3 Rahasia Menjaga Jantung Tetap Sehat Jika Anda Punya Keturunan Penyakit Jantung

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Apakah ayah Anda pernah terkena stroke? Atau, ibu Anda yang punya penyakit jantung? Apakah kakek atau nenek Anda yang justru pernah terkena serangan jantung? Jika jawabannya adalah “ya” untuk salah satu pertanyaan di atas (atau mungkin lebih), besar kemungkinannya Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung keturunan.

Namun, Anda tidak usah khawatir. Baca terus artikel ini untuk cari tahu cara menghindari terkena penyakit jantung jika Anda memang memiliki “bakat”nya.

Risiko penyakit jantung akibat keturunan lebih tinggi pada orang-orang yang gaya hidupnya tidak sehat

Sama seperti karakteristik fisik, risiko penyakit jantung juga bisa diwariskan dari kedua orangtua Anda. Ada banyak jenis penyakit jantung berbeda yang dapat diwariskan dalam silsilah keluarga. Misalnya saja aritmia, kelainan katup jantung, serangan jantung, stroke, hingga gagal jantung.

Risiko Anda untuk mengalami penyakit jantung jika punya gen keturunan bisa lebih tinggi daripada orang lain yang hanya menjalani gaya hidup buruk saja, tapi tidak mewarisi gen pemicu penyakit jantung dari orangtua atau kakek-neneknya.

Terlebih, kemunculan penyakit tersebut bisa terjadi lebih cepat jika Anda punya keturunan penyakit jantung DAN juga menjalani gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan makan makanan berlemak dan kurang olahraga. Ditambah lagi, sejumlah faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol tinggi dan hipertensi, juga sangat terkait dengan riwayat kesehatan keluarga.

Lantas, bagaimana cara mencegah risiko penyakit jantung keturunan?

Bagi orang-orang yang punya “bakat” penyakit jantung kunci untuk mencegahnya adalah dengan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat, beber spesialis kardiovaskuler, Dr. Vito A. Damay, SpJP(K), M.Kes FIHA FICA, yang juga sekaligus menjadi presenter acara kesehatan di TV nasional.

“Jika orangtua memang punya penyakit jantung, sebenarnya peluang Anda untuk kena penyakit jantung bisa lebih rendah jika terbiasa hidup sehat,” ungkap dr. Vito, ketika diwawancarai oleh tim Hello Sehat di Sudirman, Jumat (28/9). Bahkan, disiplin menjalani pola hidup sehat sedini mungkin dapat mencegah peluang Anda terkena penyakit jantung di kemudian hari.

Namun, apa saja langkah yang harus ditempuh agar hidup tetap sehat dan jauh dari risiko penyakit jantung?

1. Makan makanan yang sehat untuk jantung

Jika Anda punya keturunan penyakit jantung, Anda harus perhatikan baik-baik apa yang Anda makan dan minum setiap hari. Pada umumnya, Anda harus mulai mengurangi asupan makanan tinggi garam, makanan berlemak, makanan berminyak, berkolesterol tinggi, makanan dan minuman manis, hingga makanan dan minuman prosesan yang berpengawet.

Sebagai gantinya, perbanyak makan buah dan sayuran segar serta kacang dan biji-bijian. Juga, pilihlah sumber makanan berprotein tanpa lemak dan makanan yang tinggi omega-3 seperti ikan salmon dan tuna.

Bingung mau mulai dari mana? Ikuti panduan diet Mediteriania yang dinobatkan sebagai diet paling sehat bagi jantung.

2. Olahraga rutin untuk jaga berat badan

Orang yang gemuk atau kelebihan berat badan berisiko lebih besar untuk mengalami penyakit jantung, khususnya serangan jantung. Pasalnya, tumpukan lemak akan menghambat kerja jantung untuk mengalirkan darah sehingga meningkatkan tekanan darah. Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama dari penyakit jantung.

Ditambah lagi, sementara beban kerja jantung bertambah, tapi kemampuan meremasnya akan berkurang. Pada akhirnya, jantung tidak dapat mengeluarkan darah yang optimal pada tiap detak jantung. Saat darah mulai menggenang di jantung, Anda dapat mengalami gagal jantung kongestif.

