Punya Banyak Anak Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung, Ini 3 Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa memiliki lebih dari dua anak membuat Anda lebih berisiko terkena penyakit jantung. Semakin banyak anak, maka beban finansial orangtua untuk memenuhi kebutuhan anaknya juga bertambah. Beban ini bisa menyebabkan stres berlebih pada orangtua sebagai pemberi nafkah. Selain itu, hamil berkali-kali juga menyebabkan perubahan hormonal pada wanita.

Sebuah penelitian terhadap 500.000 orang menemukan adanya hubungan erat antara punya banyak anak dengan risiko penyakit jantung koroner, penyebab kematian utama di dunia. Para peneliti di Tiongkok mencatat bahwa orangtua yang memiliki dua anak lebih berisiko terkena penyakit jantung dibandingkan orangtua yang memiliki satu orang anak saja.

Mengapa punya banyak anak meningkatkan kemungkinan penyakit jantung?

Tambahan beban sosial dan ekonomi

Menurut Profesor Regitz-Zagrosek, ketua European Society of Cardiology. Banyak anak harus dianggap sebagai faktor baru yang memengaruhi risiko munculnya berbagai jenis penyakit jantung dan gangguan pada pembuluh darah, baik bagi laki-laki dan perempuan.

Memiliki satu anak memang bisa memberikan dukungan sosial dan ekonomi bagi masa tua orangtua kelak. Akan tetapi, manfaat ini akan hilang atau berkurang apabila orangtua memiliki banyak anak. Pasalnya, beban ekonomi dan sosial justru bertambah secara signifikan pada saat ini.

Orangtua harus mengerahkan lebih banyak energi, waktu, dan biaya untuk mengasuh anak-anaknya. Bila tidak dibarengi dengan gaya hidup sehat seperti istirahat yang cukup, pola makan seimbang, olahraga rutin, dan pengelolaan stres yang baik, tekanan sosial dan ekonomi untuk membesarkan anak bisa berdampak pada kesehatan tubuh orangtua.

Masalahnya, dengan banyak anak biasanya orangtua jadi kurang tidur, kurang olahraga, dan kesulitan mengelola stres dari keluarga dan pekerjaan. Belum lagi karena sering buru-buru, orangtua dengan banyak anak mungkin jadi sering makan sembarangan tanpa memerhatikan keseimbangan nutrisi yang diperlukan tubuh agar tetap sehat.

Berkali-kali hamil meningkatkan risiko penyakit jantung

Penelitian lain menemukan bahwa jumlah kehamilan yang banyak dapat meningkatkan risiko wanita untuk terkena gangguan irama jantung di kemudian hari. Gangguan irama jantung yang paling sering yaitu fibrilasi atrium, yang dapat menyebabkan penggumpalan darah, stroke, dan gagal jantung.

Tim ahli dari Universitas McMaster di Kanada meneliti lebih dari 30.000 orang peserta yang pernah hamil. Penelitian ini menemukan bahwa wanita yang telah menjalani kehamilan sebanyak empat kali atau lebih memiliki kemungkinan sekitar 50 persen lebih besar untuk terkena fibrilasi atrium. Para peneliti yakin bahwa paparan hormon selama kehamilan memiliki kaitan dengan masalah tersebut.

gangguan perut saat hamil

Komplikasi kehamilan dan penyakit jantung

Wanita yang memiliki kehamilan berisiko tinggi atau komplikasi saat persalinan punya risiko delapan kali lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung di kemudian hari. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa penyakit jantung merupakan ancaman jangka panjang bagi wanita yang terkena diabetes atau tekanan darah tinggi selama kehamilan.

“Kesadaran akan hubungan antara komplikasi kehamilan dengan penyakit jantung mendorong banyak munculnya penelitian-penelitian baru, dan hal ini dapat membantu untuk mengurangi dan mencegah penyakit jantung pada wanita,” kata Bairey Merz, seorang ahli jantung di Cedars-Sinai Heart Institute, Amerika Serikat

Oleh karena itu, perempuan yang pernah memiliki komplikasi saat kehamilan atau persalinan harus berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan medis secara teratur. The American Heart Association menganjurkan wanita yang punya riwayat preeklampsia atau hipertensi (tekanan darah tinggi) pada saat kehamilan untuk kontrol ke dokter dan melakukan evaluasi risiko penyakit jantung dalam waktu satu tahun setelah melahirkan.

Akan tetapi, untuk kebanyakan ibu baru tanpa komplikasi yang terlalu parah selama kehamilan, tidak perlu panik dan langsung menemui dokter. Anda perlu makan makanan yang sehat dan bernutrisi, berolahraga teratur, mengelola stres, dan istirahat yang cukup.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit