Menghitung Risiko Anda Terkena Penyakit Jantung

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional, penyakit jantung adalah penyebab nomor satu kematian pada pria maupun wanita di Indonesia setiap tahun. Anda mungkin sudah mulai berusaha mengurangi risiko, tapi bagaimana cara mengetahui apakah Anda memang melakukannya dengan benar?

Pada tahun 1948, Institut Jantung Nasional (sekarang dikenal sebagai Institut Jantung, Paru-paru, dan Darah Nasional, atau NHLBI), memulai Studi Jantung Framingham untuk mempelajari lebih banyak tentang penyakit jantung dan stroke. Para peneliti mengawasi lebih dari 5,000 peserta di Framingham, Massachusetts sepanjang hidup mereka untuk menentukan faktor risiko umum penyakit kardiovaskular. Pada tahun 1971, kelompok generasi kedua—anak-anak dari kelompok asli—dan pasangan mereka—mendaftar.

Sebagai hasil dari studi jangka panjang ini, para ilmuwan telah menentukan faktor risiko kunci yang dapat meningkatkan peluang seseorang terkena penyakit jantung atau serangan jantung sepanjang hidup mereka. Dengan melacak faktor risiko, Anda bisa menentukan seberapa agresif Anda harus menyesuaikan diri terhadap perubahan gaya hidup dan perawatan.

Umur

Risiko penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya umur, terlepas dari faktor risiko lainnya. Risiko meningkat bagi pria setelah berumur 45 tahun dan wanita setelah berumur 55 tahun (atau menopause). Hormon estrogen dianggap membantu melindungi jantung. Inilah sebabnya setelah menopause, ketika kadar estrogen berkurang dalam tubuh wanita, risiko serangan jantung juga meningkat.

Sepanjang waktu, penumpukan plak berlemak secara perlahan dalam arteri dapat bermasalah. Jika Anda semakin menua, arteri mungkin menyempit. Penggumpalan darah kadang-kadang dapat terbentuk, menghambat aliran darah, yang bisa menyebabkan serangan jantung.

Jenis kelamin

Pria lebih berisiko terkena penyakit jantung daripada wanita. 70-80% serangan jantung mendadak muncul pada pria. Sejauh ini, ilmuwan tidak tahu pasti akan penyebabnya, walaupun studi telah menunjukkan bahwa hormon seks mungkin menyebabkan serangan jantung.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Atherosclerosis menemukan bahwa dua hormon seks dihubungkan dengan meningkatnya kadar LDL, kolesterol “jahat” dan menurunnya kadar HDL, kolesterol “baik”. Studi baru yang diterbitkan pada tahun 2012 dalam The Lancet mengindikasikan bahwa kromosom Y, yang unik bagi pria, mungkin juga turut andil. Terlepas dari alasan tersebut, pria lebih berisiko secara keseluruhan, dan cenderung menderita penyakit jantung pada usia lebih awal. Namun, penyakit jantung juga adalah penyebab utama kematian pada wanita.

Kadar kolesterol total

Kolesterol total, yang merupakan jumlah semua kolesterol dalam darah, adalah kemungkinan faktor risiko penyakit jantung, terutama karena kolesterol adalah bagian kunci plak yang dapat menumpuk di dalam arteri. (Plak terdiri dari lemak, kalsium, dan zat-zat lainnya). Teori bahwa semakin banyak kolesterol di dalam darah, semakin banyak berubah menjadi plak yang menumpuk di dalam arteri. Rentang kadar kolesterol:

  • Normal: kurang dari 200 mg/dL
  • Cukup tinggi: 200-239 mg/dL
  • Tinggi: 240 mg/dL dan lebih

Semakin tinggi kadar kolesterol total, semakin tinggi risiko penyakit jantung.

Kadar kolesterol “baik” HDL

Para ilmuwan telah menemukan bahwa tidak semua kolesterol sama. Kolesterol “baik”, atau HDL, sebenarnya melawan penyakit jantung. Ilmuwan tidak begitu pasti, tapi mereka percaya bahwa HDL membantu mengurangi radang, yang berkontribusi pada kesehatan jantung, serta membantu membawa kolesterol menuju hati, yang akan diproses. Kesimpulannya adalah semakin tinggi kadar HDL, semakin rendah risiko penyakit jantung. Umumnya:

  • HDL kurang dari 40 mg/dL meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • HDL lebih dari 60 mungkin melindungi Anda dari serangan jantung.

Riwayat merokok

Secara keseluruhan, merokok meningkatkan risiko penyakit jantung. Nikotin dan zat kimia lain di dalam rokok membahayakan jantung dan pembuluh darah, meningkatkan risiko atherosclerosis (penyempitan arteri)—walaupun Anda hanya sesekali merokok. Untungnya, berapa banyak pun atau berapa lama Anda telah merokok, berhenti merokok akan memberikan manfaat bagi jantung.

Contohnya:

  • Berhenti merokok mengurangi risiko Anda mengalami dan meninggal karena penyakit jantung.
  • Sepanjang waktu, berhenti merokok mengurangi risiko penyempitan arteri.
  • Berhenti merokok dapat membantu memulihkan jantung dan pembuluh darah yang rusak.