Untuk mengecek apakah berat badan Anda sekarang sudah ideal atau malah berisiko obesitas, hitung dengan kalkulator indeks massa tubuh Hello Sehat atau di bit.ly/indeksmassatubuh. Jika skor BMI Anda sama dengan atau melampaui 30, ini menandakan masalah berat badan serius. Segera konsultasi ke dokter untuk membuat rencana olahraga yang efektif demi menurunkan berat badan.

3. Rutin cek kesehatan

Lebih lanjut dr. Vito menekankan pentingnya cek kesehatan (medical checkup) rutin untuk mendeteksi risiko penyakit jantung keturunan. Segera skrining kesehatan di rumah sakit terdekat mulai dari usia 20 tahun.

Beragam tes kesehatan jantung di rumah sakit yang perlu dijalani oleh orang-orang yang punya “bakat” penyakit jantung adalah cek tensi, EKG jantung, rontgen jantung, dan USG Jantung. Selain itu, Anda mungkin juga perlu menjalani treadmill test sembari dipasangkan EKG jantung untuk memeriksa kondisi jantung saat sedang “dipaksa” beraktivitas fisik, hingga katerisasi jantung untuk mendeteksi penyakit jantung koroner atau penyempitan arteri jantung.

Jika ternyata hasil medical checkup normal atau risiko Anda rendah, Anda bisa kembali melakukan skrining maksimal 5 tahun kemudian. Namun bagi Anda yang termasuk orang berisiko tinggi mengalami penyakit jantung karena keturunan, cek lagi keseluruhan kondisi kesehatan Anda dalam 6 minggu hingga 3 bulan setelahnya.

Jangan lupa juga untuk cek kadar kolesterol dan hipertensi per 3 bulan sekali semenjak medical check up pertama untuk melihat apakah ada perbedaan setelah menjalani gaya hidup sehat dan minum obat-obatan (jika sudah diresepkan oleh dokter). Secara umum, skrining kesehatan lanjutan untuk Anda yang berisiko tinggi mengalami penyakit jantung keturunan adalah tiap 1-2 tahun sekali.

Pada intinya untuk mencegah risiko penyakit jantung turunan adalah dengan gaya hidup sehat. “Jangan merokok dan jangan sampai kegemukan agar tidak sampai kena diabetes, hipertensi, juga kolesterol tinggi.” tandas dr. Vito. Semua itu adalah faktor-faktor yang dapat mempercepat atau meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Berbagai Penyebab Kanker Testis yang Wajib Anda Ketahui

Walaupun kanker testis termasuk jenis kanker yang tidak umum terjadi, tidak ada salahnya untuk mengenali apa saja penyebab kanker testis.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Punya Dua Penyakit Kronis Sekaligus, Mana yang Pengobatannya Harus Didahulukan?

Pengobatan penyakit kronis harus tepat dan cepat. Namun, andai kata Anda punya diabetes dan stroke, mana pengobatan yang harus diprioritaskan lebih dulu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Waspada! Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Stroke Menyerang

Stroke adalah penyakit serius yang butuh penanganan cepat. Pasalnya, ada beragam dampak yang terjadi ketika serangan stroke datang. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati

Stroke Bisa Terjadi di Usia Muda, Ini Beragam Hal Pemicunya

Ternyata, stroke tidak hanya bisa terjadi pada lansia, namun juga di usia muda. Lalu, apakah faktor penyebab keduanya sama?

Ditulis oleh: Annisa Hapsari
dr. Zicky Yombana, Sp.S

Direkomendasikan untuk Anda

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
Cegah Serangan Stroke Lanjutan, Ini Pilihan Pengobatan Efektif untuk Stroke Ringan

Cegah Serangan Stroke Lanjutan, Ini Pilihan Pengobatan Efektif untuk Stroke Ringan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/11/2019
Penelitian Menemukan Insomnia Bisa Menurun dalam Keluarga, Ini Penjelasannya

Penelitian Menemukan Insomnia Bisa Menurun dalam Keluarga, Ini Penjelasannya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/11/2019
Benarkah Dongeng Bisa Mengurangi Penyakit Stroke?

Benarkah Dongeng Bisa Mengurangi Penyakit Stroke?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019