Manfaat dan Risiko Angioplasti

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Angioplasti adalah prosedur untuk membuka pembuluh darah (arteri koroner) yang menyuplai darah menuju jantung. Perawatan ini sering dimanfaatkan segera setelah serangan jantung.

Prosedur ini juga disebut percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA). Dalam banyak kasus, stent arteri koroner dimasukkan setelah angioplasti agar darah tetap mengalir dan mencegah arteri menyempit lagi.

Menjalani angioplasti dalam beberapa jam pertama setelah serangan jantung mungkin mengurangi risiko serangan jantung lainnya, tapi timing sangat penting. Menurut Sekolah Medis Harvard, jika angioplasti dilakukan lebih dari 24 jam setelah serangan jantung, kemungkinan tidak ada manfaat sama sekali. Semakin cepat Anda menerima perawatan serangan jantung, semakin rendah risiko gagal jantung dan komplikasi lainnya.

Angioplasti juga dapat meredakan gejala penyakit jantung pada pasien yang belum pernah menderita serangan jantung.

Proses dan cara kerja angioplasti

Prosedur biasanya dilakukan di bawah pengaruh obat bius lokal. Pertama, lengan atau selangkangan akan disayat. Kateter dengan balon tiup kecil di ujungnya akan dimasukkan ke dalam arteri. Dengan video dan pewarna khusus X-ray, dokter bedah akan menaikkan kateter sampai ke arteri koroner yang tersumbat. Sekali berada di posisi tersebut, balon akan dipompa untuk melebarkan arteri, yang menyebabkan menumpuknya lemak (plak) untuk terdorong melawan dinding arteri, membersihkan jalur untuk aliran darah yang baik.

Dalam beberapa kasus, kateter juga dilengkapi dengan jala baja tahan karat yang disebut stent. Stent berguna untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka dan tetap berada di posisi semula setelah balon dikempiskan dan diambil. Sekali balon keluar, kateter juga boleh disingkirkan. Prosedur mungkin membutuhkan waktu 1 1/2 sampai beberapa jam.

Manfaat angioplasti setelah serangan jantung

Menurut Komunitas Angiografi dan Intervensi Kardiovaskular (SCAI), angioplasti untuk perawatan serangan jantung menyelamatkan banyak nyawa. Ini adalah cara efisien agar darah mengalir ke jantung lagi dengan cepat. Semakin cepat aliran darah dipulihkan, semakin berkurang kerusakan pada otot jantung. Angioplasti juga meredakan nyeri dada dan mungkin mencegah kambuhnya napas pendek dan gejala lainnya yang berhubungan dengan berkurangnya aliran darah menuju otot jantung.

Anda mungkin lebih membutuhkan operasi bypass jantung terbuka invasif daripada angioplasti, yang memerlukan waktu pemulihan yang jauh lebih lama. Angioplasti mungkin menurunkan risiko serangan jantung lainnya dan meningkatkan peluang bertahan hidup daripada obat-obatan penghilang gumpalan, menurut Servis Kesehatan Nasional (NHS) Inggris.

Risiko dan potensi komplikasi

Semua prosedur medis memiliki risiko tertentu. Anda mungkin mengalami reaksi alergi terhadap obat bius, pewarna, atau beberapa material yang digunakan dalam angioplasti. Beberapa risiko lainnya yang terkait dengan angioplasti koroner termasuk:

  • Perdarahan, penggumpalan, atau memar pada tempat sisipan
  • Jaringan parut terbentuk di dalam stent
  • Detak jantung tidak teratur (aritmia)
  • Kerusakan pembuluh darah, katup jantung, atau arteri
  • Serangan jantung
  • Kerusakan ginjal, terutama pada orang yang sebelumnya mengalami masalah ginjal
  • Stroke (komplikasi langka)

Risiko angioplasti darurat setelah serangan jantung lebih besar daripada angioplasti yang dilakukan di dalam keadaan berbeda.

Angioplasti tidak menyembuhkan arteri yang tersumbat. Dalam beberapa kasus, arteri dapat menyempit lagi (restenosis). Risiko restenosis lebih tinggi jika stent sama sekali tidak digunakan.

Apa yang bisa saya harapkan?

Pasca serangan jantung, dokter akan menjelaskan cara mempertahankan gaya hidup yang sehat bagi jantung. Selalu minum obat sesuai resep dokter. Jika Anda adalah seorang perokok, sekarang waktunya berhenti. Diet yang tepat dan berolahraga akan membantu menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol dalam darah tetap rendah. Pilihan gaya hidup sehat dapat mengurangi peluang terkena serangan jantung lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

    Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Apa Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Thalasemia?

    Meski tak ada obat untuk menyembuhkan thalasemia, ada beberapa pilihan pengobatan standar, seperti transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

    Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

    Anemia Hemolitik

    Anemia hemolitik adalah penyakit kurang darah akibat tubuh Anda menghancurkan sel darah merah lebih cepat (prematur) dari seharusnya.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat pereda nyeri otot

    Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    komplikasi dermatitis

    Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    dermatitis numularis

    Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    perawatan fototerapi terapi cahaya

    Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit