home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Aman Hubungan Seks Setelah Serangan Jantung

Tips Aman Hubungan Seks Setelah Serangan Jantung

Menyesuaikan kembali kehidupan normal Anda setelah mendapatkan serangan jantung tentu bukanlah hal yang mudah. Ada banyak hal yang Anda tanyakan, mulai dari makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan. Aktivitas yang tidak boleh lagi dilakukan sampai masalah kehidupan pribadi Anda seperti hubungan seks dengan pasangan. Penyakit jantung memang dapat mempengaruhi kehidupan seks Anda, namun tentu tidak merebut kebahagian Anda dan pasangan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika, hubungan seks dinyatakan aman untuk pasien jantung. Konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda, ikuti aturan dan anjuran yang diberikan dokter. Jika dokter menyatakan Anda aman untuk melakukan aktivitas seks, itu berarti Anda bisa melakukannya. Hal yang paling penting adalah bagaimana Anda mengatasi rasa kurang percaya diri dan ketakutan dalam diri Anda untuk berhubungan seks.

Apakah aman melakukan hubungan seks setelah serangan jantung?

Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, banyak pria dan wanita yang takut melakukan hubungan seks pascaserangan jantung. Sehingga tidak mengherankan bila frekuensi aktivitas seksual cenderung menurun tajam, terutama selama setahun setelah mengalami serangan jantung. Menurut penelitian, berhubungan seks tidak membawa risiko besar untuk memicu serangan jantung dibanding naik tangga atau berjalan cepat.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Journal of the American Medical Association, hanya ada kurang dari 1% serangan jantung yang disebabkan oleh aktivitas seksual. Pasien yang pernah mengalami serangan jantung tetapi tidak punya komplikasi penyakit lain dan tidak mengalami rasa sakit di dada atau gejala lainnya ketika mereka berjalan atau bekerja keras, biasanya dibolehkan berhubungan seksual setelah satu minggu terkena serangan.

Sedangkan untuk yang baru saja menjalani operasi arteri koroner biasanya baru boleh berhubungan seks setelah enam atau delapan minggu, jika luka operasi mereka sudah benar-benar sembuh. Dokter jantung biasanya mengetahui lebih rinci tentang kondisi pasien dengan memberi perawatan dan saran tentang keamanan dalam melakukan aktivitas fisik, termasuk hubungan seks.Jadi jangan ragu untuk mengkonsultasikannya.

Tips aman hubungan seks setelah serangan jantung

Menurut American Heart Association, aktivitas seksual dapat kembali dilanjutkan setelah si pasien siap dan kondisi jantung stabil. Biasanya aktivitas seksual dapat dilanjutkan kembali setelah 4-6 minggu. Empat hingga enam minggu pasca serangan biasanya kondisi jantung sudah stabil kembali. Jika dengan aktifitas sedang seperti berjalan cepat, atau naik tangga hingga dua lantai tidak memberikan nyeri dada atau sesak napas, dapat dianggap bahwa aktifitas seksual dapat kembali diteruskan.

Hubungan seks juga erat kaitannya dengan kualitas hubungan Anda dan pasangan. Jangan biarkan penyakit jantung mengambil kebahagian Anda dan pasangan. Seks setelah serangan jantung aman untuk dilakukan. Berikut tips berhubungan seks setelah serangan jantung.

  • Tanyakan pada dokter Anda untuk mengevaluasi kondisi Anda sebelum melakukan aktivitas seksual.
  • Jangan lupa untuk mematuhi rehabilitasi jantung Anda sesuai jadwalnya.
  • Lakukanlah olahraga teratur sebelum melakukan aktivitas seksual karena hal ini dapat mengurangi risiko serangan jantung saat berhubungan seks.
  • Jika Anda seorang wanita, tanyakan pada dokter mengenai kehamilan atau tanyakan mengenai alat kontrasepsi yang aman untuk pasien jantung.
  • Jika Anda mengalami gangguan disfungsi ereksi, konsultasikan hal ini kepada dokter apakah hal ini ada hubungannya dengan penyakit jantung Anda atau karena kekhawatiran, depresi, atau faktor lain.
  • Jangan lewatkan pengobatan medis Anda karena jika Anda tidak memperdulikannya bisa meningkatkan lagi risiko Anda terkena serangan jantung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sex and Heart Disease. (2016, August 30). Retrieved January 25, 2017, from American Heart Association: http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/More/MyHeartandStrokeNews/Sex-and-Heart-Disease_UCM_436414_Article.jsp#.WIh2l0AXVdh

Sex After a Heart Attack: Is It OK? (n.d.). Retrieved January 25, 2016, from Web MD: http://www.webmd.com/sex-relationships/features/sex-after-a-heart-attack-is-it-ok

Sex After a Heart Attack: Is It OK? (n.d.). Retrieved January 25, 2017, from British Heart Foundation: https://www.bhf.org.uk/heart-health/living-with-a-heart-condition/sex-and-heart-conditions


Foto Penulis
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Tanggal diperbarui 02/01/2017
x