home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Penyakit Jantung dan Seks

Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Penyakit Jantung dan Seks

Penyakit jantung (kardiovaskuler) memengaruhi kehidupan seseorang dari beragam aspek. Mulai dari perubahan gaya hidup jadi lebih sehat, pilihan aktivitas, hingga aktivitas seksual. Memangnya, seperti apa pengaruh penyakit jantung dan pembuluh darah memengaruhi kehidupan seks seseorang? Yuk, lihat pembahasannya berikut ini.

Amankah seks untuk penderita penyakit jantung?

Penyakit jantung tidak dapat disembuhkan, sehingga gejalanya dapat kambuh kapan saja. Untungnya, gejala tersebut bisa dikendalikan dengan mengikuti pengobatan penyakit jantung dan menerapkan gaya hidup yang sesuai, salah satunya dapat mengontrol stres.

Salah satu pemicu munculnya stres dan kecemasan pada pasien penyakit jantung adalah masalah seks. Seperti yang dituturkan Glenn N. Levine, MD, seorang profesor di Baylor college of Medicine pada situs American Heart Association. “Aktivitas seksual adalah masalah hidup yang sering dihadapi pria dan wanita dengan penyakit kardiovaskular dan pasangan mereka,” papar Levine.

Rasa cemas dan stres yang dirasakan kebanyakan pasien penyakit jantung adalah khawatir jika hubungan seks dapat menyebabkan serangan jantung. Alasannya, karena aktivitas tersebut dapat meningkatkan detak jantung padahal kondisi jantung bermasalah.

Michael Blaha, MD, MPH, peneliti dari John Hopkins Center menjawab kekhawatiran pasien penyakit jantung mengenai hal ini.

Menurutnya, melakukan hubungan seks itu aman untuk pasien penyakit kardiovaskuler karena risiko terjadinya serangan jantung selama aktivitas tersebut sangat rendah, yakni kurang dari 1 persen. Selain itu, durasi aktivitas seks juga cenderung lebih pendek jika dibandingkan dengan aktivitas fisik, seperti olahraga.

Studi menunjukkan, pria yang melakukan hubungan intim setidaknya 2 kali seminggu dan wanita yang puas dengan kehidupan seksnya, lebih rendah mengalami serangan jantung.

Alih-alih menyebabkan serangan jantung, hubungan seks memberikan manfaat untuk jantung. Ini karena seks hampir sama efeknya dengan olahraga, yakni bisa menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas tidur pasien penyakit jantung.

Di samping itu, seks juga menjaga keintiman hubungan pasien dengan pasangannya. Hal ini dapat menurunkan perasaan kesepian, cemas, dan depresi pada pasien penyakit kardiovaskuler. Perlu Anda ketahui bahwa depresi dan perasaan kesepian menjadi penyebab penyakit jantung dan dapat memperparah kondisinya.

Alasan gairah seks pasien penyakit jantung kerap menurun

Masalah kehidupan seks pada pasien penyakit jantung tidak hanya persoalan kecemasan dan stres akan terjadinya serangan jantung. Mereka juga melaporkan berbagai masalah lain yang membuat kehidupan seksual kian memburuk.

Masalah seksual yang banyak dikeluhkan pasien penyakit jantung adalah penurunan gairah seks. Gairah seks yang dikenal juga dengan istilah libido ini, bisa diartikan sebagai hasrat untuk melakukan hubungan intim.

Jika gairah seksnya rendah, keinginan untuk melakukan hubungan seks juga rendah. Ini membuat frekuensi aktivitas seksual jadi semakin jarang. Akhirnya, memengaruhi kepuasaan dalam berhubungan intim.

Pada pria dengan penyakit jantung, menurunnya hasrat berhubungan seks disebabkan oleh kesulitan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi. Pada beberapa kasus, menurunnya libido pada pria ini berhubungan dengan disfungsi ereksi (impotensi).

Impotensi ternyata rentan dialami pasien penyakit kardiovaskuler, risikonya sekitar 50 hingga 60 persen. Mengingat orang dengan penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner, mengalami penyempitan pembuluh darah di jantung. Kondisi ini membuatnya berisiko mengalami penyempitan pembuluh darah di otak dan bagian tubuh lain, termasuk penis. Ketika pembuluh darah penis menyempit, darah sulit mengisi area penis, sehingga ereksi sulit terjadi.

Sementara pada wanita, menurunnya hasrat melakukan hubungan intim dikarenakan kekeringan vagina dan munculnya rasa sakit ketika penetrasi. Masalah ini terutama sangat umum terjadi pada wanita yang sudah mengalami menopause.

Penyebab lain rendahnya gairah seks pada pasien penyakit jantung adalah depresi dan stres kronis. Ironisnya, beberapa obat yang digunakan pasien penyakit kardiovaskuler dan penyakit lain yang berkaitan juga turut melemahkan libido.

Banyak obat tekanan darah, termasuk diuretik (seperti hydrocholorothiazide dan chlorthalidone) dan penghambat beta (seperti carvedilol dan propanolol) dapat mengurangi gairah seks pada pria maupun wanita. Bahkan, menyebabkan masalah ereksi pada pria.

Obat digoxin yang digunakan untuk mengobati gagal jantung dan aritmia, juga memiliki efek yang sama. Kemudian, obat antidepresan macam fluoxetine (Prozac) dapat menurunkan gairah seks.

Kondisi yang harus diperhatikan penderita penyakit jantung sebelum berhubungan seks

Hubungan seks aman dilakukan pasien penyakit jantung selama dokter memberikan lampu hijau dan Anda tidak merasakan gejala yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, konsultasi dokter wajib dilakukan.

Anda tidak perlu sungkan untuk menanyakan hal ini pada dokter karena ini memberikan pengaruh besar pada kualitas hidup Anda dan pasangan. Akan lebih baik, jika Anda mengajak pasangan ketika melakukan konsultasi. Tujuannya, agar ia dapat beradaptasi dengan segala perubahan dan melanjutkan hubungan intim dengan aman.

Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan, mulai dari tes fisik hingga kesehatan jantung secara menyeluruh.

Aktivitas seks mungkin perlu dihindari sementara waktu ketika Anda mengalami gejala penyakit jantung, seperti:

  • Dada sering terasa nyeri ditekan dan tidak nyaman (angina).
  • Sesak napas.
  • Detak jantung tidak beraturan.

Hubungan seks juga tidak boleh dilakukan pada pasien penyakit jantung dengan kondisi tertentu, misalnya tekanan darah sedang buruk dan tidak terkontrol, gagal jantung lebih lanjut, dan angina tidak stabil.

Dokter akan mengizinkan Anda kembali melakukan hubungan seks, sampai kondisi Anda membaik sepenuhnya.

Menjaga seks tetap sehat dan aman bagi pasien penyakit jantung

Menjaga kehidupan seks tetap sehat berarti membantu meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit jantung. Cara terbaiknya adalah selalu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin pada dokter spesialis penyakit jantung yang menangani kondisi Anda dan konsultasi dengan psikolog atau pakar seks.

Kemudian, bicarakan kondisi Anda dengan pasangan. Kehadiran dan dukungan pasangan dapat mempermudah Anda menjalani perawatan penyakit sekaligus memperbaiki keintiman dalam menjalani hubungan.

Laporan pada jurnal Circulation, menyarankan pasien penyakit jantung untuk mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung, berhenti merokok dan minum alkohol, serta rutin olahraga agar kehidupan seks semakin berkualitas.

Dokter mungkin akan menurunkan dosis obat tertentu agar kehidupan seksual tidak terganggu. Pada beberapa kasus, dokter mungkin memilih obat yang kecil efek sampingnya, seperti captopril, enalapril, dan valsartan.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Matters of the heart: Sex and cardiovascular disease. (2019, September 24). Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/heart-health/matters-of-the-heart-sex-and-cardiovascular-disease [Accessed on May 28th, 2020]

Sex and heart disease. (2015, July 15). www.heart.org. https://www.heart.org/en/health-topics/consumer-healthcare/what-is-cardiovascular-disease/sex-and-heart-disease [Accessed on May 28th, 2020]

Is sex dangerous if you have heart disease? (n.d.). Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/is-sex-dangerous-if-you-have-heart-disease [Accessed on May 28th, 2020]

Heart disease – Symptoms and causes. (2018, March 22). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118 [Accessed on May 28th, 2020]

Rosman, L., Cahill, J., McCammon, S. and Sears, S., 2014. Sexual Health Concerns in Patients With Cardiovascular DiseaseCirculation, 129(5). [Accessed on May 28th, 2020]

Erectile dysfunction & heart disease. (2019, July 17). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15029-heart-disease–erectile-dysfunction [Accessed on May 28th, 2020]

Medications / Drugs that cause sexual dysfunction. (n.d.). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9124-medications-that-affect-sexual-function [Accessed on May 28th, 2020]

Sexual activity and cardiovascular disease. (2012, February 28). AHA/ASA Journals. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/cir.0b013e3182447787 [Accessed on May 28th, 2020]


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 12/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri