setelah berada di rumah sakit, Anda akan mendapatkan penanganan serangan jantung dari dokter atau ahli medis profesional. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan apakah Anda benar-benar mengalami serangan jantung. Selain itu, Anda juga akan diminta untuk mengonsumsi obat serangan jantung untuk meredakan gejala yang dialami.

Oleh karena itu, agar tidak terkena serangan jantung, Anda bisa melakukan berbagai pencegahan terhadap serangan jantung. Salah satu cara mencegah serangan jantung adalah dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Penyakit Sindrom Koroner Akut (SKA) Disembuhkan?

Penyakit sindrom koroner akut adalah penyebab kematian tertinggi. Tak heran jika banyak orang bertanya-tanya tentang peluang kesembuhan penyakit ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Sering Nyeri Dada Saat Olahraga? 6 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Banyak orang mengira kalau nyeri dada saat olahraga disebabkan karena terkena serangan jantung. Padahal, belum tentu! Cari tahu penyebabnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Mengulik Cara Kerja Otot Jantung dan Beragam Fungsi Pentingnya

Otot jantung dianggap sebagai otot terkuat karena mampu bekerja sepanjang waktu tanpa istirahat untuk memompa darah. Apa yang terjadi jika otot ini rusak?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Studi: Macetnya Jalanan Ibukota Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Penelitian membuktikan terjebak macet dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 3-5 kali lipat pada orang yang sehat walafiat. Kok bisa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

NSTEMI adalah serangan jantung ringan

NSTEMI, Jenis Serangan Jantung yang Tergolong Ringan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
penyakit jantung boleh puasa

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020

Jangan Sampai Kena Serangan Jantung Kedua Kali, Begini Cara Tepat Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2019
pertolongan pertama serangan jantung

Langkah Pertolongan Pertama Ketika Serangan Jantung Terjadi

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2019