Tekanan darah

Bacaan angka tekanan darah pertama juga dapat memberikan petunjuk mengenai risiko penyakit jantung, yang disebut tekanan darah “sistolik”, dan mengukur tekanan arteri ketika jantung berdetak atau berkontraksi. (Angka diastolik mengukur tekanan dalam arteri antara detak jantung, ketika otot jantung rileks.) Pengukuran sistolik dianggap lebih menandakan risiko penyakit jantung karena umumnya terus meningkat seiring bertambahnya umur. Hal ini karena meningkatnya kekakuan dalam arteri dan menumpuknya plak dalam jangka panjang.

Berikut ini adalah beberapa panduan mengenai tekanan darah:

  • Normal: kurang dari 120 mmHg
  • Prehipertensi: 120-139 mmHg
  • Tekanan darah tinggi (tahap 1): 140-159
  • Tekanan darah tinggi (tahap 2): 160 atau lebih

Jika Anda telah menemukan bahwa Anda mengalami tekanan darah tinggi dan sedang minum obat untuk mengendalikannya, Anda secara otomatis mengurangi risiko serangan jantung.

Kemungkinan terkena diabetes

Banyak kalkulator risiko penyakit jantung telah menambahkan diabetes ke dalam daftar. Menurut National Diabetes Information Clearinghouse (NDIC), jika Anda mengalami diabetes, Anda setidaknya dua kali lipat lebih berisiko terkena penyakit jantung. Sepanjang waktu, kadar glukosa darah (gula darah) tinggi dapat meningkatkan penumpukan material berlemak di dalam arteri dan dinding pembuluh darah, meningkatkan peluang penyempitan dan pengerasan arteri (atherosclerosis).

Pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter secara teratur untuk mengatasi semua faktor risiko dan mengurangi risiko penyakit jantung sebisa mungkin.

You are already subscribed to notifications.
Sumber

Hard Coronary Heart Disease (10-year risk) Framingham Heart Study. (n.d.). Framingham Heart Study. http://www.framinghamheartstudy.org/risk/hrdcoronary.html

Heart Attack Risk Assessment. (n.d.). www.heart.org. http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HeartAttack/HeartAttackToolsResources/Heart-Attack-Risk-Assessment_UCM_303944_Article.jsp#.T0wBn3bCMYY

How Does Smoking Affect the Heart and Blood Vessels? - NHLBI, NIH. (n.d.). NIH Heart, Lung and Blood Institute. http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/smo/

KOLATA, G. (2012, February 8). Heart Disease Risk May Be Tied to Y Chromosome - NYTimes.com. Male Genes May Explain Higher Heart Disease Risk. http://www.nytimes.com/2012/02/09/health/research/heart-disease-risk-may-be-tied-to-y-chromosome.html

Navab, M., Reddy, S. T., Van Lenten, B. J., & Fogelman, A. M. (n.d.). HDL and cardiovascular disease: atherogenic and atheroprotective mechanisms. Nature Reviews Cardiology. www.nature.com/nrcardio/journal/v8/n4/full/nrcardio.2010.222.html

The Framingham Heart Study ¬ª  Internal Medicine Residency Program ¬ª Boston University. (n.d.). Boston University Medical Campus. http://www.bumc.bu.edu/im-residency/research/framingham-heart/

Vergeer, M., Holleboom, A. G., Kastelein, J. J., & Kuivenhoven, J. A. (2010, April 6). The HDL hypothesis: does high-density lipoprotein protect from atherosclerosis?. Journal of Lipid Research. www.jlr.org/content/51/8/2058.full

Who Is at Risk for a Heart Attack?  - NHLBI, NIH. (n.d.). NIH Heart, Lung and Blood Institute. http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/heartattack/risks.html

Why Men Are More Prone To Heart Disease: New Research Led By University Of Leicester. (2008, September 1). Medical News Today: Health News. R http://www.medicalnewstoday.com/releases/119844.php

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

Diet keto dipercaya bermanfaat bagi jantung dan kenyataannya memang benar. Hanya saja, diet keto perlu dilakukan dalam pengawasan dokter atau ahli gizi.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

Merokok sudah terbukti berbahaya bagi tubuh, termasuk organ jantung. Bila penderita penyakit jantung pun masih merokok, apa yang akan terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Ashraf Sinclair dan Fenomena Serangan Jantung di Usia Muda

Kabar meninggalnya Ashraf Sinclair akibat serangan jantung di usia 40 tahun membuat masyarakat semakin waspada. Mengapa fenomena ini dapat terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

5 Jus Buah Pilihan untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Jantung

Selain minum obat, minum jus buah ternyata dapat membantu sembuhkan penyakit jantung. Lantas, jus apa saja yang bisa jadi obat penyakit jantung?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

NSTEMI, Jenis Serangan Jantung yang Tergolong Ringan

NSTEMI, Jenis Serangan Jantung yang Tergolong Ringan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020