Penggunaan Statin untuk Penyakit Kardiovaskular

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Statin dapat membantu menurunkan tingkat lipoprotein densitas rendah (LDL), yakni kolesterol jahat dalam darah, dan statin membantu mengurangi produksinya di dalam hati. Tingginya kadar kolesterol LDL dapat menyebabkan pengerasan dan penyempitan pembuluh darah (atherosclerosis) serta penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease alias CVD). Statin biasanya ditawarkan kepada mereka yang didiagnosis mengidap CVD, atau yang memiliki riwayat keluarga cenderung mengembangkan CVD dalam waktu 10 tahun mendatang.

Bagaimana penggunaan statin untuk penyakit kardiovaskular?

Kolesterol memang penting bagi tubuh untuk dapat bekerja dengan baik, namun terlalu banyak kadar kolesterol jahat (lipoprotein densitas rendah atau LDL) juga tidaklah sehat. Kadar kolesterol jahat dalam tubuh dapat dikurangi dengan penggunaan statin.

Tingginya kadar kolesterol jahat dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam arteri. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner (yang memicu angina dan serangan jantung) serta stroke. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung atau stroke, menggunakan statin akan berguna untuk mengurangi risiko kejadian lainnya. Jika Anda memiliki penyakit arteri perifer, disarankan menggunakan statin untuk membantu memperlambat perkembangan penyakit. Bahkan jika kondisi kesehatan Anda baik-baik saja, atau berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular, Anda dapat diresepkan statin, misalnya jika Anda memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit kardiovaskular. Statin dapat membantu menurunkan risiko Anda. Sebuah penelitian juga menyarankan penggunaan statin untuk membantu mengurangi risiko stroke jika Anda berusia di atas 65 tahun.

Tubuh akan selalu memproduksi kolesterol, jadi apabila Anda berhenti menggunakan statin, kemungkinan kadar kolesterol pun akan naik. Jika Anda diresepkan statin, Anda harus menggunakannya setiap hari. Kinerja statin akan semakin terasa manfaatnya jika dipergunakan dalam jangka panjang.

Pencarian terbaru dari sebuah studi menemukan empat percobaan baru dan memperbarui data tindak lanjut pada tiga uji coba termasuk dalam tinjauan aslinya. Sebanyak 18 uji coba terkontrol dimasukkan secara acak. Kemudian, 14 pasien uji coba yang direkrut dengan penyakit tertentu (peningkatan lipid, diabetes, hipertensi, mikroalbuminuria). Semua penyebab kematian berkurang akibat penggunaan statin; sesuai kombinasi antara CVD/CHD/stroke fatal dan non-fatal. Pengurangan tingkat revaskularisasi juga terlihat. Kolesterol total serta kolesterol LDL berkurang dalam semua uji coba, namun terdapat bukti efek heterogenitas.

Tidak ada bukti bahaya serius yang disebabkan oleh penggunaan statin. Bukti yang ada hingga saat ini menunjukkan bahwa pencegahan dini dengan statin cenderung hemat biaya dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Temuan terbaru menggunakan data meta-analisis pasien individu menunjukkan bahwa manfaat ini serupa pada mereka (kurang dari 1% per tahun) yang berisiko rendah terhadap penyakit kardiovaskular.

Penting bagi Anda untuk meminum obat secara teratur sesuai resep. Biasanya, statin diminum pada malam hari, ketika kolesterol paling banyak dihasilkan di dalam tubuh. Periksakan ke dokter atau apoteker bila Anda harus menggunakan statin. Jika faktor risiko hanyalah usia, Anda tidak perlu menggunakan statin.

Silakan konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

    Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

    Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

    Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

    Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Fakta Unik 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    rileksasi tubuh

    5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

    Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
    makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

    5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    sering kencing di malam hari

    7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit